Populer di Luar Negeri: Sepuluh Sinema Soviet Adaptasi Sastra Klasik Eropa yang Patut Anda Tonton

Igor Maslennikov/Lenfilm,1979
Beberapa adaptasi Soviet dari sastra klasik Eropa begitu bagus, sehingga kerap dianggap lebih baik daripada karya aslinya.

1. D'Artanyan i tri mushketyora (D'Artagnan dan Tiga Musketir), 1979

Para sutradara Soviet menyukai petualangan terkenal para musketir Kerajaan Prancis dan konflik mereka dengan Kardinal Richelieu. Adaptasi Soviet dari novel Alexandre Dumas ini adalah serial mini musikal dengan tiga sekuel. Setiap anak yang dibesarkan di Uni Soviet pasti tahu film ini.

2. Teatris (Teater), 1978

Salah satu adaptasi terbaik dari novel Somerset Maugham ini diproduksi oleh para aktor Latvia-Soviet di Riga Film Studio. Teatris menceritakan seorang aktris yang sangat sukses, Julia Lambert, yang berselingkuh dengan seorang pegawai muda, Tom Fennel. Tiba-tiba, ia menyadari bahwa kehidupannya yang sudah mapan bisa berantakan dalam sekejap karena keputusannya yang gegabah.

3. Gamlet (Hamlet), 1964

Adaptasi Soviet dari kisah tragis abadi karangan William Shakespeare ini diterima dengan baik di luar negeri, memenangkan Hadiah Khusus Juri di Festival Film Venesia 1964.

4. Desyat Negrityat (Dan Kemudian Tak Ada Satu Pun), 1987

Berbeda dengan kebanyakan film adaptasi dari novel detektif Agatha Christie ini, versi Soviet-nya menceritakan kisah aslinya dengan akhir yang menyedihkan. Sepuluh orang yang belum pernah bertemu tiba di pulau terpencil, tetapi kemudian diketahui bahwa hanya beberapa yang akan keluar hidup-hidup.

5. V poiskakh kapitana Granta (Dalam Pencarian Kapten Grant), 1986

Berdasarkan In Search of Castaways karangan Jules Verne, serial televisi gabungan Soviet-Bulgaria ini mengisahkan sekelompok orang yang mencari Kapten Grant yang hilang, yang diyakini semua orang telah meninggal.

6. Priklyucheniya Sherloka Kholmsa i doktora Vatsona (Petualangan Sherlock Holmes dan Dr. Watson), 1979-1986

Adaptasi Soviet dari novel karya Sir Conan Doyle tentang detektif terkenal ini memiliki tempat khusus di antara banyak adaptasinya di seluruh dunia. Ia disambut hangat tidak hanya di negaranya sendiri, tetapi juga di Inggris. Para kritikus Inggris mengakui bahwa Uni Soviet menyesuaikan adaptasi ini dengan sumber aslinya dengan sangat hati-hati. Pada 2006, aktor Vasily Livanov menerima tanda kehormatan Britania Raya atas pemeranan Sherlock Holmes yang indah.

7. Tot samyy Myunkhgauzen (Munchausen yang Benar-Benar Sama), 1980

Film ini sebagian didasarkan pada karya Rudolph Erich Raspe tentang Baron Munchausen, yang mengalami banyak petualangan luar biasa. Meski latar belakang adegan di kota Hannover, Jerman abad ke-18, film ini tak sengaja dianggap sebagai sindiran terhadap periode stagnasi Uni Soviet pada 1970-an.

8. Solaris (1972)

Film arahan Andrey Tarkovsky ini diadaptasi dari karya penulis fiksi ilmiah Polandia Stanislaw Lem, diyakini sebagai salah satu film fiksi ilmiah terbaik dalam sejarah perfilman. Seorang psikolog tiba di sebuah stasiun luar angkasa yang mengorbit di planet bernama Solaris, dan menemukan bahwa para awak menderita gangguan mental. Ingatan dan obsesi mereka entah bagaimana kembali lagi, dan menyiksa mereka berulang kali.

9. Troe v lodke, ne schitaya sobaki (Tiga Pria di Perahu [Tidak Menyebut Anjing]), 1979

Dalam adaptasi komedi musikal dari novel Jerome K. Jerome ini, tiga sekawan yang lelah dengan rutinitas sehari-hari yang membosankan melakukan perjalanan dengan perahu di Sungai Thames dan menghadapi berbagai petualangan luar biasa.

10. Grafinya de Monsoro (Wanita Bangsawan dari Monsoreau), 1997

Khusus serial televisi yang satu ini berasal dari era Rusia setelah keruntuhan Soviet. Tidak seperti Uni Soviet, Rusia modern tidak bisa membanggakan banyak adaptasi sastra klasik asing. Namun, tetap masih ada beberapa mahakarya seperti serial televisi ini, yang berdasarkan novel terkenal Alexandre Dumas. Grafinya de Monsoro dianggap sebagai salah satu serial televisi terbaik yang pernah diproduksi di Rusia modern.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki