Lima Kartun Legendaris Soviet yang Memikat Dunia

Pada 10 Juni 2016, studio film animasi legendaris Soviet Soyuzmultfilm memperingati ulang tahunnya yang ke-80.

Pada 10 Juni 2016, studio film animasi legendaris Soviet Soyuzmultfilm memperingati ulang tahunnya yang ke-80.

TASS
Bicara soal kartun Rusia, hampir seluruh orang Indonesia, khususnya anak-anak, pasti mengenal serial kartun “Masha and the Bear”. Namun, bagaimana dengan serial kartun lainnya? Sebenarnya, animasi Rusia sudah berkembang sejak era Uni Soviet dulu. Beberapa di antaranya bahkan sangat melegenda dan menciptakan kesan mendalam bagi orang-orang Rusia. Berikut adalah lima kartun legendaris era Soviet produksi studi film Soyuzmultfilm yang patut Anda tonton.

1. “Cheburashka”

Sumber: Russian Animation / YouTube. Tersedia teks terjemahan (subtitle) bahasa Inggris.

Seri “Cheburashka” (1969 – 1983) menceritakan kisah seekor mahkluk lucu dan lugu dengan telinga yang sangat besar, yang berteman dengan buaya baik hati bernama Gena dan mencoba mengecoh seorang perempuan tua jahat bernama Shapoklyak. Mahkluk fiktif ini (ciptaan penulis Eduard Uspensky dan sutradara Roman Kachanov) menjadi karakter animasi Soviet paling sukses sepanjang masa. 

Cheburashka menikmati popularitas yang fenomenal di Jepang. Pada tahun 2000-an, dibuat versi 2D dari film tersebut dan pada 2013 muncul film animasi stop-motion dari karakter ini di Jepang. Di Rusia, Cheburashka digunakan sebagai simbol untuk berbagai hal, dari Olimpiade, amal, hingga protes oposisi.

2. “Tale of Tales”

Sumber: Russian animation eus347 subtitles / YouTube. Tersedia teks terjemahan (subtitle) bahasa Inggris.

Pada Olimpiade Animasi Los Angeles tahun 1984, film terkenal dari bintang animasi terhebat Rusia Yuriy Norshteyn ini memenangkan sejumlah penghargaan sebagai Film Terbaik Sepanjang Waktu.

“Tale of Tales” (1979) berisi lagu pengantar tidur yang dikenal oleh semua bayi yang lahir di lingkungan berbahasa Rusia: “Anakku, anakku, sampaikan selamat tinggal, janganlah berbaring di sudut, atau serigala kecil akan datang dan menggigitmu.” Serigala abu-abu kecil yang sedih dan kesepian inilah yang menjadi protagonis dalam film tersebut. Ia duduk di sebuah rumah terbengkalai di sebuah malam musim gugur yang dingin, mengenang masa lalunya dan masa lalu dunia.

3. “Hedgehog in the Fog”

Sumber: Russian Animation / YouTube

Ini adalah film terkenal lain karya Norshteyn yang menceritakan pengalaman yang sukar dipahami dari seekor landak yang mengunjungi temannya, seekor beruang, untuk minum teh. Di perjalanan, sang landak tersesat di tengah kabut, bertemu dengan kuda putih, jatuh ke sungai, ia bertemu ikan, dan sungguh terpesona oleh keadaan di sekelilingnya hingga akhirnya saat ia tiba di rumah sang beruang, ia hampir tak bisa bercakap-cakap dengan sang kawan. 

Film ini resmi menyandang film animasi terbaik di dunia. Pada 2003, 140 animator dari seluruh dunia diminta menentukan 20 terbaik dari semua film animasi yang pernah dibuat. “Hedgehog in the Fog” (“Yozhik v tumane”) menempati peringkat pertama.

Pada upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin Sochi 2014, “Yozhik v tumane” disebut sebagai pencapaian Rusia yang khas sama seperti Sputnik, Tolstoy, dan Dostoevsky.

4. “The Snow Queen”

Sumber: Russian animation eus347 subtitles / YouTube. Tersedia teks terjemahan (subtitle) bahasa Inggris.

Adaptasi animasi panjang Lev Atamanov dari dongeng karya Hans Christian Andersen menjadi salah satu film animasi Soviet yang dirilis secara internasional (1957). Film ini diputar di bioskop-bioskop AS, Kanada, dan Jepang. Di Jepang, film ini disaksikan oleh Hayao Miyazaki. Menurut sang animator papan atas, film ini memberi kesan mendalam padanya dan memengaruhi karya-karyanya.

5. “Mowgli”

Sumber: Russian animation eus347 subtitles / YouTube. Tersedia teks terjemahan (subtitle) bahasa Inggris.

Versi Soviet “Mowgli” (1973) awalnya merupakan sebuah mini-seri. Namun, sutradara film ini, Roman Davydov, menempatkan episode-episode tersebut ke dalam sebuah film. Seperti “The Snow Queen” dan “Mowgli” diputar di AS meski mendapat perhatian yang lebih rendah. Kemungkinan itu karena distributor Amerika membuat beberapa perubahan penting dalam film tersebut: mereka memotong beberapa adegan menegangkan dan menghilangkan musik luar biasa yang diolah komposer avant-garde Sofia Gubaidulina, dan menggantikannya dengan suara narator dan lagu-lagu meriah. 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.