Kemenhan: Tuduhan Rusia Serang Oposisi Suriah Tak Berdasar

Pernyataan yang disampaikan oleh individu, yang mungkin merupakan ahli militer, tak berdasar, tanpa fakta konkret yang mengutip sejumlah narasumber anonim, terang juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia.

Tuduhan yang disampaikan militer AS bahwa Rusia melancarkan serangan udara terhadap oposisi moderat Suriah tak berdasar, demikian disampaikan juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Mayor Jenderal Igor Konashenkov, Senin (23/11).

"Pernyataan yang disampaikan oleh individu, yang mungkin merupakan ahli militer, seperti juru bicara Pusat Komando AS yang menyebutkan bahwa mayoritas serangan udara Rusia diarahkan terhadap oposisi Suriah masih tak berubah. Dan selalu, itu tak berdasar, tanpa fakta konkret yang mengutip sejumlah narasumber anonim," kata Konashenkov.

Ia menyebutkan bahwa Kementerian Pertahanan Rusia telah meduga kemunculan 'spekulasi lain di media Barat' terkait operasi skala besar untuk menghancurkan infrastruktur teroris di Suriah. "Namun, saya harus menegaskan bahwa, setelah tragedi di Paris, Sinai, dan Mali, mereka lebih berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan," lanjut Konashenkov.

Menurut Konashenkov, semakin akurat Rusia menyerang teroris, semakin kukuh perwakilan Pentagon mencoba meyakinkan publik bahwa tak semua teroris itu 'buruk'. "Mungkin, itu pandangan yang dilihat dari seberang samudera. Namun dalam kehidupan nyata terorisme, seperti kita tahu, tak ada tingkatan atau kewarganegaraan dalam terorisme. Terorisme adalah iblis yang harus disingkirkan dalam semua bentuknya," tutur Konashenkov.

Rusia menggelar operasi militer di Suriah sejak akhir September lalu, dan pada Selasa (17/11) militer Rusia meluncurkan serangan udara besar-besaran melawan militan di Suriah, termasuk menggunakan pesawat pengebom strategis.

 

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.

More