Rusia Bangun Markas Militer di Pulau Kuril yang Diklaim Jepang

Kementerian Rusia menyatakan bahwa bangunan militer baru Rusia akan membantu kesiapan tempur pasukan garis depan Rusia.

Rusia mulai membangun dua bangunan militer modern di dekat Kepulauan Kuril, Timur Jauh, demikian disampaikan Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu, Selasa (1/12).

Rusia membangun fasilitas militer di kepulauan yang masih disengketakan dengan Jepang, tepatnya pulau Iturup dan Kunashir, demikian diberitakan Yahoo News.

Berdasarkan keterangan yang dipublikasikan di situs Kementerian Pertahanan Rusia, Shoigu menyampaikan pembangunan markas militer tersebut dalam pertemuan dengan pejabat militer papan atas Rusia.

Hubungan antara Moskow dan Tokyo diliputi ketegangan selama puluhan tahun karena stauts empat pulau paling selatan yang berada di rantai Kuril, yang dianggap sebagai Wilayah Utara oleh Jepang.

Sekitar 19 ribu warga negara Rusia tinggal di pulau terpencil tersebut, yang direbut oleh pasukan Soviet pada hari-hari menjelang berakhirnya Perang Dunia II.

Kedua negara tersebut, tulis Yahoo News, tak pernah secara resmi menyepakati trakat untuk menyelesaikan isu sengketa wilayah yang menghambat hubungan perdagangan selama berdekade-dekade.

Kementerian Rusia menyatakan bahwa bangunan militer baru Rusia akan membantu kesiapan tempur pasukan garis depan Rusia.

Selain itu, Yahoo News juga menyebutkan Rusia berencana membangun 392 bangunan lain di pulau tersebut, termasuk sekolah, taman kanak-kanak, pusat hiburan, serta asrama, dan pembangunan tersebut akan tetap berlanjut pada musim dingin.

Baca lebih banyak mengenai Timur Jauh >>>

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.

More