Kemenlu Rusia: Moskow Tak Akan Pertimbangkan Pendapat Jepang Atas Kunjungan Pemerintah di Kepulauan Kuril

Rusia tak berniat untuk mempertimbangkan pendapat Jepang atas jadwal kunjungan petinggi negara ke Kepulauan Kuril.

Rusia tak berniat untuk mempertimbangkan pandangan Jepang sehubungan dengan jadwal kerja anggota pemerintah dan tetap melanjutkan kunjungan petinggi negara ke Kepulauan Kuril. Hal ini dinyatakan dalam pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia yang diikuti oleh laporan dari Tokyo sehubungan dengan kunjungan Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev ke Pulau Iturup.

“Kami ingin menegaskan kembali bahwa kami tidak berniat untuk mempertimbangkan posisi Jepang dalam pengaturan waktu kerja pemerintah dan anggota pemerintah terkait perjalanan menuju wilayah Rusia tersebut. Begitu pula dengan pelaksanaan target program Federal "Pembangunan Sosial-Ekonomi Kepulauan Kuril (Propinsi Sakhalin)" pada periode tahun 2016 hingga 2025 secara konsisten akan terus dilanjutkan," demikian disebutkan dalam sebuah pernyataan.

Tokyo Terus Menentang Hasil Keputusan Perang Dunia II

Kementerian Luar Negeri Rusia mencatat bahwa reaksi dari pihak Jepang sekali lagi menunjukkan bahwa Tokyo akan terus menentang hasil yang berlaku dari Perang Dunia II pada malam menjelang tanggal penting bagi masyarakat dunia, yaitu peringatan 70 tahun berakhirnya Perang Dunia II.

“Retorika publik ini menimbulkan keraguan atas jaminan Pemerintah Jepang untuk menghormati kebenaran sejarah dan memperingati perang yang telah mengorbankan puluhan juta jiwa warga Asia Timur,” hal ini ditambahkan oleh pusat layanan diplomatik Federasi Rusia.

Kementerian Luar Negeri berpendapat bahwa akan lebih baik jika pihak dari Tokyo berfokus upaya konstruktif untuk memperbaiki atmosfer hubungan Rusia dan Jepang, serta pada pengembangan kerja sama yang saling menguntungkan, yang pernah dibuat sebuah kesepakatan pada tingkat yang lebih tinggi.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.

More