Anjing Militer Rusia: Patroli, Lacak Ranjau, Hingga Jadi Pahlawan Perang

Pada masa Perang Dunia II, anjing militer mengantarkan 700 ribu tentara yang terluka dari medan perang ke rumah sakit terdekat. Foto: Mikhail Voskresenskiy/RIA Novosti

Pada masa Perang Dunia II, anjing militer mengantarkan 700 ribu tentara yang terluka dari medan perang ke rumah sakit terdekat. Foto: Mikhail Voskresenskiy/RIA Novosti

Anjing polisi sangat populer berkat film seperti Kommissar Rex yang menggambarkan pekerjaan sehari-hari mereka: melacak, mengejar, dan menangkap penjahat. Namun, anjing-anjing yang mengabdi pada Angkatan Bersenjata malah terlupakan, padahal hingga saat ini terdapat sekitar enam ribu anjing tentara yang menjadi bagian dari militer Rusia, bahkan pernah menjadi sosok yang sangat heroik di masa perang.

 

Pasukan elit anjing Rusia dilatih di Pusat Pelatihan ke-470. Saat ini, lebih dari 400 calon pelatih anjing militer telah memulai tahap akhir persiapan. Untuk menjadi pelatih anjing milter, seseorang perlu belajar selama enam bulan. Ia harus menyelesaikan tugas yang berkaitan dengan senjata dan perawatan hewan, serta mempelajari landasan pelatihan bagi rekan berkaki empatnya.

Sabar dan Tak Agresif

Profesi pelatih anjing militer dianggap sebagai salah satu pekerjaan yang paling bergengsi, dan Kementerian Pertahanan Rusia lebih memilih untuk mempekerjakan orang-orang yang memiliki profesi serupa dalam kehidupan sehari-hari, seperti sebagai dokter hewan atau petugas kebun binatang. Karakter yang dimiliki pelatih juga merupakan pertimbangan penting. Orang yang sabar, tak agresif, bertanggung jawab, serta mampu melakukan aktivitas monoton lebih mungkin dipilih, karena pekerjaan melatih anjing melibatkan komando berulang-ulang dan melakukan tugas yang sama secara terus-menerus.

Saat telah memasangkan anjing dengan pelatih yang tepat, kesuksesan sudah separuh jalan. Fase persiapan keduanya dapat menghadapi banyak tantangan yang kerap menyulitkan tercapainya tujuan.

Di peternakan Zvezda, yang terletak di Pusat Pelatihan ke-470, sebuah peranakan baru diperkenalkan pada tahun 1952: jenis Black Terrier. Anjing ini juga disebut sebagai Anjing Stalin.

“Hal yang paling sulit adalah persiapan awal,” kata Vadim Popov, yang bekerja di Pusat Pelatihan Anjing ke-470 selama masa wajib militernya. “Persiapan umum tak berbeda dengan yang dilakukan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Anjing dilatih untuk berjalan di dekat Anda, harus terbiasa dengan tali dan kalung, dilatih untuk melompat, memanjat tangga vertikal, serta berenang. Ada beberapa kesalahan yang perlu dihindari saat melatih anjing, seperti jika Anda memberi komando yang salah dan sang anjing tak memahaminya, atau Anda terlalu menuntut hewan, terlalu berharap lebih pada kemampuan anjing tersebut," terang Popov.

Proses pelatihan tak terlalu lama, pada tahap awal persiapan ‘militer’ khusus, Anda sudah bisa melihat kemajuan. Mengajari hal-hal sulit seperti beraksi terhadap kedipan meriam atau ledakan, membedakan posisi depan dan belakang, serta menghentikan pelanggar peraturan akan menjadi hal yang mudah.

Pelacak Ranjau dan Anjing Patroli

Pusat Pelatihan ke-470 saat ini fokus pada dua jenis pelatihan anjing: mendeteksi ranjau dan melakukan patroli.

Anjing patroli bertugas mendeteksi pelanggar dari jarak jauh dan mulai menggonggong untuk memperingatkan penjaga mengenai kehadiran sang pengganggu. Anjing akan memutuskan sendiri apakah ia perlu menyerang tamu tak diundang tersebut atau tidak, dan jika merasa perlu, ia akan melakukannya.

Anjing pendeteksi ranjau memiliki peran yang lebih besar dibanding anjing patroli, terutama terkait ancaman aksi terorisme. Anjing pendeteksi ranjau tak tergantikan dan jauh lebih unggul dibanding segala macam teknologi.

Menurut Komandan Dmitri Karchevsky, hidup anjing adalah salah satu penemuan terbesar dalam sejarah. Pendeteksi ranjau paling canggih sekalipun tak bisa mendeteksi ranjau bercangkang plastik, sementara anjing selalu bisa menemukannya, karena ia dilatih untuk mempersepsikan bau khusus alat peledak tersebut. Pelatih anjing berpengalaman menjelaskan, sang pencari ranjau berkaki empat itu bahkan mampu mencium lokasi keberadaan alat peledak, seperti misalnya, dua lantai di atasnya. Spesialisasi kerja bergantung pada peranakan anjing. Bagi pendeteksi ranjau, peranakan terbaik adalah Spaniels dan Labrador, semetara semua tipe Shepherd, Rottweiler, dan Moscow Watchdog merupakan jenis terbaik untuk dijadikan anjing patroli, karena mereka lebih besar, kuat, dan paling penting: kejam.

Wajib Militer Delapan Tahun

Pada masa Perang Dunia II, anjing militer mengantarkan 700 ribu tentara yang terluka dari medan perang ke rumah sakit terdekat, menghancurkan lebih dari 300 tank, dan mengantarkan 200 ribu laporan penting.

Kadang anjing-anjing tersebut masuk militer bersama pemiliknya. Mereka sama-sama menjalani wajib militer selama satu tahun kemudian pulang. Namun, itu tak sering. Biasanya, sang wajib militer dan anjing bertemu di pusat peternakan, dan anjing menghabiskan rata-rata delapan tahun (setelah pelatihan di pusat tersebut anjing akan mengabdi di militer Rusia), sementara tentara hanya satu tahun. Sehinga, selama masa pelatihan anjing bisa berganti pemilik sebanyak tujuh hingga delapan kali.

Wajib militer kerap terikat pada sang anjing, namun, ia tak boleh membawanya pulang. Anjing militer adalah milik Kementerian Pertahanan, sama seperti tank dan pesawat. Namun, ketika sang prajurit berkaki empat tersebut pensiun dari militer, mereka boleh dibawa oleh tentara, yang akan merawat sang anjing di masa tuanya.

Baca juga: Ukraina Minta Lumba-lumba Militer Krimea Dikembalikan >>>

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.