Tujuh Kota Rusia dengan Pusat-Pusat Sejarah Autentik (FOTO)

Suasana di bagian dalam Kremlin Kolomna.

Suasana di bagian dalam Kremlin Kolomna.

Legion Media
Selama beberapa perang yang terjadi di wilayah Rusia sepanjang waktu, banyak kota yang rusak parah atau bahkan hangus terbakar. Namun, ada beberapa tempat langka yang dapat membuat Anda hampir bisa merasakan seolah-olah melangkah ke masa lalu.

1. Sankt Peterburg

Sementara Moskow dibangun kembali berkali-kali dan masih terus berubah, pusat kota dari ibukota budaya Rusia ini adalah permata yang telah bertahan kurang lebih sejak zaman tsar. Banyak istana di kota ini dibangun pada abad ke-18 dan ke-19, sedangkan jalan utamanya, Nevsky Prospekt, masih terlihat hampir sama seperti pada awal 1900-an. Sungai dan tanggul kanal menjadi bukti sejarah dan bahkan "pagar besi cor yang lapang" yang dipuji oleh penyair besar Rusia Aleksandr Pushkin dalam puisi Mednyy vsadnik 'Penunggang Kuda Perunggu' masih sama. 

2. Suzdal, Vladimirskaya Oblast

Kota yang merupakan salah satu tujuan wisata paling populer ini adalah mutiara dari rute Cincin Emas. Sebenarnya, seluruh rute tersebut terdiri dari kota-kota kuno. Suzdal adalah kota yang sangat nyaman dengan semangat Rusia sejati, rumah kayu kecil, gereja, biara, dan restoran yang menyajikan masakan tradisional (seringkali dengan sedikit sentuhan modern). Mungkin hal yang paling aneh di kota ini adalah alun-alun era Soviet dan monumen Vladimir Lenin yang harus didirikan di mana-mana di Uni Soviet pada abad ke-20 yang bergejolak.

3. Yaroslavl

Ini adalah kota kuno yang agak besar di sepanjang rute Cincin Emas yang membuktikan banyak peristiwa bersejarah. Pada 2010, kota ini genap berusia seribu tahun. Seluruh pusat sejarah Yaroslavl adalah Situs Warisan Dunia UNESCO sebagai contoh perencanaan kota Ekaterina yang Agung. Struktur pusat kota menyerupai kipas, dengan alun-alun setengah lingkaran dan Gereja Nabi Elia di tengah, serta beberapa jalan lurus panjang yang menyimpang seperti pancara sinar dari alun-alun. 

4. Yelets, Lipetskaya Oblast

Kota di Lipetskaya Oblast ini didirikan pada 1146, setahun sebelum pendirian Moskow. Dulunya, ini adalah kota pedagang yang kaya dengan banyak bangunan bata merah tua. Kota dongeng kecil ini sekarang bukan pusat ekonomi yang penting, tetapi masih terkenal dengan produksi renda dan nalichniki (jendela yang mengelilingi rumah-rumah kayu) yang didekorasi dengan indah.

5. Tobolsk, Tyumenskaya Oblast

Pada abad ke-16 dan ke-17, kota ini pernah menjadi benteng paling timur Rusia. Dulunya, kota yang dibangun sebagai benteng untuk mengembangkan Siberia ini dianggap sebagai ibu kota Siberia dan merupakan titik perdagangan penting antara Asia dan Moskow. Daya tarik utama kota ini adalah pusat sejarah dan kremlinnya. Dibangun pada abad ke-17, ini adalah satu-satunya kremlin batu di Siberia. Di sebelahnya adalah penjara, tempat banyak orang diasingkan pada abad ke-19. 

6. Kolomna, Moskovskaya Oblast

Kota kuno yang nyaman dan tak terlalu jauh dari Moskow ini memiliki banyak biara dan gereja, sama seperti banyak kota Rusia lainnya. Namun, mutiara sebenarnya dari kota ini adalah kremlin berdinding bata merahnya yang sangat luas dan indah. Ini bukan museum yang tenang, tetapi penuh dengan kehidupan, seperti dulu pada zaman pedagang era Tsar. Selain itu, di sini terdapat toko yang masih menjual makanan jalanan Rusia kuno, kalachi.

7. Kazan, Republik Tatarstan

Ibukota Republik Tatarstan ini pernah ditaklukkan oleh Tsar Rusia Ivan yang Mengerikan. Ini adalah kota yang unik, yang memadukan artefak Abad Pertengahan Rusia dengan artefak dari dunia Muslim. Di dalam Kazan Kremlin, Gereja Katedral Kabar Sukacita bertetangga dengan Masjid Kul Sharif yang indah. Masjid ini baru beroperasi pada 2005, sebagai reinkarnasi masjid legendaris yang dihancurkan oleh Rusia pada abad ke-16. 

Rusia terkenal dengan musim dinginnya yang ekstrem, tetapi suhu musim panas di kota-kota ini bisa membuat siapa pun bersimbah peluh sepanjang hari.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki