Apa yang Dibutuhkan Seorang Perempuan Rusia untuk Menikah?

Discover Russia
ANNA SOROKINA
Pada masa lalu, sebuah keluarga Rusia akan mengumpulkan harta bawaan untuk putri mereka sejak ia dilahirkan. Anggaran negara bahkan memiliki pengeluaran khusus untuk harta bawaan anak perempuan dalam keluarga Kekaisaran Rusia.

Dewasa ini, dalam masyarakat modern, orang-orang biasanya menikah karena cinta, padahal sebelumnya perkawinan lebih merupakan persatuan yang menguntungkan secara ekonomi bagi kedua belah pihak (walaupun perasaan juga ikut berperan). Makin bangsawan dan kaya suatu keluarga, pendekatan untuk mencari pasangan demi keturunan mereka pun makin mendalam.

Salah satu kriteria paling penting adalah harta bawaan pengantin perempuan yang ditunjukkan melalui kekayaan keluarganya untuk menarik perhatian calon suami. Karena, setelah menikah, sang perempuan harus dijaga oleh suaminya, harta bawaan inilah yang, seolah-olah, dianggap sebagai kontribusinya untuk keuangan keluarga dan “keamanannya”. Pada saat yang sama, sang suami hanya bisa membuang harta bawaan sang istri dengan persetujuannya dan ia tidak memiliki hak atas properti pranikahnya. Aturan ini berlaku untuk pasangan di kelas mana pun, baik bangsawan maupun petani.

Apa Saja yang Termasuk Harta Bawaan?

Harta bawaan bisa terdiri dari berbagai hal. Dalam keluarga yang lebih miskin, harta bawaan biasanya termasuk barang-barang rumah tangga, misalnya, linen tempat tidur, taplak meja, renda, kain buatan tangan, atau piring. Seorang pengantin perempuan harus memiliki segala yang ia butuhkan untuk mengurus sebuah rumah, setidaknya untuk memulainya. Barang-barang itu disimpan di dalam peti kayu besar, yang dibawa oleh gadis muda itu ke rumah suaminya setelah pernikahan.

Orang tua yang kaya biasanya menambahkan rumah, tanah, perhiasan, mantel bulu, dan juga rekening bank.

Dalam keluarga petani, perempuan dapat memiliki sapi atau domba, dan jika dia menjual, misalnya, barang-barang yang terbuat dari wol domba-dombanya, uang itu juga menjadi miliknya (dan anak-anaknya).

Harta bawaan ini dikumpulkan sejak si perempuan masih kecil. Pertama, harta ini dikumpulkan oleh ibunya, dan kemudian oleh calon pengantin perempuan itu sendiri. Gadis-gadis membuat sendiri pakaian dan tekstil dapur, bersaing dalam keterampilan menjahit mereka sehingga harta bawaan mereka akan terlihat lebih menarik daripada yang lain.

Harta bawaan bukanlah sesuatu yang dirahasiakan oleh keluarga. Sebaliknya, mereka biasanya akan memberi tahu calon mempelai laki-laki tentang properti anak perempuan mereka. Setelah pernikahan disepakati, inventarisasi harta bawaan akan dilakukan, dan pada hari pernikahan, kerabat mempelai perempuan secara tradisional akan menuntut “tebusan” untuk properti itu.

Pengantin dengan Kepentingan Negara

Harta bawaan gadis-gadis dari keluarga bangsawan yang berhubungan dengan keluarga kekaisaran diatur oleh hukum Kekaisaran Rusia. Menurut undang-undang 1797, jika pernikahan dilakukan atas permintaan raja asing, gadis itu menerima harta bawaan dari kas negara, tergantung pada seberapa dekat hubungannya dengan tsar, dari 100.000 rubel (untuk seorang cici perempuan) hingga satu juta (untuk anak perempuan). Pada tahun 1886, jumlah yang dikeluarkan untuk keluarga jauh berkurang menjadi 30.000 rubel. Selanjutnya, setelah pernikahan, gadis itu hanya menerima setengah dari jumlah itu, sementara sisanya disimpan di bank dan dia dibayar bunga tahunan. Tender digelar di antara pemasok berbagai barang untuk menyediakan harta bawaan untuk anak perempuan atau cucu seorang tsar: pabrik porselen, gelas dan furnitur sangat berharga, prestisenya melekat pada pesanan tersebut, sedangkanya manfaatnya melekat pada reputasi perusahaan mereka.

Jika seorang Grand Duchess menikah dengan orang asing, ia harus menandatangani kontrak pernikahan. Selain itu, jika suaminya memiliki keyakinan yang berbeda, harta bawaan dari pengantin perempuan yang menikah dengan keluarga asing termasuk gereja portabel dengan semua perlengkapan gereja yang diperlukan. Pengantin Rusia di luar negeri biasanya menghabiskan uang mereka untuk rumah tangga mereka, jalan-jalan, dan kebutuhan mereka sendiri.

Bisakah Seorang Perempuan Menikah Tanpa Harta Bawaan?

Seorang tetap bisa menikah tanpa harta bawaan. Namun, mereka tidak dapat mengandalkan pasangan yang sangat baik. Dramawan ternama Rusia abad ke-19 Alexander Ostrovsky menulis sebuah drama berjudul “Tanpa Harta Bawaan” tentang seorang gadis muda yang dipaksa untuk bertunangan dengan seorang pria yang menurutnya menjijikkan karena orang yang ia cintai telah memilih pengantin yang lebih kaya. Pada akhirnya, tunangannya membunuhnya karena cemburu.

Apakah Orang-Orang Masih Mempraktikkan Tradisi ini?

Tradisi pernikahan berubah drastis pada awal abad ke-20 ketika perempuan diberi hak yang sama dengan pria. Harta bawaan tak lagi penting meskipun perempuan terus mengumpulkan seprai dan handuk sebelum pernikahan mereka, bahkan semasa Soviet. Di desa-desa, Anda masih bisa menjumpai peti kayu dengan harta bawaan nenek dan nenek buyut berupa barang-barang antik.

Di republik-republik Kaukasus Utara, harta bawaan masih merupakan bagian tak terpisahkan dalam tiap pernikahan. Meskipun, tentu saja, kini tradisi itu bisa disatukan dengan cara yang sangat modern dan nyaman. Di Chechnya dan Dagestan, ada “toko harta bawaan” khusus tempat Anda dapat membeli semua yang Anda butuhkan dan segera mengemasnya ke dalam peti yang cantik.

Pada zaman modern ini, harta bawaan biasanya termasuk hal-hal yang seharusnya bisa bertahan lama bagi pengantin perempuan pada tahun pertama pernikahannya. Ini termasuk linen tempat tidur, pakaian, sepatu, perhiasan, mantel bulu, tas, kosmetik, serta hadiah untuk anak perempuannya kelak.

Apakah Anda pikir semua orang Rusia gila? Cobalah lihat permainan-permainan yang biasa orang-orang Rusia mainkan ini selama pesta pernikahan!