Lima Akun TikTok untuk Belajar Bahasa Rusia

Kira Lisitskaya (foto: eduard_martirosyan; garazlubov_ege; yanggemadeinchina/tiktok.com)
Dari aktris kelahiran Tiongkok, guru peramal hingga gopnik (penjahat kelas teri), inilah beberapa TikToker yang mengungkap kerumitan bahasa Rusia dan mengajari Anda beberapa frasa percakapan.

Peringatan: artikel ini mengandung kata-kata kasar!

1. Yang Ge (dalam bahasa Rusia)

Kozel 'kambing jantan' dan koza 'kambing betina' adalah hewan yang sama dengan jenis kelamin yang berbeda, bukan! Jadi, jika Anda orang Rusia yang berpendidikan, tolong jelaskan mengapa osel 'keledai' dan osa 'tawon' adalah hewan yang sama sekali berbeda?” keluh Yang Ge.

Ge pindah dari Tiongkok ke Rusia saat berusia 20 tahun. Pada 2010, dia belajar di Institut Sinematografi Gerasimov dan dua tahun kemudian bergabung dengan grup Pusat Gogol di bawah sutradara Kirill Serebrennikov. Dia telah membintangi beberapa film Rusia, sepert "Mathilda" (2017) dan "Ekipazh" (2016). Dia juga membuat film panjangnya sendiri berjudul "Nu", yang menceritakan tentang pencarian seorang wanita Tiongkok di Moskow. Dia bahkan ikut berpatisipasi dalam kontes menyanyi 'The Voice' versi Rusia.

Pada bagian 'Bahasa Rusia yang Tak Tertahankan' di TikTok, dia berbicara tentang pengalamannya dalam belajar bahasa Rusia, termasuk beberapa aturan pengecualian unik yang selalu membuatnya bingung. 

"Mengapa dalam bahasa Rusia garpu dan sendok 'tergeletak', tetapi gelas 'berdiri'? Lalu, apakah kalimat 'ketel membutuhkan waktu lama untuk menjadi dingin' dan 'ketel tidak dingin untuk waktu yang lama' memiliki arti yang sama? Pertanyaan-pertanyaan seperti itu sangat menjengkelkan, bahkan bagi penggemar bahasa Rusia yang berpengalaman.  

2. Anastasia Kovtun (dalam bahasa Inggris)

Tiga orang mahasiswi berbincang-bincang — satu orang Amerika, satu orang Inggris, dan satu lagi orang Rusia. Mahasiswi Amerika dan Inggris bertanya kepada mahasiswi Rusia:

"Hei Rusia, apa bahasa Rusianya sup jamur?" tanya si si Amerika.

"Gribnoy sup," jawab si Rusia.

"Kalau sup bawang?" tanyanya lagi.

"Lukovy sup," timpal si Rusia

"Mudah sekali," ujar si Inggris.

"Diamlah, ini bahasa Rusia!" si Amerika memarahi si Inggris dan kemudian kembali bertanya, "Bagaimana dengan sup kubis?"

"Shchi," balas si Rusia

Si Amerika sontak menyalahkan si Inggris yang sebelumnya meremehkan bahasa Rusia.

"Sup Ikan?" tanya si Inggris lagi.

"Ukha," jawab si Rusia.

Mendengar jawaban itu, si Amerika malah membayangkan telinga (dalam bahasa Rusia, ukho 'telinga' dan ukha 'sup ikan' terdengar mirip di telinga orang asing).

Si Inggris kembali bertanya, "Apakah kamu makan telinga?"

Videonya dimulai sebagai komedi, tetapi berakhir dengan tragedi (bagi orang-orang yang mempelajari bahasa Rusia). Dalam format sandiwara pendek ini, Anastasia, seorang tutor bahasa Inggris dan Jerman, menjelaskan kepada orang asing “kegembiraan” dari mempelajari akhiran, kasus, dan deklinasi (variasi bentuk kata benda, kata ganti, atau kata sifat berdasarkan jumlah dan jenis kelaminnya). 

Dia menjelaskan bahwa tsvet berarti ‘warna’ sedangkan tsvety berarti ‘bunga’ — tekanan sebuah kata dapat mengubah artinya sepenuhnya. Penekanan pada kata 'ukha'  berada di huruf 'a', sementara pada kata 'ukho', penekanan berada di huruf 'u'. Huruf 'o' yang tidak diberi penekanan dilafalkan sebagai 'a'.

“Saya punya teman, orang-orang asing yang saya bantu dalam memahami bahasa Rusia. Mereka adalah orang-orang pemberani. Mereka merasa sulit untuk memahami konjugasi kata kerja, deklinasi kata benda jamak dan, tentu saja, kasus,” kata Kovtun.

3. Lyubov Garaz (dalam bahasa Rusia)

Seorang wanita duduk di meja mengenakan selendang bermotif, anting-anting cerah, dan manik-manik. Dengan ekspresi serius, dia memutar-mutar jarinya di atas lampu berbentuk bola berwarna. Dia berkata:

“Kamu punya masalah … saya melihatnya, saya melihatnya! Tagihan kamu neoplOchenny (belum dibOyar), seharusnya neoplAchenny (belum dibAyar).

Lyubov Garaz, 55, adalah seorang guru bahasa Rusia. Dia terkadang berdandan seperti peramal, penyanyi rap, atau judoka, saat mengajarkan dasar-dasar bahasa Rusia dan berbicara tentang kesalahan paling umum yang dilakukan murid-muridnya saat mempersiapkan ujian.

“Jika seorang siswa lupa tentang suatu aturan, saya mengatakan kepada mereka: 'Saya punya video TikTok tentang itu. Tontonlah!' Mereka kembali dan berkata: 'Terima kasih! Saya berhasil memahaminya dalam 15 detik,'” kata Lyubov dalam sebuah wawancara dengan situs web godliteratury.ru.

4. Lady Hanna (dalam bahasa Inggris)

Seorang gadis muda dengan lipstik merah dan kacamata hitam mengajarkan para pemula dengan kata-kata dan frasa dasar Rusia, seperti salam, terima kasih, dan kata ganti.

Hanna juga menjelaskan cara melafalkan huruf 'Ы', apa artinya ketika seorang Rusia mengatakan, "Tidak, ya, mungkin," dan mengajarkan semua jenis kata-kata makian Rusia. Nah, karena salurannya berlabel 18+, jadi bersiaplah dengan kata-kata yang "mengejutkan"!

5. Eduard Martirosyan (dalam bahasa Inggris)

Pria muda dan kurang ajar yang mengenakan setelah olahraga Adidas ini menggambarkan dirinya sebagai orang Armenia Rusia. Menurut pengakuannya, dia pindah ke Amerika Serikat pada 2010, ketika berusia 12 tahun.

Sejak 2019, dengan berperan sebagai gopnik (penjahat kelas teri Rusia) yang kasar, ia telah menjelaskan bagaimana huruf Inggris terdengar dalam alfabet Rusia, bagaimana nama-nama populer Amerika diucapkan dalam bahasa Rusia, serta bagaimana kata-kata Rusia untuk ‘fakta’ (fakt) dan ‘perisai’ (shchit) terdengar (agak) seperti ‘f*cked dan ‘sh*t’.

Selain itu, Eduard juga merekam sandiwara tentang kehidupan "khas" di Rusia dan juga bagaimana dia sangat menghormati Putin — video dia memberi hormat kepada presiden Rusia telah ditonton lebih dari 40 juta kali di jejaring sosial.

Dari pengusaha "sukses" dengan beragam webinar, ibu-ibu hingga penyanyi rap Rusia, inilah lima tipe selebritas Instagram terpopuler di Rusia

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki