Dedikasi Tanpa Batas: Pahlawan-Pahlawan Super ‘Tanpa Sayap’ di Tengah Masyarakat

Stoyan Vassev
Orang-orang ini bukanlah selebritas, bintang film, atau pahlawan TV. Meski sebagian besar aktivitas mereka tak terekspos media, kehadiran mereka sangat penting. Pekerjaan sehari-hari mereka adalah menyelamatkan nyawa manusia. Berikut kami sajikan sembilan manusia hebat, anggota regu penyelamat Rusia — staf-staf Kementerian Situasi Darurat Rusia.

1. Denis Osipov (27)

Denis Osipov (27).

Sejak kecil, Denis Osipov, seorang pakar dalam bidang Pertahanan Nuklir, Biologi dan Kimia, bercita-cita menjadi seorang prajurit profesional. Mimpinya menjadi kenyataan setelah lulus dari sekolah taruna dan Akademi Pertahanan Nuklir, Biologi dan Kimia.

Sekarang, Denis menggunakan keterampilan militernya di ranah sipil. Dia adalah anggota Pusat Pemimpin, bagian dari Kementerian Situasi Darurat Rusia yang berfokus pada operasi penyelamatan berisiko tinggi.

2. Pyotr Gritsenko (31)

Pyotr Gritsenko (31).

Sebelum Pyotr Gritsenko berusia 31 tahun, dia sudah bekerja di hampir separuh negara-negara di dunia. Dia pernah membersihkan reruntuhan akibat gempa bumi di Nepal, Mesir, Kamerun, dan Tunisa. Dia bahkan pernah dua hari penuh berjalan kaki melalui hutan lebat Indonesia demi mencapai lokasi jatuhnya pesawat.

Atas dedikasinya dalam operasi pembersihan setelah banjir di Suriah, Pyotr Gritsenko dianugerahi penghargaan Medali Keberanian.

Gritsenko sekarang mengepalai unit operasi penyelamatan utama di area darurat.

3. Alibag Kunnuev (34)

Alibag Kunnuev (34).

Alibag Kunnuev awalnya tak ingin menjadi penyelamat, tetapi seorang polisi. Namun, takdir membawa pria kelahiran Dagestan ini bergabung dengan Pusat Pemimpin dan berkesempatan untuk membantu banyak orang. Alibag menjadi penyelamat pendaki gunung profesional.

Ini bukan pekerjaan yang mudah. Suhu panas, kelembapan tinggi, dan lokasi kecelakaan yang sulit diakses di hutan rimba hanyalah sejumlah kesulitan yang dihadapi oleh regu penyelamat.

Seorang penyelamat tak hanya diuji secara fisik, tapi juga secara mental supaya bisa menjalankan misi secara efektif. Alibag termasuk yang pertama kali melihat lokasi kecelakaan pesawat presiden Polandia pada 2010. “Tak mudah melihat semua mayat itu,” kenang Alibag.

4. Alexey Mamrenko (43)

Alexey Mamrenko (43).

Sepanjang hidupnya, Alexey Mamrenko selalu bercita-cita terbang bebas di angkasa. Dia ingin menjadi pilot, tetapi gagal masuk akademi. Namun, langit telah menjadi rumahnya. Sebagai penerjun payung, Alexey kemudian bergabung dengan Pusat Pemimpin. Sepanjang kariernya, ia telah melakukan lebih dari 5.000 lompatan baik dari pesawat terbang maupun helikopter.

“Dengan bekerja di Kementerian Situasi Darurat Rusia, saya sadar bahwa kami adalah kekuatan yang membantu masyarakat mengatasi situasi sulit. Kami adalah tim yang paling serbabisa dan dipersiapkan dengan baik,” kata Alexey.

5. Valery Markov (37)

Valery Markov (37).

Takdir membawa Valery Markov menjadi seorang pemadam kebakaran. Ketika masih duduk di bangku sekolah, dia dipilih di antara enam kandidat lainnya untuk bekerja di pemadam kebakaaran. Mereka kemudian dipangkas menjadi satu pemadam kebakaran saja, itulah Valery.

Markov berbicara tentang pekerjaannya dengan penuh keseriusan. “Pekerjaan adalah pekerjaan. Tidak ada ruang untuk emosi. Setiap panggilan adalah keadaan darurat, tidak ada pengecualian,” katanya.

6. Alexey Shamin (33)

Alexey Shamin (33).

Alexey Shamin memiliki salah satu profesi yang paling tidak biasa di Kementerian Situasi Darurat Rusia. Dia adalah operator robot dan mengendalikan robot seperti PTC PP, yang dirancang untuk mencari sumber radiasi.

Shamin ingat bahwa pada 2012 ia harus bekerja selama 28 minggu untuk mengumpulkan dan mengamankan 213 ton pestisida dan bahan kimia di Kursk, Rusia.

7. Maksim Chernenkov (31)

Maksim Chernenkov (31).

Penyelamat profesional Maksim Chernenkov memilih pekerjaan yang berbahaya sebagai seorang pyrotechnist. Penuh risiko, Chernenkov harus berurusan dengan aneka bahan peledak, ranjau, dan proyektil yang tak meledak sejak Perang Dunia II.

Chernenkov bekerja di Bandara Domodedovo setelah aksi teror 2011, dan membersihkan Krimea dari bahan peledak berbahaya, termasuk Benteng Kerch yang terkenal.

Ia ingat bagaimana suatu kali dirinya pernah berada di ambang kematian. Selama kebakaran di sebuah gudang di Serbia pada awal 2010, sebuah benda berat jatuh di atas ranjau hingga menghancurkan detonatornya. Ranjau itu seharusnya meledak, tapi untungnya tidak. Maksim merasa seperti terlahir untuk kedua kalinya.

8. Alexey Ishutin (32)

 Alexey Ishutin (32).

Mayor Alexey Ishutin berasal dari keluarga prajurit profesional. Namun di Pusat Pemimpin, dia bertanggung jawab untuk mengoperasikan drone. Di antara tugas-tugasnya, Ishutin harus mengamati lokasi kecelakaan dan zona bencana serta mencari korban selamat.

Ia percaya bahwa profesinya dibutuhkan untuk kelangsungan masa depan. “Pekerjaan saya adalah bidang yang berkembang dan prospektif, ini adalah aktivitas favorit saya,” katanya.

9. Svetlana Sonina (30)

Svetlana Sonina (30)

Sepanjang hidupnya, Svetlana Sonina telah mencintai anjing dan salalu ingin bekerja bersama mereka. Tak heran, dia memilih profesi sebagai cynologist. Sahabatnya, seekor anjing bernama Gadi (alias si Ratu Malam) telah dilatih untuk mencari bahan peledak.

Para cynologist dan anjing tak hanya menikmati bekerja bersama, tetapi juga bersenang-senang. Kadang-kadang, mereka ikut serta dalam perlombaan dan pameran anjing.

Menurut Svetlana, peristiwa paling ekstrem yang pernah ia alami sepanjang kariernya adalah ketika mencari orang-orang di bawah reruntuhan di Nepal akibat gempa dahsyat tahun 2015.

Beberapa informasi dalam artikel ini diambil dari artikel berbahasa Rusia yang dipublikasikan di Expert.

Memadamkan api, menyelamatkan orang tua dan anak-anak yang terlantar, dan menarik keluar pemabuk yang tercebur ke dalam sungai. Itulah yang kebanyakan orang ketahui mengenai profesi regu penyelamat. Namun, itu tak menceritakan keseluruhan ceritanya.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

More
Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki