Sempat Hilang dan Gemparkan Seisi Kota, Kucing Milik Museum di Sankt Peterburg Akhirnya Pulang

Discover Russia
LATIFANES BAGUS
“Osya kembali!” Setelah sempat menghilang selama seminggu, kucing peliharaan Museum Anna Akhmatova di Sankt Peterburg akhirnya kembali. Padahal, ia tengah sakit dan mungkin tidak bisa bertahan hidup tanpa obat.

Museum Anna Akhmatova di Sankt Peterburg mengumumkan bahwa Osya, kucing tertua yang sudah tinggal di museum itu selama 13 tahun, telah kembali. Sebelumnya, ia menghilang minggu lalu dan seluruh pegawai museum telah mencarinya ke mana-mana.

Osya menghilang Jumat (8/10) lalu dari pelengkung (arch) yang mengarah ke kebun Rumah Air Mancur, tempat museum itu berada. Para petugas telah memeriksa kamera pengintai dan menemukan bahwa seorang gadis tak dikenal telah mengambil kucing itu.

Sebetulnya, menurut Wakil Direktur Museum Yulia Malinina, Osya sedang sakit. Pada Januari tahun ini, kucing itu sempat mengalami lumpuh sebagian. Dokter hewan khawatir Osya tak akan bertahan, tetapi perawatan intensif berhasil menyelamatkan hidupnya. Sekarang, Osya perlu diberi obat tiap hari. “Kami sangat sedih karena kesehatan dan kehidupan Osya kini terancam, apalagi beberapa hari ini dia tidak memakan obatnya,”tulis Malinina.

Tampaknya seluruh Sankt Peterburg mencari Osya. Pihak museum mengumumkan kehilangan Osya di jejaring sosial, menghubungi polisi, dan juga menjanjikan hadiah uang tunai dan tiket masuk gratis seumur hidup kepada siapa pun yang memberikan informasi tentang keberadaan kucing itu. Media setempat bahkan turut melaporkan pencarian Osya. Akhirnya, pada Selasa (12/10), dia kembali ke rumah.

Kepada Komsomolskaya Pravda, Anastasia Ozerskaya, Humas Museum Anna Akhmatova, mengatakan bahwa pihaknya menerima telepon dari gadis yang mengambil Osya. Dia melihat iklan museum di internet dan memutuskan untuk mengembalikan hewan itu. “Gadis itu menjelaskan bahwa dia melihat kucing berwarna oranye di jalan masuk museum. Ia kira kucing itu tersesat. Dia hanya ingin membantunya,” kata Ozerskaya.

Selanjutnya, para pemengaruh (influencer) berbulu ini menunjukkan betapa hewan dapat hidup nyaman di dunia manusia!