Pesawat Pemadam Kebakaran Rusia Jatuh di Turki, Seluruh Awak Tewas

Pesawat amfibi Be-200 Rusia memadamkan kebakaran hutan di Turki.

Pesawat amfibi Be-200 Rusia memadamkan kebakaran hutan di Turki.

Global Look Press
Lima personel militer Rusia tewas dalam kecelakan pesawat amfibi Be-200 di Turki, Sabtu (14/8). Laporan tersebut dikonfirmasi Kementerian Pertahanan Rusia.

Lima personel militer Rusia dan tiga tentara Turki tewas dalam kecelakaan pesawat Be-200 di Turki, lapor Kementerian Pertahanan Rusia.

“Lima awak militer Rusia dan tiga warga negara Turki yang berada di dalam pesawat Be-200 Rusia yang jatuh di Turki tewas,” kata Kemenhan dalam sebuah keterangan pers.

Pesawat Be-200 jatuh di Provinsi Kahramanmarash, Turki pada Sabtu sore, 14 Agustus. Kecelakaan tersebut terjadi ketika pesawat hendak mendarat setelah memadamkan kebakaran hutan di dekat Kota Adana. Portal berita Hürriyet melaporkan, Be-200 menabrak gunung.

Rusia menyewakan Be-200 untuk memadamkan kebakaran di bagian selatan negara itu bulan lalu, menurut Otoritas Kehutanan Turki. Pada Juli lalu, Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengumumkan keberangkatan pesawat Be-200 dari satuan aviasi angkatan laut ke Turki untuk membantu memadamkan kebakaran hutan. Shoigu mengatakan, Presiden Vladimir Putin telah memberikan instruksi terkait misi tersebut.

Be-200, pesawat amfibi Rusia yang dirancang oleh Beriev Aircraft Company, sebelumnya diproduksi oleh pabrik penerbangan Irkutsk. Pesawat multifungsi ini merupakan hasil pengembangan industri pesawat terbang Rusia yang dibangun dengan menggunakan teknologi aviasi modern untuk memadamkan kebakaran hutan. Be-200 mampu mendarat di permukaan air dan menampung 12 ton air ke dalam lambung pesawat yang kemudian disiramkan pada titik-titik api. Tak hanya itu, ia pun mampu lepas landas baik dari daratan maupun dari permukaan air.

Be-200 bukan satu-satunya pesawat amfbi Rusia. Negara ini memang memimpin pembuatan kapal terbang amfibi di berbagai kelas!

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki