Puasa 19 Jam, Begini Suasana Berbuka Puasa di Moskow (VIDEO)

Panca Syurkani
Di Rusia ada juga acara berbuka puasa bersama. Setelah ditiadakan tahun lalu karena pandemi COVID-19, acara buka puasa bersama yang digelar setiap Ramadan kembali digelar di Masjid Memorial Moskow.

Program buka puasa bersama yang diberi nama Shator Ramadan 'Tenda Ramadan' kembali diselenggarakan oleh Dukhovnoye Upravleniye musulman (DUM) Moskvy 'Dewan Spiritual Muslim Moskow' di Masjid Memorial, Poklonoya Gora, Moskow.

Dalam video acara pembukaan yang dibagikan di saluran YouTube resminya DUM menjelaskan, tahun ini para tamu yang ingin mengikuti acara berbuka harus mematuhi protokol kesehatan. Selain berbuka puasa, program Tenda Ramadan juga diisi dengan sajian budaya baik dari dalam negeri maupun dari negara-negara tetangga.

Pada Ramadan kali ini, puasa hari pertama di Moskow berlangsung selama 16 jam dan 35 menit, dari pukul 02.59 hingga 19.34. Sementara, puasa terpanjang akan berlangsung pada hari ke-22, yaitu selama 19 jam dan 23 menit, dari pukul 00.52 hingga 20.16.

Tahun lalu, Program berbuka puasa bersama di tenda ditiadakan karena pandemi COVID-19. Pada tahun-tahun sebelumnya, tenda yang disediakan bisa menampung 550 orang sekaligus. Namun, tahun ini meja yang disediakan hanya mampu menampung 270 tamu dan hanya orang-orang yang memiliki undangan yang bisa masuk ke dalam tenda. Bagi yang tidak memiliki undangan, DUM tetap menyediakan makanan yang dikemas di dalam kantung dan membagikannya di beberapa titik di luar tenda.

Untuk mengetahui bagaimana suasana berbuka puasa sebelum pandemi melanda, berikut kami sajikan video liputan panjang suasana berbuka puasa di Tenda Ramadan Masjid Memorial Moskow, yang pernah ditayangkan secara langsung di media sosial kami pada 2019.

Ramadan tahun ini, umat Islam di Rusia menjalani puasa Ramadan selama 16 hingga hampir 20 jam.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki