Kecelakaan, Menteri Situasi Darurat Rusia Meninggal Dunia Selagi Bertugas

Yevgeny Zinichev saat menginspeksi kebakaran hutan yang melanda wilayah Yakutia, Timur Jauh, Rusia.

Yevgeny Zinichev saat menginspeksi kebakaran hutan yang melanda wilayah Yakutia, Timur Jauh, Rusia.

Kementerian Situasi Darurat Rusia/Global Look Press
Menteri Situasi Darurat Rusia Yevgeny Zinichev meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan fatal di Kota Norilsk, Rusia utara, Rabu (8/9).

“Dengan penuh dukacita, Kementerian Situasi Darurat Rusia menginformasikan bahwa Yevgeny Zinichev meninggal dunia dalam penugasan sewaktu ia tengah berupaya menyelamatkan nyawa seseorang dalam latihan antardepartemen yang dirancang untuk melindungi wilayah Arktik dari situasi darurat,” demikian bunyi siaran pers Kementerian Situasi Darurat Rusia.

Menurut laporan awal, Zinichev sedang berdiri di tepi tebing ketika seorang juru kamera terpeleset dan terjatuh. Zinichev segera terjun dari tebing untuk menyelamatkan sang juru kamera, tetapi ia menabrak batu dan mengalami cedera serius.

Keduanya segera dilarikan ke rumah sakit, tetapi meninggal dalam perjalanan.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengonfirmasi bahwa Presiden Putin telah diberitahu tentang peristiwa tragis tersebut dan telah mengirim pesan belasungkawa kepada keluarga Zinichev, kata Kremlin.

“Presiden Putin menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas kepergian Evgeny Zinichev. Keduanya telah bekerja sama selama bertahun-tahun. Presiden merasa sangat kehilangan. Ia juga telah mengirim pesan belasungkawa kepada keluarga dan teman-teman Zinichev,” kata Peskov.

Zinichev lahir di Leningrad (sekarang Sankt Peterburg) pada 1966. Pada 1987, ia menjadi perwira KGB dan sejak 1991 bertugas di Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB), memegang berbagai jabatan, dan menemani Presiden Vladimir Putin dalam perjalanan kariernya. Zinichev menjadi menteri situasi darurat pada 2018 setelah menjabat sebagai wakil direktur FSB.

Menghubungi Vladimir Putin melalui telepon atau melewatkan panggilan dari sang presiden ternyata tak mungkin terjadi. Bacalah selengkapnya!

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki