Kebanjiran Suporter Piala Dunia, 12 Ribu Sopir Taksi Moskow Kini Lebih Fasih Berbahasa Inggris

Suporter Islandia dalam perjalanan dari Taman Zaryadye Moskow.

Suporter Islandia dalam perjalanan dari Taman Zaryadye Moskow.

Alexander Shcherbak/TASS
Yandex Taxi sepertinya telah mendengar doa para wisatawan yang nyaris putus asa ketika harus berkomunikasi dengan tuan rumah mereka selama Piala Dunia. Raksasa mesin pencari itu akhirnya memutuskan untuk menjawab permasalahan ini.

Yandex Taxi melaporkan bahwa setidaknya 12 ribu taksinya kini dioperasikan oleh pengemudi dengan tingkat kompetensi bahasa Inggris yang lebih tinggi daripada taksi-taksi lain di Rusia. Meski belum jelas apakah penggemar sepak bola di Nizhny Novgorod atau Kazan akan merasakan manfaatnya, Yandex mengklaim bahwa 59 persen sopir-sopirnya di Moskow kini lebih mahir berbahasa Inggris daripada di kota-kota lain di Rusia.

Bekerja sama dengan sekolah bahasa online Skyeng, Yandex menawarkan kelas gratis kepada semua pengemudinya. Pelajaran itu dikabarkan cukup komprehensif. Materi pelajaran yang diberikan mencakup bahan bacaan, audio, dan video yang memainkan berbagai skenario yang umum dihadapi pengemudi saat mengangkut orang asing. Tentu saja, semua ini adalah situasi standar. Yang jelas, semua ini dilakukan supaya penumpang asing tak perlu lagi merasa seperti tak dapat berkomunikasi dengan si pengemudi dan sebaliknya.

Pada pembukaan Piala Dunia dua minggu lalu, tingkat pemesanan taksi pada jam-jam sibuk setelah pertandingan pukul 21.00 tercatat meningkat hingga 431 persen. Menurut Yandex, situasi semacam ini membuat perusahaan perlu menyusun strategi dan kebijakan baru.

Piala Dunia masih berlangsung di sebelas kota tuan rumah Rusia. Pesta sepak bola dunia ini akan berlangsung hingga 15 Juli mendatang.

Tahukah Anda bahwa di Rusia juga terdapat angkot? Kendaraan semacam ini betul-betul bisa membantu Anda menaklukkan kemacetan lalu lintas dan menolong saat Anda terlambat.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki