Husky Bersweter Biru: Mirip Kisah Hachiko, Anjing Ini Setia Tunggu sang Majikan Pulang Kerja

Aleksandr Podgorchuk/Klops
Ingatkah Anda kisah haru Hachiko, seekor anjing yang setia menunggu majikannya pulang kerja? Di Rusia ada juga cerita serupa, seekor husky bersweter biru menunggu pemiliknya pulang bekerja setiap hari.

Seekor husky bersweter biru terang tampak murung di luar pusat perbelanjaan "Mega", Kaliningrad (1.271 km di sebelah barat Moskow), Rusia. Setiap hari, ia menunggu di sana selama delapan jam hingga majikannya pulang kerja, sebagaimana yang dilapokan oleh portal daring Rusia, Klops

Pekan lalu, sang pemilik yang bernama Svetlana memutuskan untuk menempelkan tulisan di dinding dekat sang peliharaan menunggunya, yang menjelaskan bahwa anjing itu tidak ditinggalkan, melainkan sedang menunggu pemiliknya. Hal itu ia lakukan agar orang-orang yang lewat tak salah paham. Ia juga menuliskan bahwa peliharaanya itu tidak kedinginan dan tidak lapar karena sudah diberi makan sebelum meninggalkan rumah. Namun, ia tidak menyebutkan nama sang peliharaan karena takut anjing kesayangannya itu dibawa oleh orang asing.

Setiap jam, Svetlana menyempatkan diri untuk mengunjungi sang peliharaan dan mengajaknya berjalan-jalan selama sepuluh menit. Begitu juga pada waktu makan siang, ia juga menyisihkan waktunya untuk memberi makan dan berjalan dengan husky itu.

"Tatapan sedih, karena saya tidak ada di sana. Tanpa saya ikat pun, dia akan tetap berbaring dan menunggu saya di sana," ujar Svetlana.

Meninggalkan husky itu di rumah bukan pilihan bagi Svetlana, karena ia tinggal di apartemen komunal sewaan, di mana sejumlah orang tinggal di kamar-kamar pada unit apartemen yang sama.

"Kami tinggal di sebuah apartemen bersama sewaan. Saya tidak bisa meninggalkannya sendirian karena penghuni yang lain akan terganggu dengan lolongannya dari pagi hingga sore. Ada seorang nenek dan bayi tujuh bulan di sebelah kamar saya. Jika ia melolong, kami pasti ditendang keluar dari apartemen itu," jelas Svetlana.

Menurutnya, cara yang saat ini mereka jalani adalah solusi terbaik bagi mereka berdua dan Anjingnya pun tak ada masalah dengan hal itu.

Husky itu menjadi bagian dari keluarga Svetlana sejak empat tahun lalu. Ketika itu, keluarganya membawa sang husky dan ayah anjing itu dari penampungan. Namun, sebulan kemudian keluarganya menyerahkan husky yang masih kecil itu kepada orang lain. Svetlana yang telah jatuh hati pada anak anjing itu pun menangis semalaman karena merasa kehilangan.

"Saya menangis dari jam 7 malam sampai jam 4 pagi. Keesokan harinya, pemiliknya yang baru menghubungi kami dan meminta kami menjemputnya kembali karena anak anjing itu tak henti-hentinya mengonggong," kenang Svetlana.

Sejak saat itu, ia dan anjing itu menjadi tak terpisahkan. Mereka selalu bepergian bersama, baik bekerja, ke toko, klinik, taman kanak-kanak, dan ke mana pun.

"Saya tak menganggapnya sebagai binatang, melainkan sebagai teman, bahkan putra. Kami memiliki bintang yang sama, yaitu Capricorn. Saya mengerti dia sepenuhnya, tetapi dia benar-benar lebih mengerti saya," katanya.

Svetlana pernah hampir kehilangan anjing kesayangannya itu karena keracunan. Anjing itu sama sekali tak menanggapi panggilan Svetlana sehingga ia segera melarikannya ke klinik hewan. Ketika dokter memeriksa sang peliharaan, Svetlana terkejut anjingnya masih bernafas. "Rupanya, dia selamat karena cinta yang besar," kenangnya.

Terkait dengan situasi yang tengah berlangsung, di mana anjing itu menunggu sang majikan seharian di tengah cuaca dingin, Doktor Ilmu Kedokteran Hewan Aleksandr Muromtsev mengatakan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

"Husky adalah jenis anjing yang bisa menahan dingin. Jadi, tidak ada bahaya. Saya kira tidak ada yang salah dengan situasi ini karena tidak ada salju sekarang, dan faktanya anjing itu juga baik-baik saja di luar," komentarnya.

Husky adalah anjing yang menggemaskan. Inilah 20 alasan mengapa anjing itu dikatakan demikian.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki