Harapan dan Kekhawatiran Orang Rusia di Inggris Menyambut Brexit

Getty Images
Dalam beberapa waktu terakhir, tak ada yang lebih kasar daripada Brexit dalam memecah komunitas di seluruh Eropa, tak terkecuali komunitas global Rusia — yang sering dianggap oleh media sebagai pro-Brexit. Apa harapan dan kekhawatiran orang Rusia yang berada di Inggris dengan resminya Inggris keluar dari Uni Eropa (UE) pada Jumat (31/1), pukul 23.00 GMT (Sabtu, pukul 06.00 WIB)?

Ada dua narasi — masing-masing salah dengan caranya sendiri yang membentuk persepsi di belakang orang Rusia dan Brexit: Pertama, Brexit buruk bagi para imigran, termasuk orang Rusia. Kedua, Brexit sudah pasti bagus bagi orang Rusia karena jelas-jelas merekalah yang berada di belakangnya. Nyatanya, Rusia bukan bagian UE dan Brexit tidak memiliki dampak langsung pada perjalanan imigrasi Rusia di Inggris. Banyak orang Rusia di Inggris mendukung Brexit, sama halnya seperti orang Inggris asli dan banyak imigran dari negara-negara non-UE lainnya. Namun, yang menentang atau memiliki kepedulian terhadap masa depan juga tak kalah banyak dan sering karena alasan yang jauh lebih besar daripada kepentingan bisnis mereka sendiri.

Brexit sangat disayangkan, tetapi tidak masalah

Marina Shtager adalah kurator seni dan juru galeri dari Sankt Peterburg. Dia mengelola Galeri Shtager di London, yang berspesialisasi dalam seni Rusia kontemporer, serta tur seni edukasi di galeri dan pameran top London. Marina mengatakan bahwa dia menentang Brexit, karena setelah tumbuh di belakang Tirai Besi di Uni Soviet, gagasan tentang perbatasan dan pembagian yang lebih banyak tidak menarik baginya. Namun, dia juga menghormati hasil referendum, dan itu mencerminkan keprihatinan atau mayoritas rakyat Inggris. 

“Brexit tidak benar-benar berdampak pada bisnis saya. Seni kontemporer Rusia berada dalam segmen harga yang relatif sederhana, bahkan untuk penulis yang telah dipamerkan di Venice Biennale dan banyak museum. Ini adalah segmen kecil dan sangat sedikit galeri di Barat yang bekerja secara eksklusif di dalamnya, seperti yang kami lakukan. Pembeli di Inggris adalah kelas menengah, orang-orang yang dibesarkan dengan dikelilingi oleh seni, dan saya tidak berpikir Brexit akan mempengaruhi pasar kecil ini. Bea cukai dan perpajakan juga tak menjadi perhatian besar dalam pembelian seni”, kata Marina.

Dia menunjukkan bahwa pelanggannya sangat beragam dan berasal dari berbagai negara, seperti India, Amerika Serikat, dan lain sebagainya. "Akan tetapi, ini adalah pasar terbatas, dan jika seseorang tertarik pada seni semacam ini, mereka akan mengejarnya dengan cara apapun", jelasnya. Lebih umum, Brexit tidak mungkin menghalangi orang Eropa mengunjungi pameran seni di London, katanya.

Risiko jangka panjang lebih besar daripada keuntungan jangka pendek 

Artur Iliev, pendiri distributor tanaman penghijauan Artflora di Moskow, juga menjalankan Getpotted.com di Inggris, di mana ia sekarang tinggal bersama keluarganya. Dia juga bukan penggemar Brexit, meskipun katanya itu dapat memberikan keunggulan kompetitif bagi bisnisnya. Kekhawatiran Artur, bagaimanapun, terkait dengan ekonomi Inggris secara keseluruhan, dan bagaimana penurunan Brexit yang terkait dapat mempengaruhi penjualan semua barang yang tidak penting, termasuk miliknya. 

"Ketika Uni Soviet bubar, banyak bekas republik berjuang untuk menemukan pijakan ekonomi mereka sendiri setelah memisahkan diri", ujar Iliev. “Demikian pula,” tambahnya, “Inggris adalah bagian dari ruang ekonomi Eropa, dan memutuskan hubungan dengannya bisa membawa risiko serupa. Menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar selalu lebih baik secara ekonomi daripada menjadi diri Anda sendiri. Prospek untuk kesepakatan baru dengan UE tidak jelas, dan harapan bahwa beberapa kesepakatan di masa depan dengan AS akan menyelamatkan kami dari krisis, adalah bodoh. Saya takut akan ada resesi dan orang-orang akan membeli segalanya lebih sedikit, termasuk produk kami”.

Meskipun Artur mengimpor barang-barangnya terutama dari negara-negara UE lainnya, ia mengatakan kekhawatiran birokrasi mengenai bea cukai dan dokumen tambahan terdengar dangkal baginya. Setelah menjalankan bisnis yang mengimpor barang-barang yang sama dari UE ke Rusia selama bertahun-tahun, ia tidak takut untuk mengisi beberapa formulir, atau keterlambatan beberapa hari dalam kedatangan pengiriman. Artur merasa bahwa Brexit bahkan dapat memberinya beberapa keunggulan kompetitif.

“Beberapa produsen yang dulunya memiliki kantor penjualan sendiri di Inggris kini telah menutupnya karena Brexit dan distributor seperti kami dapat memperoleh hak distribusi. Selain itu, tentu saja, bea cukai dan perpajakan terkait Brexit akan berarti bahwa tidak akan lagi layak bagi konsumen Inggris untuk mempertimbangkan memesan produk yang sama dari penjual UE, dan mereka akan jauh lebih mungkin untuk memesan dari kami sekarang,” jelas Iliev. Namun, kekhawatirannya terhadap ekonomi lebih penting daripada kepentingan dalam keuntungan taktis. "Saya khawatir bahwa efek buruk dari penurunan terkait Brexit akan lebih besar daripada efek positif dari keunggulan kompetitif yang kami peroleh".

Keuntungan jangka panjang lebih besar daripada risiko jangka pendek

Brexit memiliki pendukung kuat di antara diaspora berbahasa Rusia. Andrei Pyatibratov, warga negara Inggris yang berbicara bahasa Rusia memilih Brexit. Pengelola perusahaan keuangan dan investasi properti Londinium Mortgage Advisors yang berbasis di London Tengah ini mengatakan bahwa ia yakin akan terjadi penurunan jangka pendek, tetapi ia percaya itu akan membaik pada akhirnya, ketika Inggris dapat membuat keputusan tentang kebijakan imigrasinya sendiri, dan bebas berdagang dengan seluruh dunia.

“Uni Eropa selalu menjadi kemitraan yang tidak setara, dan ini merupakan masalah dalam kemitraan apa pun. Ini adalah lembaga yang dijalankan untuk kepentingan Prancis dan Jerman, dan negara-negara anggota lainnya terkadang hanya mendapat sepotong kecil kue di sana-sini. Namun, beberapa dari mereka benar-benar dieksploitasi secara ekonomi, seperti Portugal atau Yunani," ujar Pyatibratov. "Dalam pandangan saya, UE memperoleh lebih banyak (keuntungan –red) dari keanggotaan Inggris di dalamnya, daripada yang kami terima".

Menurut Andrei, pasar properti London jelas telah menderita penarikan beberapa pembeli dan investor, yang keanggotaan Inggris di UE merupakan faktor dalam keputusan mereka untuk membeli. Akan tetapi, dia percaya bahwa ekonomi Inggris dan pasar propertinya memiliki kekuatan internal yang cukup untuk mengatasinya: “Beberapa orang akan pergi, tetapi yang lain akan datang dan menggantikannya. Terlebih lagi, beberapa orang memegang properti di London hari ini yang dibeli dengan harga lebih tinggi, dan untuk melikuidasi investasi mereka, mereka harus mengambil kerugian besar. Sebagian besar dari mereka lebih cenderung menunggu dan melihat. Saat ini kita berada dalam periode ketidakpastian dan tidak ada yang mau berinvestasi dalam ketidakpastian. Namun dalam satu-dua tahun kemudian, kita akan melihat bahwa pasar akan stabil”. 

Pyatibratov tidak mengantisipasi kesulitan untuk bisnisnya sendiri, yang meliputi pembiayaan hipotek. "Bahkan jika tidak ada penjualan baru, orang akan selalu membutuhkan pembiayaan kembali... selama pemerintah tidak melakukan hal bodoh, seperti menaikkan suku bunga ke tingkat yang sangat tinggi," tegasnya.

Berkat pipa TurkStream yang membentang sepanjang 930 kilometer dari Rusia ke Turki, gas Rusia kini lebih terjangkau bagi konsumen Eropa. Baca selengkapnya di sini!

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki