Apa yang Orang Rusia Rayakan Tiap 12 Juni?

Orang-orang merayakan Hari Rusia pada 12 Juni.

Artyom Geodakyan/TASS
Tak semua orang Rusia mengerti sejarah di balik hari libur resmi yang jatuh setiap 12 Juni ini. Sebenarnya, ‘Hari Rusia’ adalah peringatan hari kelahiran Rusia Modern.

Semua orang Rusia suka hari libur. Kami merayakan Tahun Baru selama sembilan hari penuh — itu liburan favorit kami! Kemudian ada hari libur berbasis gender — 23 Februari (Hari Pembela Tanah Air atau lebih umum dikenal sebagai Hari Laki-Laki) dan 8 Maret (Hari Perempuan). Lalu, tentu saja, ada libur panjang di minggu pertama bulan Mei: Libur 3 – 4 hari untuk merayakan Hari Buruh (1 Mei) dan kemudian Hari Kemenangan (9 Mei). Tak lama setelah itu, musim panas tiba dan coba tebak? Ada hari libur lain pada 12 Juni!

Apa yang Dirayakan?

Setiap 12 Juni, Rusia merayakan ‘Den Rossii’ atau Hari Rusia. Perayaan ini memperingati pengesahan Deklarasi Kedaulatan Negara Republik Sosialis Federasi Soviet Rusia (RSFR) oleh Kongres Pertama Perwakilan Rakyat pada 1990.

Apa?!

Boris Yeltsin

Pada 12 Juni 1990, ketika Uni Soviet berada di ambang kehancuran, RSFS (republik terbesar dan pusat Uni Soviet kala itu, negara Rusia saat ini) mengikuti jejak republik-republik Soviet lainnya dengan memerdekakan diri dari Negeri Tirai Besi dan menyatakan bahwa hukumnya menggantikan hukum Soviet.

Artinya, Pemimpin RSFS Boris Yeltsin menjadi rival Mikhail Gorbachev yang kala itu menjabat sebagai presiden Uni Soviet. Peristiwa itu, ditambah berbagai konflik nasional dan keinginan republik-republik lain untuk memisahkan diri, akhirnya menyebabkan kehancuran Uni Soviet setahun berikutnya. Sejak itulah, Federasi Rusia seperti yang kita kenal sekarang lahir.

Pada 2001, Presiden Vladimir Putin pernah menekankan pentingnya Deklarasi Kedaulatan. “Itu menandai awal sejarah baru negara kita. Sejarah negara demokratis yang berlandaskan kebebasan sipil dan supremasi hukum.”

Jadi, Hari Rusia Telah Dirayakan Sejak 1990?

Orang-orang berkostum etnik ikut serta dalam parade Hari Rusia di Omsk.

Sebenarnya, tidak juga! Setahun berikutnya, pada 12 Juni 1991, Rusia (waktu itu masih bernama RSFS) menggelar pilpres pertama yang dimenangkan Boris Yeltsin. Pada 1994, Yeltsin mendeklarasikan 12 Juni sebagai hari libur nasional — saat itu disebut “Hari Pengesahan Deklarasi Kedaulatan Negara RSFS”. Agak rumit, 'kan? Nama itu kemudian diganti menjadi “Hari Rusia” pada 2002.

Meski hari libur ini tak pernah secara resmi membawa embel-embel “kemerdekaan”, banyak orang yang keliru menyebutnya “Hari Kemerdekaan”. Pada survei yang dilakukan Levada Center tahun lalu, hanya 49 persen responden yang mengingat nama hari libur itu dengan benar. Meski begitu, angka tersebut meningkat. Pada 2006, hanya 23 persen saja yang tahu apa yang mereka rayakan!

Apa yang Orang-Orang Lakukan pada Hari Rusia?

Pesta kembang api di atas Lapangan Merah, Moskow, untuk memperingati Hari Rusia.

Mengutip situs NTV, Hari Russia adalah “hari libur patriotik yang besar, simbol persatuan nasional dan perdamaian sipil”. Terdapat berbagai program resmi pada perayaan ini: jalan-jalan dan berbagai bangunan dihiasi dengan warna-warna bendera nasional, sedangkan konser dan acara lainnya diadakan sepanjang hari di berbagai tempat (termasuk pertunjukan besar di Lapangan Merah Moskow), dan diakhiri dengan pesta kembang di penghujung hari.

Pada saat yang sama, orang Rusia tampaknya menghabiskan Hari Rusia seperti hari libur lainnya (apalagi tahun ini Hari Rusia jatuh pada hari Rabu dan sebagian besar harus kembali bekerja keesokan harinya). Kebanyakan orang akan menghabiskan waktu bersama keluarga, pergi berjalan-jalan santai, atau sekadar beristirahat. Yang pasti, kami tidak siap melepas hari libur begitu saja meski kami tak sepenuhnya yakin apa sebetulnya yang dirayakan!

Jika Anda sulit memahami bagaimana kronologi kejatuhan Uni Soviet, melalui artikel ringan ini kami akan menjelaskan bagaimana kejatuhan sang 'Raksasa Komunis'. Negara, tokoh-tokoh kunci, dan rakyat Soviet kami tampilkan seperti karakter dalam sebuah pertunjukan teater.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki