Lavrov: Ekstremis Ambil Keuntungan dari Isu Palestina yang Belum Selesai

Ini mungkin faktor yang paling menguntungkan bagi ekstremis untuk merekrut anggota baru di kalangan pemuda Arab dengan menyampaikan pada mereka bahwa tak ada keadilan di dunia ini, kata Menteri Luar Negeri Rusia.

Para ekstremis mengambil keuntungan dari isu Palestina yang masih belum terselesaikan dengan memanfaatkannya untuk merekrut militan, demikian disampaikan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pada media Italia, Rabu (10/12).

"Berdasarkan evaluasi kami dan banyak pakar, isu Palestina, yang masih belum terselesaikan selama 60 tahun, mungkin faktor yang sering digunakan oleh para ekstremis untuk merekrut anggota baru di kalangan pemuda Arab dan menyampaikan pada mereka bahwa tak ada keadilan di dunia ini," kata Lavrov.

"Pada akhir 1940-an, dijanjikan akan didirikan dua negara, namun Palestina masih belum didirikan sampai sekarang," kata sang pejabat Rusia.

"Kami sadar bahwa masalah ini hanya bisa diselesaikan setelah semua negara di wilayah ini, termasuk Israel, dapat menjamin keamanan, namun langkah praktis juga perlu diambil," katanya. "Saat ini sudah lebih dari satu generasi yang diinstruksikan dan diajarkan semangat ekstremisme, dan dengan contoh Palestina mereka diprovokasi dengan menyebutkan tak ada keadilan di dunia ini, bahwa Arab tak akan mencapai keadilan dan semua upaya negosiasi perdamaian, termasuk di Oslo, Madrid, Annapolis, dan beragam 'kuartet' tak menghasilkan apa-apa, sehingga satu-satunya jalan untuk melindungi kepentingan adalah dengan pertempuran bersenjata."

"Cuci otak semacam itu dilakukan dan sangat sulit menghentikannya," kata Lavrov, menambahkan bahwa ia berharap AS dapat membantu menyelesaikan isu tersebut.

Menurut sang diplomat Rusia, sangat sulit - jika tidak mustahil - untuk menyelesaikan isu terkini tanpa AS dan tak terkecuali isu Palestina.

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

Baca lebih banyak mengenai Palestina >>>

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.

More