Lebih dari 270 Ribu Muslim Laksanakan Salat Id di Seluruh Moskow

Igor Ivanko/Moskva Agency
Lautan manusia membanjiri jalan-jalan di sekitar area masjid-masjid utama ibu kota dan sejumlah tempat lainnya yang disediakan pemkot Moskow untuk memfasilitasi umat Islam melaksanakan salat Id hari ini, Selasa (4/6).

Setidaknya 274,7 ribu muslim memenuhi masjid-masjid dan sejumlah area lainnya di seluruh Moskow untuk melaksanakan ibadah salat Id, Selasa (4/6). Demikian hal tersebut dilaporkan kantor berita Moskva, mengutip keterangan Wakil Kepala Departemen Kebijakan Nasional dan Hubungan Antardaerah Kota Moskow Konstantin Blazhenov.

“Sebanyak 274.700 warga muslim memenuhi tempat-tempat yang telah disediakan di seluruh ibu kota untuk melaksanakan ibadah salat Id. Secara khusus, 120 ribu orang di Masjid Agung Moskow, 36 ribu orang di Masjid Historis, 45 ribu orang di masjid di Poklonnaya Gora (Masjid Memorial -red.), 30 ribu di kompleks Masjid Yardyam dan Inam, 13 ribu orang di paviliun di Sokolniki, 3.700-an di Park “Brateevo”, dan 27 ribu orang di Landshaftny Park di Distrik Yuzhnoe Butovo,” ujar Blazhenov.

Sementara itu, jumlah warga muslim yang melaksanakan salat Id di Moskovskaya Oblast (wilayah pemekaran kota Moskow) mencapai 130 ribu orang. Kepada kantor berita Moskva, Kepala Administrasi Spiritual Muslim Moskovskaya Oblast (DUM MO) Rushan Abbyasov mengatakan, “Ratusan ribu warga muslim memadati 49 lokasi salat Id di 38 distrik di Moskovskaya Oblast.

Abbyasov menambahkan, dari 49 lokasi tersebut, delapan di antaranya adalah masjid yang terletak di Zvenigorod, Naro-Fominsk, Noginsk, Orekhovo-Zuyevo, desa Rodniki di Distrik Ramensky, Solnechnogorsk, Shchelkovo, dan Staraya Kupavna.

Selain itu, pemerintah setempat memfasilitasi para jemaah untuk melaksanakan salat Id di pusat-pusat kebudayaan, kompleks olahraga, stadion dan taman di Balashikha, Krasnogorsk, Khimki, Mytishchi, Domodedovo, dan di sejumlah distrik lainnya. Ibadah salat Id dimulai serentak pukul 07.00 waktu Moskow.

Sementara itu, dari Kremlin, Presiden Rusia Vladimir Putin turut menyampaikan selamat kepada seluruh warga Rusia yang merayakan Idulfitri. “Sebagai penutup bulan suci Ramadan, Idulfitri mengubah orang-orang yang beriman menjadi lebih bertakwa dan menghargai nilai-nilai Islam, serta adat dan tradisi leluhur mereka. Hari Raya Idulfitri mendorong umat Islam untuk menebarkan kebaikan dan kasih sayang, dan merawat mereka yang membutuhkan bantuan serta dukungan,” kata sang presiden.

Dalam sambutannya, Putin juga memuji ormas-ormas muslim di seluruh tanah air yang telah berkontribusi dalam mengembangkan dialog antarumat beragama dan antaretnis, dan sekaligus mempererat persatuan dan kesatuan. Menurut Putin, ormas-ormas tersebut secara konsisten dan tegas menentang segala bentuk intoleransi agama dan ekstremisme, memperkuat kerja sama dengan pemerintah, dan secara aktif terlibat dalam kegiatan amal dan pendidikan.

“Saya yakin bahwa komunitas muslim Rusia akan terus berpartisipasi dalam kehidupan bernegara dan terus melestarikan warisan sejarah, budaya, dan spiritual kita yang tak ternilai melalui karya-karya yang bermanfaat,” kata Putin menegaskan.

Secara tradisional, Idulfitri dirayakan selama tiga hari. Karena kalender Islam dan kalender tradisional Gregorian memiliki sistem penanggalan yang berbeda, hari perayaan Idulfitri jatuh pada tanggal yang berbeda setiap tahunnya (biasanya sepuluh hari lebih awal daripada tanggal perayaan di tahun sebelumnya -red.).

Di Rusia, Idulfitri dirayakan oleh umat Islam di seluruh negeri. Namun demikian, hari raya ini hanya menjadi hari libur resmi di daerah-daerah yang mayoritas penduduknya secara tradisional menganut Islam, seperti Republik Adygea, Bashkortostan, Dagestan, Ingushetia, Kabardino-Balkaria, Karachay-Cherkessia, Tatarstan, Chechnya, dan Krimea.

Ada banyak masjid di Rusia. Dalam 20 tahun terakhir, negara ini bahkan telah membangun lebih dari 8.000 masjid dan madrasah. Bisakah Anda menebak nama-nama masjid berikut?

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki