Telur Raksasa: Rumah Bermain Futuristis, Mahakarya Seorang Pematung untuk Putri Tercinta

Discover Russia
YEKATERINA SINELSCHIKOVA
Pematung Gregory Orekhov menciptakan rumah bermain berbentuk telur untuk putrinya. Meski begitu, rumah ini juga kelihatan ideal dan menarik bagi orang dewasa.

Telur seputih salju dengan tinggi beberapa meter, berdiri di tengah padang rumput hijau subur. Deskripsi tersebut adalah bagaimana pemahat patung Grigory Orekhov membayangkan rumah bermain yang ideal untuk putrinya, Agatha.

Konsep konstruksi futuristik mengkilap ini, yang terlihat seperti UFO dari film sci-fi, terbentuk karena pencarian rumah bermain anak-anak. “Putri saya telah bertahun-tahun meminta saya untuk membelikaannya sebuah rumah bermain, tetapi keluarga kami adalah keluarga perfeksionis, jadi kami tidak dapat membeli apa pun hanya untuk menutup masalah ini,” kata Orekhov.

Rumah bermain yang tersedia secara daring tampak jelek dan primitif baginya dan hanya dapat bertahan untuk waktu yang singkat. Dia juga ingin membuat rumah yang relevan untuk orang dewasa. Kemudian Orekhov beralih ke tema yang telah hadir dalam karyanya sepanjang karirnya: ovoid (bentuk berbentuk telur).

“Bentuk bulat telur adalah bentuk arsitektur yang sempurna dalam hal proporsi. Bentuk yang mandiri dan tidak ada yang berlebihan di dalamnya. Saya telah merasakan ketertarikan yang tidak disadari terhadap bentuk ini sejak saya masih kecil. Namun, itu juga merupakan simbol agama kuno, citra kelahiran kembali, dunia batin kita. Saya memiliki karya yang disebut 'Ovoid 8', itu dengan jelas melambangkan "inti batin" manusia, yang sangat penting untuk tidak dihancurkan, untuk dibawa sepanjang hidup seseorang dan tidak kehilangan diri sendiri," kata Orekhov.

Orekhov menciptakan patung pertamanya dari seri 'Telur Saya' pada 2016. Rumah bermain ini juga lahir dari proyeknya yang lain, yakni telur segi empat. “Saya tidak menganggap rumah telur ini sebagai objek seni. Sebaliknya, saya ingin mengubah sebuah benda seni menjadi ruang yang fungsional,” kata ahli patung tersebut.

Rumah itu terbuat dari ratusan bilah kayu lapis yang ditumpuk di atas satu sama lain dan diampelas. Pada saat yang sama, dindingnya tidak lebih tebal dari 30 milimeter. Ada jendela di bagian atas, yang juga berfungsi sebagai katup ventilasi.

Di dalam, ada bangku dengan bantal empuk di satu sisi dan meja di sisi lain.

“Agatha banyak melukis dan ini adalah tempat di mana dia membuat seninya. Selain itu, rumah ini adalah tempat yang menarik untuk mendengarkan musik karena bentuk ruangannya membuat gema,” ujar Orekhlov.

“Ini juga merupakan tempat perlindungan bagi siapa pun yang mencari privasi dan istirahat dari dunia luar, seperti di dalam rahim seorang ibu. Saya sendiri terkadang merasa ingin pergi ke rumah bermain ini untuk membaca buku atau menjelajah internet. Perasaan ini mirip dengan apa yang Anda dapatkan ketika Anda memasuki gereja yang memiliki sangat sedikit perlengkapan gereja, seperti di tempat di mana Anda dapat memikirkan hal-hal yang lebih tinggi. Dalam kehidupan sehari-hari, kita selalu terburu-buru, kita tidak bisa berhenti dan hanya memikirkan yang abadi. Ini adalah ruang di mana Anda dapat menemukan Zen ini,” kata Orekhov.

Pembangunan rumah bermain untuk putrinya ini — terletak tidak jauh dari Nicolina Gora di luar Moskow — membutuhkan waktu satu tahun dan beberapa ratus ribu rubel untuk biayanya.

“Saya sedang bereksperimen dan itu mendorong kebutuhan biaya lebih. Jika saya ingin membuat beberapa rumah ini, secara teknologi saya akan melakukannya secara berbeda, untuk membuatnya layak secara ekonomi,” katanya, seraya menambahkan bahwa dia telah didekati oleh perusahaan wisata Spanyol. “Mereka menyukai rumah itu dan ingin saya membuatkan yang serupa untuk mereka untuk sebuah pameran. Tapi itu tidak bisa dilakukan dalam beberapa bulan dan rumah Agatha tidak bisa diangkut. Jika banyak permintaan, mungkin saya akan membuat rangkaian rumah ini. Meskipun putri saya menentang gagasan itu, dia percaya bahwa hanya dia yang harus memiliki rumah seperti ini".

Selanjutnya, arsitek asal Jepang akan merestorasi bangunan Soviet terdahulu untuk Museum Garasi Seni Kontemporer Moskow. Baca selengkapnya!