Strategi Rusia Memerangi Virus Corona

Seorang turis mengenakan masker di Lapangan Merah, Moskow, Rusia, Rabu (29/1).

Seorang turis mengenakan masker di Lapangan Merah, Moskow, Rusia, Rabu (29/1).

Sergei Savostyanov/TASS
Kasus pertama virus Corona di wilayah Rusia terdeteksi pada akhir Januari lalu. Namun, pemerintah Rusia telah mengambil berbagai langkah optimal untuk mencegah penyebaran wabah asal Tiongkok yang telah menggemparkan seisi dunia itu.

Seperti yang dilaporkan oleh Interfax, Wakil Perdana Menteri Rusia Tatyana Galikova menyatakan bahwa kasus pertama virus Corona di Rusia ditemukan di Zabaykalsky Krai dan Tyumen. Kedua penderita yang merupakan warga negara Tiongkok kini tengah menjalani karantina di sebuah fasilitas khusus. Sementara, menurut laporan Vedomosti, mengutip Kepala Pengawas Konsumen Rusia (Rospotrebnadzor) Anna Popova, gejala yang ditunjukkan keduanya tidak terlalu parah dan risiko penyebarannya masih sangat rendah. 

Meski demikian, pemerintah Rusia telah menempuh berbagai upaya untuk mencegah penyebaran virus dengan mengambil langkah-langkah sebagai berikut: 

1. Rusia telah menutup semua lalu lintas melalui perbatasan Mongolia.

2. Warga Rusia akan menjalani prosedur evakuasi sukarela dari kota Wuhan dan provinsi Hubei. Setibanya di Rusia, mereka akan menjalani karantina selama dua minggu.

3. Semua orang Rusia yang saat ini berada di pulau Hainan akan dievakuasi paling lambat pada 4 Februari. Mereka yang menunjukkan gejala juga akan dikarantina. 

4. Perusahaan Kereta Api Rusia tidak akan mengirim kereta api ke arah Tiongkok hingga 1 Maret, sementara setiap wilayah Rusia yang berbatasan dengan Tiongkok (Amur Krai, Khabarovsk Krai, dan Yevreyskaya avtonomnaya oblast atau Oblast Otonomi Yahudi) telah menutup perbatasannya sampai 7 Februari.

Seorang wanita dan anak-anak mengenakan masker medis setelah tiba dari Kota Sanya, Tiongkok, di Bandara Internasional Vladivostok, Rusia, Jumat (31/1).

5. Sebagian besar lalu lintas lalu lintas udara antara Rusia dan Tiongkok ditutup, kecuali penerbangan Aeroflot ke Hong Kong, Beijing dan Guangzhou. Sementara itu, maskapai reguler Tiongkok masih bisa mendarat di Bandara Sheremetyevo di Moskow, tetapi hanya Terminal F, sebagaimana dikutip Interfax dari seorang juru bicara bandara. 

6. Visa kerja untuk warga negara Tiongkok untuk sementara ditangguhkan, lapor TASS .

7. Layanan Antimonopoli Federal (FAS) dan Kementerian Kesehatan (Roszdravnadzor) menargetkan perusahaan dan apotek yang berusaha menjual obat-obatan dan masker dengan harga yang lebih tinggi.

8. Warga negara Belarusia dan Tiongkok yang memiliki izin tinggal di Rusia akan menjalani karantina jika memasuki wilayah Rusia melalui penyeberangan perbatasan yang telah ditentukan.
Virus corona telah menimbulkan kepanikan di seantero dunia. Di Rusia, beberapa pihak mencoba meraup keuntungan dari kepanikan itu.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki