Putin: Perubahan Ekonomi yang Struktural, Tujuan Utama Rusia

Presiden Rusia Vladimir Putin di acara Rusia Calling ke-7, Selasa (13/10). Forum Tahunan VTB Capital Investment diadakan di Pusat Perdagangan Internasional di Moskow.

Presiden Rusia Vladimir Putin di acara Rusia Calling ke-7, Selasa (13/10). Forum Tahunan VTB Capital Investment diadakan di Pusat Perdagangan Internasional di Moskow.

Ria Novosti/Alexei Druzhinin
Presiden Rusia Vladimir Putin mengajak investor asing untuk berinvestasi di Rusia. Hal ini disampaikan Putin saat berbicara di forum ekonomi Rossiya Zovet (Russia Calls) pada Selasa (13/10) di Moskow.

“Kita tidak perlu bicara tentang alasan arus keluar modal dari pasar negara berkembang; penyebabnya termasuk karena perubahan kebijakan bank sentral AS dan penurunan harga barang ekspor negara-negara berkembang,” ujar Putin. Menurutnya, dulu sempat ada arus modal yang keluar dari Rusia, dan pada kuartal ketiga 2015, tercatat ada lebih banyak modal yang masuk ke Rusia.

Hasil Krisis

Menurut Putin, Pemerintah Rusia dalam keadaan apa pun tidak akan memberlakukan pembatasan pada pergerakan modal. “Kami tidak merencanakan langkah semacam ini, dan telah menunjukkan hal ini kepada semua mitra dan investor kami. Ini adalah salah satu alasan mengapa ada lebih banyak modal yang masuk ke Rusia,” ujar sang kepala negara.

Menurut presiden Rusia, semua rencana pemerintah untuk tahun-tahun mendatang tidak hanya menargetkan Rusia untuk keluar dari depresi pada beberapa sektor, tetapi Rusia akan membentuk tren positif secara keseluruhan.

“Kami akan bekerja atas dasar harga hidrokarbon seharga 50 dolar AS per barel dan akan mengonsentrasikan semua sumber daya kami pada pencapaian tujuan utama, yaitu perubahan struktural dalam perekonomian kami,” kata Putin menambahkan.

Menurut Putin, di berbagai sektor ekonomi saat ini memang sedang terjadi resesi, tapi situasi ini akan distabilkan. “Ketika ekonomi menyesuaikan dengan penurunan harga bahan baku, ini akan membuka peluang untuk daur ulang, industri, pertanian, dan sebagainya,” ujar Putin.

Kerja Sama dengan Negara-negara Lain

Di antara mitra utama Rusia di masa depan, Vladimir Putin menyebut negara anggota BRICS pada barisan pertama. “Tiongkok adalah mitra terbesar kami. Kami memiliki volume perdagangan yang besar. Kami sedang meningkatkan pasokan minyak dan gas, tetapi kerja sama ini tidak hanya terbatas pada hal tersebut. Ada proyek lain di bidang energi, infrastruktur, transportasi, dan penerbangan,” ujar presiden Rusia. Menurut Putin, perkembangan hubungan timbal balik dalam BRICS dipengaruhi oleh lembaga keuangan umum, terutama Bank BRICS.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.

More