'Soldatik': Film Kisah Nyata tentang Tentara Termuda Soviet dalam Perang Dunia II

Discover Russia
BORIS EGOROV
Meski sulit dipercaya, kisah dalam film perang yang menarik untuk anak-anak dan orang dewasa ini benar-benar nyata.

Sekilas, alur cerita film 'Soldatik' (Prajurit Kecil) benar-benar tampak seperti karangan belaka. Sulit dipercaya bahwa Tentara Merah merekrut seorang bocah berusia enam tahun ketika Perang Dunia (PD II) berlangsung. Usianya yang muda dan tubuhnya yang mungil sangat berbanding terbalik dengan kebesaran nyalinya di medan perang. 

Meski demikian, kisah bocah prajurit Seryozha Shiskin benar-benar nyata. Keberaniannya di medan perang telah membuatnya diganjar medali tanda jasa.

Bocah Yatim Piatu yang Kelaparan dan Tersesat

'Soldatik' yang asli, Sergei Aleshkov, menjadi yatim piatu pada usia muda ketika ibu dan saudara laki-lakinya dieksekusi Nazi karena terkait dengan gerakan partisan Soviet.

Lapar dan tersesat, Seryozha yang berusia enam tahun berjalan di hutan untuk waktu yang lama sebelum ditemukan oleh pasukan pengintai dari Resimen Senapan ke-142 Soviet. Meski  kehilangan segalanya, bocah itu selalu bersikap positif dan gembira. Para prajurit akhirnya memutuskan membawa bocah itu ke resimen mereka dan mengangkatnya sebagai putra.

Sang komandan resimen Mikhail Vorobyev akhirnya mengadopsinya secara resmi. Saat itulah karir militer Sergei Aleshkov dimulai. Karena berbagai tindakan beraninya, ia tak hanya mendapatkan luka pertempuran, tetapi juga diganjar medali tanda jasa.

Film untuk Anak-Anak dan Orang Dewasa

Kisah prajurit kecil itu ditemukan oleh sutradara Viktoria Fanasyutina di situs web yang didedikasikan untuk para pahlawan perang. Pada awalnya dia tidak mempercayai apa yang dibacanya dan menganggapnya kisah itu palsu.

“Anak itu dianugerahi medali atas keberaniannya di medan perang. Hal itu terdengar  tidak normal, aneh dan mengerikan. Akan tetapi, pada saat yang sama, hal itu benar-benar nyata,” ujar Fanasyutina. “Awalnya saya mengira cerita itu palsu harena hal seperti itu tidak mungkin terjadi. Jadi, kami (Fanasyutina dan timnya – red.) mulai menelusuri fakta dengan melibatkan masyarakat sejarah militer Rusia dan menemukan bahwa kisah itu benar-benar nyata — pada saat itu (ketika PD II), memang ada seorang anak laki-laki yang mendapatkan medali." 

Sekitar 400 anak mengikuti audisi untuk peran Seryozha Shishkin dan peran tersebut akhirnya jatuh ke tangan Andrei Andreev. Aktor muda itu memukau para kru dengan etos kerjanya yang kuat. Alih-alih mempelajari dua adegan yang diperlukan untuk audisi, ia mendalami seluruh naskah setebal 200 halaman.

'Soldatik' juga sangat menonjol sebagai film PD II. Ini adalah salah satu film langka yang menarik untuk ditonton anak-anak dan orang dewasa.

 “Kami memahami bahwa cerita ini perlu diceritakan secara hati-hati dan bersih, sama seperti bagaimana kisah itu diceritakan kepada kami oleh orang-orang yang benar-benar terlibat langsung dalam perang ... Dengan demikian, menjadi jelas bahwa hal utama dalam perang adalah orang, hubungan orang-orang, dan kepercayaan mereka pada kemenangan."

Klik di sini untuk mengetahui lima film Rusia yang paling dinantikan pada 2021.