Aksi Tempur 'Wanita Arktik' (VIDEO)

Tv Zvezda
Para prajurit wanita di brigade ini dipercayakan untuk melakukan semua tugas, di antaranya menyelamatkan prajurit yang terluka hingga menembakkan senapan mesin berat.

Perintah “bertempur!” kini merupakan hal yang biasa terdengar di telinga para prajurit wanita di ketentaraan Rusia. Mereka mungkin terlihat rapuh dari luar, tetapi di dalam, mereka kokoh seperti baja. Mereka mengambil dan mengubah posisi, menembakkan ratusan timah panas dan bertempur dengan “musuh”. Di kelas, mereka tidak mendapatkan perlakuan istimewa dan di medan perang mereka setara dengan prajurit pria.

Gadis-gadis dari Brigade Senapan Bermotor Armada Utara ini misalnya, mereka dapat menembakkan senjata dengan posisi apa pun.

Para “wanita Arktik”, julukan yang disematkan kepada mereka, biasa melintasi berbagai berbagai wilayah menggunakan ski. Memang, bagi sebagian prajurit wanita, itu bukanlah pengalaman pertama mereka. Prajurit Olga Belova misalnya, yang terbiasa menghadapi tumpukan salju setinggi manusia di tempat asalnya, Sakhalin. Namun, ini adalah pertama kalinya dia melakukan serangan di bawah kepulan asap, jelas saluran TV Zvezda.

“Menembak, meluncur, serta berusaha untuk tidak kehilangan tongkat dan memuat ulang senjata, tentu saja sulit, tetapi kesannya bagus,” kata Belova.

Para wanita Arktik menguasai berbagai jenis senjata, mulai dari yang kecil hingga senapan mesin berat Kord, yang tolakan baliknya bisa membuat tangan pria tersentak. 

Komandan Batalyon Vladislav Esin sangat senang bahwa "gadis-gadis tangguh" seperti itu bertugas di bawah komandonya. Mereka bisa mengatasi segalanya: iklim, suhu rendah, salju tebal, dan senapan mesin berat.

Tidak ada konsep "wanita" di ketentaraan, yang ada hanyalah "prajurit wanita", tegas sang komandan.

Memerangi kejahatan dan menjaga keamanan di jalanan, inilah para bidadari di korps kepolisian Rusia.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki