Medvedev: Hanya Warga Suriah Sendiri yang Bisa Pilih Pemimpin Mereka

Rusia akan membantu warga Suriah melindungi kedaulatan mereka, demikian disampaikan PM Rusia Dmitry Medvedev.

Rusia tak pernah mengubah posisinya terkait Suriah dan hanya mendukung pemerintah yang resmi, demikian disampaikan PM Rusia Dmitry Medvedev, Jumat (23/10).

Dalam pernyataan yang dipublikasikan melalui halaman Facebook-nya, sang perdana menteri menyebutkan bahwa pemilihan pemimpin bergantung pada warga Suriah sendiri, bukan pada kelompok etnis atau politik tertentu. Rusia akan membantu Suriah melindungi kedaulatannya, tegas Medvedev.

"Pada Selasa lalu, Presiden Suriah Bashar al-Assad mengunjungi Moskow," kata sang perdana menteri, menyebutkan bahwa ia ikut bergabung dalam negosiasi antara pemimpin Suriah dan Rusia.

"Terkait hal itu, saya melihat presiden Suriah sangat berbeda pada kunjungan saya ke Damaskus Mei 2010 lalu, tenang dan beradab," tambahnya.

"Saya ikut mengunjungi dan bicara dengan penduduk Damaskus, melihat kota tersebut sebagai warga negara asing. Saya bicara dengan warga Suriah yang bicara sangat hangat mengenai Rusia dan warga Rusia, mengambil foto masjid antik dan gereja. Itu adalah negara yang sekular," lanjutnya.

"Hal itu berubah dalam jangka waktu satu tahun. Sejak 2011, kehidupan warga Suriah berubah menjadi mimpi buruk: perang, teror, kematian, penghancuran tempat-tempat religius dan monumen penting," tutur Medvedev.

"Rusia tak pernah mengubah posisinya terkait isu Suriah. Kami selalu mendukung pemerintah yang berkuasa," tulisnya dalam akun Facebook-nya. "Meski tahun-tahun telah berlalu, saya lihat dalam kunjungannya ke Moskow baru-baru ini Bashar al-Assad tetap tenang dan berpikiran jernih seperti lima tahun lalu," lanjut Medvedev.

Medvedev menegaskan bahwa keputusan untuk memilih pemimpin mereka bergantung pada warga Suriah sendiri, bukan kelompok etnis atau politik tertentu. "Kami akan terus menjaga kedaulatan Suriah dan kami percaya masa depan yang tenang akan hadir di tanah tersebut kelak," simpulnya.

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

Baca lebih banyak mengenai Suriah >>>

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.

More