Lebih dari Satu Setengah Juta Warga Rusia Telah Menjalani Vaksinasi COVID-19

Seorang wanita lanjut usia tengah menjalani vaksinasi COVID-19 dengan vaksin Sputnik V, Jumat (1/1).

Seorang wanita lanjut usia tengah menjalani vaksinasi COVID-19 dengan vaksin Sputnik V, Jumat (1/1).

Nikolay Gyngazov/Global Look Press
"Tidak ada efek samping baru yang ditemukan saat vaksinasi," ujar Aleksandr Gunzburg, Direktur Gamaleya Center, yang mengembangkan vaksin COVID-19 'Sputnik V'.

Lembaga Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) mengumumkan, lebih dari satu setengah juta warga Rusia telah menjalani vaksinasi COVID-19 menggunakan vaksin Sputnik V yang dikembangkan Gamaleya Center, sebagaimana dilaporkan kantor berita Rusia TASS, Minggu (10/1).

"Lebih dari 1,5 juta orang telah divaksinasi dengan Sputnik V. Vaksin tersebut tidak menyebabkan alergi parah," jelas RDIF.

Sebelumnya, Direktur Gamaleya Center Aleksandr Gunzburg mengatakan, pada akhir liburan Tahun Baru, Minggu (10/1), sebanyak 1,5 juta dosis Sputnik V akan didistribusikan kepada masyarakat sipil di Rusia.

Dia juga mencatat, tidak ada efek samping baru yang ditimbulkan oleh vaksin COVID-19 buatan Rusia yang pertama terdaftar di dunia itu.

Vaksinasi terhadap infeksi COVID-19 dimulai di semua wilayah Rusia pada pertengahan Desember lalu atas perintah langsung dari Presiden Vladimir Putin.

Menurut data resmi pemerintah Rusia hingga Senin (11/1), jumlah kasus COVID-19 di Rusia mencapai 3.425.269, dari total 93,9 juta tes yang telah dilakukan. Dari jumlah tersebut, 2.800.675 orang telah sembuh dan 62.273 orang meninggal. Sementara, jumlah kasus yang terdeteksi dalam 24 jam terakhir mencapai 23.315.

Tak hanya Sputnik V, Rusia ternyata mengembangkan 26 vaksin COVID-19.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki