Mengapa Tentara dan Polisi Mendominasi Perolehan Medali Rusia pada Olimpiade Tokyo 2020?

Aleksey Kudenko/Sputnik
Rusia membawa pulang 71 medali pada Olimpiade Tokyo 2020. Namun, bagaimana bisa setengah dari hasil terbaik dalam 17 tahun itu diraih oleh anggota militer dan penegak hukum?

Sofia Velikaya, yang membawa pulang emas di nomor tunggal anggar dan perak di nomor ganda, adalah kapten Angkatan Bersenjata. Vitalina Batsarashkina, yang memenangkan dua medali emas dan satu perak dalam menembak, adalah seorang letnan Garda Nasional. Sementara, Evgeniy Rylov, yang membawa pulang dua medali emas nomor tunggal renang gaya punggung dan satu perak untuk nomor beregu, adalah seorang sersan senior di kepolisian Rusia. 

Pemain CSKA Denis Denisov (dan juara anggar Olimpiade Sofia Velikaya.

Ternyata, lebih dari separuh juara Rusia yang naik podium Olimpiade di Tokyo tahun ini juga mengenakan seragam. Dari mana sebenarnya semua sersan dan perwira ini berasal? Apakah Rusia benar-benar menempa juara dari kompi dan batalyon terpilih? 

Tradisi Soviet

Sebenarnya, ini sedikit lebih sederhana dari itu. Memang benar, militer adalah pelopor dalam olahraga Soviet: untuk memutuskan siapa individu terkuat, angkatan bersenjata akan mengadakan berbagai kompetisi olahraga. Pada zaman Soviet, tentara dianggap sebagai elite olahraga. Pada pertengahan 1930-an, klub dan perkumpulan berbasis tentara didirikan, yang biasanya hanya menerima atlet terkuat. Bukan hal yang aneh jika tim sepak bola dan hoki es Uni Soviet hampir seluruhnya terdiri dari perwira militer. 

Mayor Elena Isinbaeva dan juara Olimpiade dalam gulat Yunani-Romawi Mayor Aleksey Mishin.

Banyak dari struktur olahraga ini dibuat sebagai departemen dan masih ada serta masih menghasilkan beberapa atlet terbaik negara hingga hari ini, sebagian karena memiliki sekolah terbaik dan pelatih terkemuka. Yang paling populer dan mungkin pernah Anda dengar adalah 'CSKA' ('Klub Olahraga Pusat Angkatan Darat') dan 'Dinamo' (organisasi olahraga Kementerian Dalam Negeri, yang dulunya terdiri dari pasukan polisi internal, sebelum berubah menjadi 'Rosgvardiya'— Garda Rusia).

Bagaimana Pangkat Diberikan?

Pada kenyataannya, tidak ada yang memaksa para atlet untuk benar-benar menjalani dinas militer dan tinggal di barak. Pangkat para atlet diberikan untuk pencapaian prestasi olahraga mereka.

“Kenaikan pangkat bergantung pada prestasi olahraga seseorang. Pangkat resmi yang dapat diraih para atlet adalah kapten sehingga setiap atlet memiliki kesempatan yang sama untuk naik ke tingkat tersebut dan bahkan sedikit melampauinya, dengan pertimbangan khusus,” ujar manajer CSKA Kolonel Artem Gromov.

Dari kiri, atlet biathlon Matvei Yeliseyev, Sergei Klyachin, Eduard Latypov, dan Alekse Kornev.

“Kami memiliki dewan ahli yang bertugas merekomendasikan atlet terkemuka negara yang sangat cocok untuk dinas militer dan mereka yang akan melakukannya dengan baik melalui kontrak,” jelas layanan pers CSKA. Ini juga merupakan sumber pendapatan yang baik bagi para atlet, karena mereka menerima gaji dari klub olahraga dan gaji tambahan untuk pangkat militer mereka. Setelah pensiun dari olahraga, mereka bisa tetap melanjutkan karier militer atau kepolisian mereka.

Apakah Hanya Rusia yang Menerapkan Sistem Ini?

Dari kiri, atlet luge Albert Demchenko, atlet bobsled Aleksandr Zubkov, atlet senam Svetlana Khorkina, dan atlet bobsled Dmitry Trunenkov.

Tidak juga. Banyak bintang olahraga di seluruh dunia juga bertugas di militer, yang juga memungkinkan mereka untuk bertanding dalam kompetisi Dewan Olahraga Militer Internasional (IMSC). IMSC adalah badan olahraga paling berpengaruh di dunia setelah Komite Olimpiade Internasional (IOC).

Banyak prestasi yang ditorehkan para atlet Rusia pada Olimpiade Tokyo 2020. Namun, inilah delapan yang paling utama.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Baca selanjutnya

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki