Tujuh Harta Karun Arsitektur Moskow

Ribuan rumah tua, perkebunan, gereja, dan bahkan bangunan bekas pabrik di Moskow dilindungi negara sebagai objek warisan budaya. Inilah beberapa situs warisan budaya “baru” yang paling menarik perhatian.

1. Stasiun Kereta Api Rizhsky

Moskow memiliki banyak stasiun kereta api dan masing-masing merupakan mahakarya arsitektur tersendiri. Didesain dengan gaya neo-Rusia, Stasiun Rizhsky menyerupai menara Rusia Kuno dengan atap bergaya kokoshnik (semacam pelengkung dekoratif berbentuk setengah lingkaran pada bagian atap) dan jendela dengan ornamen-ornamen bergaya Art Nouveau. Inilah stasiun karya arsitek Stanislav Brzhozovsky yang juga merancang Stasiun Vitebsky yang indah dan modern di Sankt Peterburg.

Meskipun Stasiun Rizhsky dibangun pada 1899 untuk menghubungkan Moskow dengan negara-negara Baltik dengan jalur kereta api, stasiun ini baru mendapatkan nama modernnya pada 1946. Sebelum berubah nama menjadi Rizhsky, yang berarti ‘Riga’ (ibu kota Latvia), stasiun ini bernama Vindavsky. Vindavsky itu sendiri mengacu pada Vindava, kota pelabuhan Latvia (sekarang Ventspils) yang merupakan tujuan akhir jalur kereta tersebut.

Meski begitu, bagian dalam stasiun ini cukup sederhana tanpa dekorasi yang berlebihan: interiornya dirancang dalam campuran gaya Imperium dan Art Nouveau.

2. Rumah dengan caryatid dan mascaron

Ruko bekas kediaman saudagar Kamzolkin di Prospekt Mira didirikan pada akhir abad ke-19 dan dibangun kembali beberapa tahun kemudian setelah kebakaran. Sang arsitek, Vasily Zagorsky, adalah orang yang nantinya membangun Konservatorium Moskow. Di lantai dasar ruko itu terdapat aula besar untuk segala aktivitas perdagangan, sedangkan dua lantai di atas disewakan sebagai tempat tinggal.

Fitur utama bangunan tersebut terlihat pada fasadnya yang penuh dengan tiang-tiang, caryatid (patung-patung perempuan), dan mascaron. Seluruh dekorasi ini dibuat oleh pematung muda Sergei Konenkov yang kelak dikenal sebagai Rodin Rusia.

3. Stasiun Ambulans Rogozhsky

Bangunan ini didirikan pada 1903 atas perintah Dewan Kota Moskow dengan gaya neo-Rusia seperti Stasiun Rizhsky. Bangunan bata merah yang sekilas menyerupai rumah dalam negeri dongeng ini dirancang oleh arsitek Nikolai Blagoveshchensky, yang karya-karyanya mencakup selusin gereja, institusi publik, dan ruko.

Dari tahun 1903 hingga 1960-an, bangunan ini ditempati oleh sebuah klinik yang dijuluki Rogozhskaya ambulatoria ‘stasiun ambulans’. Pada dekade berikutnya, bangunan itu sudah rusak dan ditinggalkan. Bagaimanapun, bangunan itu direnovasi sebagai toko makanan dan Museum Seni Kuliner, dan masih bertahan hingga kini.

4. Ruko dengan burung-burung api

Ruko E.K. Kalinovskaya adalah contoh terbaik arsitektur gaya Art Nouveau akhir. Bangunan lima lantai ini didirikan pada 1911 berdasarkan desain Ernst Nirnsee, seorang arsitek progresif yang membangun banyak ruko di pusat kota Moskow, serta “pemotong awan” (sebutan bagi gedung pencakar langit dalam bahasa Rusia) pertama di kota itu, yaitu hunian bertingkat lebih dari delapan lantai.

Selain strukturnya yang tinggi, bangunan yang terletak di Tverskaya-Yamskaya ulitsa No. 4 ini menampilkan dekorasi keramik yang membentuk burung-burung api karya seniman Aleksandr Golovin. Rumah itu didekorasi dengan jendela ceruk segala ukuran sehingga memberikan kesan asimetris pada fasad. Sayang, penambahan lift pada 1990-an justru agak merusak penampilannya.

5. Rumah dengan topeng Hermes di Kuznetsky Most

Rumah di ulitsa Kuznetsky Most ini dikenal sebagai “gedung perkantoran”. Sejak dibangun pada 1901, ketiga lantai bangunan bergaya Eklektik ini (dirancang oleh arsitek Mitrofan Arsenyev) ditempati oleh toko dan kantor. Kebetulan, ini adalah salah satu dari sedikit bangunan yang hampir sepenuhnya mempertahankan penampilan aslinya.

Fasad bangunan ini dihiasi herma, pilar-pilar batu antik dengan ukiran kepala perempuan di atasnya, sehingga memberikan kesan “horor”. Sementara itu, di antara lantai kedua dan ketiga terdapat empat bundaran dengan topeng Hermes, yang dalam mitologi Yunani termasuk dewa pelindung perdagangan. Hingga kini, bangunan tersebut masih ditempati banyak toko.

6. Kediaman Zinaida Morozova

Rumah mewah di ulitsa Spiridonovka ini merupakan hadiah dari Savva Morozov, seorang dermawan dan industrialis ternama, kepada istrinya Zinaida. Rumah ini dibangun oleh arsitek terkenal Fyodor Shekhtel dengan memadukan unsur-unsur Art Nouveau awal dan Neo-Gotik. Interiornya dirancang oleh seniman Mikhail Vrubel.

Setelah kematian suaminya, Zinaida menjual rumah itu kepada pengusaha terkenal lainnya, Mikhail Ryabushinsky. Sang pengusaha, yang juga merupakan seorang kolektor lukisan, melengkapi rumah itu dengan lukisan-lukisan karya seniman besar Rusia dan asing, seperti Karl Bryullov, Valentin Serov, Mikhail Repin, Pierre Renoir, Camille Pissarro, Edgar Degas, dan banyak lainnya. Setelah Revolusi Rusia, dia menghibahkan banyak lukisan ke Galeri Tretyakov, sementara dia sendiri pindah ke luar negeri. Pada 1920-an, harta karun berupa lukisan karya seniman-seniman besar ditemukan di rumah itu.

Pada era Soviet, bangunan itu dialihkan ke Kementerian Luar Negeri, yang masih menggunakannya untuk resepsi karpet merah hingga kini.

7. Rumah kayu saudagar Vinogradov

Dibangun pada 1880, rumah yang terletak di Krutitsky pereulok No. 2 ini awalnya merupakan properti milik saudagar bernama Dmitry Vinogradov, yang juga memiliki pengecoran besi di dekatnya. Bagaimanapun, rumah kayu ini masih terpelihara dengan sempurna.

Bangunan ini merupakan contoh arsitektur kayu abad ke-19 dengan atap pelana bergaya kokoshnik, cornice berukir dan — elemen menarik lainnya — dormer berjendela. Pintu rumah itu juga dilengkapi bingkai berukir. Diubah menjadi apartemen setelah Revolusi Oktober 1917, rumah antik itu kini digunakan sebagai ruang kantor.

Saat ini, terdapat sekitar 500 rumah kayu di Moskow, tiap rumah memiliki sejarah dan keunikan arsitektur tersendiri.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki