Komunikasi dan Hirarki: Apa Saja Perbedaan Budaya Bisnis Rusia dengan AS?

Getty Images
Apa yang bisa diterima di satu negara mungkin sebaliknya di negara lain.

Jika Anda hanya berbisnis di AS, maka mudah untuk berasumsi bahwa standard dan praktik di sana sama di negara lain. Tetapi budaya bisnis yang berbeda mempromosikan nilai yang berbeda, dan apa yang dapat diterima di AS mungkin sebaliknya di Rusia. Oleh karena itu, penting untuk memahami tidak hanya perbedaan budaya umum antara Rusia dan AS, tetapi juga bagaimana kedua budaya ini berbeda dalam cara menjalankan bisnis.

Komunikasi Bisnis

Pengusaha di Rusia lebih menekankan pada kata yang diucapkan daripada yang di AS, yang cenderung berkomunikasi dalam bentuk tertulis. Pebisnis profesional Rusia lebih suka mendengar hal-hal secara langsung, dan dari rekan yang mereka percaya.

Pertemuan tatap muka dianggap lebih bermanfaat daripada korespondensi atau telepon karena memungkinkan mitra untuk meneliti dan mendiskusikan  masalah secara penuh. Orang Rusia juga cenderung menunjukkan bahasa tubuh yang lebih sedikit daripada orang Amerika, dan ini terutama berlaku untuk negosiasi. Sebaliknya, orang Amerika suka menggunakan bahasa tubuh.

Selama negosiasi, orang Amerika cenderung lebih mampu berkompromi. Orang Rusia, di sisi lain, menganggap kompromi sebagai tanda kelemahan dan berarti mereka mundur dari apa yang seharusnya dilakukan. Karena itu, kesabaran merupakan kecakapan yang penting dimiliki saat berbisnis dengan orang Rusia. Seperti kata pepatah lokal: "Jangan terburu-buru membalas, tapi tetaplah mendengarkan".

Hirarki Perusahaan

Hirarki perusahaan Rusia sangat berbeda dengan di AS, dan seringkali lebih ketat dan spesifik. Sebagian besar pengambilan keputusan di perusahaan-perusahaan Rusia dibuat pada tingkat tertinggi, oleh satu pemimpin yang mendelegasikan tugas ke staf.

Berbeda dengan budaya perusahaan Amerika, bawahan di Rusia tidak leluasa, dan mereka diharapkan mengikuti arahan dengan sedikit atau tanpa diskusi. Sementara itu, di AS bahkan karyawan dengan peringkat lebih rendah diizinkan untuk mempertanyakan keputusan manajemen, menawarkan solusi, dan berinisiatif.

Kontrak dan Hubungan Pribadi

Perjanjian tertulis sangat dihargai di AS, tapi tidak begitu adanya di Rusia, di mana hubungan pribadi dan rasa kehormatanlah yang diutamakan. Pengusaha Rusia biasanya menyetujui sesuatu hanya dengan berjabat tangan, dengan sedikit dokumen yang ditandatangani. Jika Anda berhasil menyelesaikan sebuah kesepakatan, jangan berharap hal itu segera berlaku karena realisasinya akan sangat bergantung pada hubungan baik Anda dengan rekan bisnis.

Hadiah sangat dihargai dalam budaya bisnis Rusia, dan  pengusaha Amerika harus membawa sedikit tanda mata kepada mitra Rusia mereka. Hadiah ini merupakan tanda rasa hormat dan perhatian, dan keduanya sangat penting dalam bisnis Rusia.

Kesetaraan Gender

Secara umum, budaya bisnis Rusia saat ini mempromosikan kesetaraan gender di tempat kerja. Namun tidak selalu seperti ini. Rusia harus menetapkan prioritas baru ketika Uni Soviet roboh pada 1991, termasuk peran perempuan di rumah dan di tempat kerja. Selama puncak penurunan ekonomi pasca-Soviet, peran perempuan di tempat kerja juga terkena dampaknya, yang mengakibatkan lebih sedikit dari mereka yang menduduki jabatan senior perusahaan. Pada 1990-an, tetap banyak wanita bekerja, tapi hanya yang berhasil sampai ke puncak.

Di masa lalu, wanita bisnis Barat di Rusia mungkin sering berada pada posisi yang kurang menguntungkan: diperlakukan dengan sopan tapi dipandang lebih rendah daripada rekan prianya, terlepas dari posisi mereka. Selama rapat, mungkin sulit bagi mereka untuk mengemukan pendapat, karena biasanya laki-laki yang dipilih.

Iskender Mokenov menulis di RULEXPAT, sebuah pusat informasi ekspatriat yang berencana untuk pindah dan bekerja di Rusia.

Kami juga punya tips dari para konglomerat Rusia agar bisnis Anda sukses.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More