Putin Usul Singkirkan Dolar dari Perdagangan di Negara-negara CIS

Presiden Rusia Vladimir Putin telah menyusun peraturan yang bertujuan mengeliminasi dolar AS dan euro dalam perdagangan antara negara-negara CIS

Presiden Rusia Vladimir Putin tengah menyusun peraturan yang bertujuan mengeliminasi dolar AS dan euro dalam perdagangan antara negara-negara CIS, demikian diberitakan Russia Today. Negara-negara CIS terdiri dari Rusia, Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kirgistan, Tajikistan, dan bekas negara Soviet lainnya.

"Ini akan membantu memperluas penggunaan mata uang nasional dalam pembayaran perdagangan internasional dan layanan jasa, yang dapat memperbaiki nilai mata uang itu sendiri di pasar domestik," terang pernyataan resmi Kremlin seperti dikutip RT.com.
Undang-undang tersebut juga membantu memfasilitasi perdagangan di wilayah bekas Uni Soviet serta mencapai stabilitas ekonomi makro.

Di bawah payung Uni Ekonomi Eurasia, negara-negara tersebut juga mendiskusikan kemungkinan mengganti pembayaran dengan mata uang nasional mereka. Saat ini, sekitar 50 persen perdagangan di Uni Ekonomi Eurasia masih menggunakan dolar dan euro, sehingga meningkatkan ketergantungan UEE sendiri terhadap mata uang asing.

Selain CIS dan UEE, Rusia dan Tiongkok juga terus berupaya menghentikan dominasi dolar di dunia.

Diolah dari materi RT.com.

Baca lebih banyak mengenai Ekonomi Dunia >>>

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.

More