Enam Alasan Mengapa Anda Sebaiknya Tidak Berwisata dengan Kereta Trans-Siberia

Ekaterina Chesnokova/Sputnik
Banyak orang di berbagai belahan dunia bermimpi untuk bisa merasakan perjalanan melintasi Rusia dengan Kereta Api Trans-Siberia. Tetapi, enam alasan berikut mungkin akan membuat Anda berhenti memimpikan perjalanan yang paling dibesar-besarkan di Rusia (dan mungkin dunia) itu.

Alasan Pertama: Tujuh Hari di Kereta

Jika Anda memutuskan untuk menempuh perjalanan penuh dari Moskow – Vladivostok sekali jalan, maka bersiaplah untuk kenyataan bahwa dalam waktu tujuh hari (mungkin lebih cepat) semua romansa keindahan peron dan deru roda di rel akan menguap. Kereta memang berhenti  di sejumlah stasiun, tetapi kebanyakan hanya singgah untuk sejenak — sekitar 2 – 3 menit. Hanya di beberapa stasiun, seperti di Yekaterinburg, Novosibirsk, dan Khabarovsk, kereta berhenti agak lama, yaitu sekitar satu jam. Sementara di Irkutsk, Ulan-Ude, dan Chita, kereta berenti selama 30 menit. Tak cukup lama untuk sekedar mengintip suasana kota, hanya cukup untuk keluar sejenak dari kereta dan meregangkan kaki dengan berjalan-jalan di stasiun tanpa perlu khawatir ditinggalkan kereta. Jangan pula berharap mendapatkan jaringan seluler atau Wi-Fi, jadi siapkan buku dan teka-teki silang untuk membunuh waktu.

Penumpang yang ingin singgah di sepanjang perjalanan dapat memperpanjang masa berlaku tiket mereka, tetapi tidak lebih dari 10 hari. Jika Anda memutuskan untuk tinggal di satu kota, Anda perlu mencap tiket Anda di kantor tiket stasiun dalam waktu tiga jam setelah kedatangan. Untuk melanjutkan perjalanan Anda, Anda harus memiliki tiket yang diterbitkan kembali di kantor tiket, dan Anda harus memasukkan nomor kereta yang sama seperti sebelumnya. Anda mungkin harus membayar ekstra untuk reservasi kursi.

Tentu saja, pohon birch dan cemara berselimut salju terlihat menarik pada awalnya, tetapi bayangkan jika pemandangan itu menghiasi jendela Anda selama tiga, empat, lima atau bahkan  tujuh hari berturut-turut?

Alasan Kedua: Toilet dan Shower

Sebagian besar kereta kini dilengkapi dengan WC kering. Tetapi perhatikan fasilitas yang tersedia saat Anda membeli tiket. Pastikan bahwa terdapat ikon "bio-toilet" ada di sana.

Gerbong kelas dua bergaya lama sering kali tidak memiliki WC kering, tetapi hanya lubang untuk membuang kotoran langsung ke rel yang terlihat bergerak di bawahnya. Tidak hanya kotor dan bau, tetapi toilet itu itu ditutup satu jam sebelum tiba di stasiun utama (sekitar 20 menit sebelum stasiun yang lebih kecil), dan membukanya setelah satu jam setelah kereta meninggalkan stasiun.

Di sebagian besar gerbong bergaya baru, ada shower (ikon "shower" hanya diindikasikan pada tiket kompartemen tidur). Tetapi itu adalah layanan berbayar dan, menurut komentar penumpang di situs web penjualan tiket, airnya tersendat-sendat. Tetapi, itu mungkin bukanlah masalah serius bagi para petualang?

Alasan Ketiga: Kondektur bak Lotere

Kondektur Anda kemungkinan besar adalah (a) seorang wanita dan (b) orang yang mengatur gerbongnya seperti wilayah pribadi, termasuk masalah vital akses toilet (jika bukan bio). Jika Anda beruntung, Anda akan dilayani kondektur wanita cantik yang senang membantu orang asing.

Tetapi jika sedang sial, Anda mungkin akan dilayani oleh kondektur peninggalan Soviet yang mengartikan "membantu" dengan tindakan mengerutkan kening dan berteriak. Alih-alih menolong, ia malah membuat penumpang semakin bingung. Jadi, urungkan saja niat Anda untuk minum alkohol yang berujung membuat keributan dan mengundang masalah yang lebih besar.

Dia juga orang yang akan membawakanmu teh dalam gelas mewah dan tempat gelas untuk beberapa kopek (1 rubel [Rp220] = 100 kopek). Secara umum, ada baiknya berteman dengannya, terutama jika Anda ingin mendengar beberapa cerita menarik tentang kehidupan di rel.

Alasan Keempat: Misteri Teman Seperjalanan 

Kita semua memiliki pengalaman duduk bersebelahan dengan seseorang yang tidak menyenangkan di pesawat, seperti mendengkur, bau, dan perilaku buruk. Bayangkan jika Anda harus menghabiskan tujuh hari tujuh malam dengan orang itu. 

Bepergian dikatakan dapat membuka pikiran (dan bagian tubuh lainnya jika anda tak bernafsu makan), dan perjumpaan dengan orang asing dapat memiliki efek terapeutik, seperti mengunjungi psikoterapis. Tetapi teman seperjalanan Anda mungkin dengan mudah menjadi seorang pembohong atau pencuri. Orang asing suka berbicara dengan orang Rusia biasa dan mendengar cerita mereka. Tetapi jika teman seperjalanan Anda adalah tentara yang terdemobilisasi dan baru keluar dari militer, Anda mungkin tidak ingin menarik perhatian mereka.

Alasan Kelima: Direcoki Pedagang di Peron

Menjual barang di stasiun adalah sumber utama pendapatan di banyak kota stasiun kereta api kecil. Jangan khawatir jika orang-orang dipenuhi dengan mainan atau udang karang rebus mendekati Anda. Mereka tidak berbahaya, hanya penjual lokal yang tidak akan mundur ketika mendengar jawaban “tidak” dari Anda.

Jika Anda berhadapan dengan penjaja makanan, berhati-hatilah! Entah berapa lama usia makanan tersebut. Dan jangan pernah membeli pai daging, kecuali jika Anda ingin keracunan makanan. Bahkan pai nondaging juga cukup beresiko bak permainan roulette Rusia: Anda meminta satu dengan isi kol, dan satu dengan apel (tentu saja dalam bahasa Rusia yang sempurna), tetapi yang Anda dapatkan adalah dua pai dengan isi kentang (atau bisa jadi dengan sesuatu yang lebih buruk).

Alasan 6: Harga

Biaya perjalanan kereta selama tujuh hari setidaknya sama dengan penerbangan sembilan jam. Tiket sekali jalan berharga 5 – 13.000 rubel (Rp1 – Rp2,8 juta) dalam gerbong duduk (dengan kursi yang dipesan), dan 20 – 25.000 (Rp4,3 – Rp5,4 juta) dalam gerbong tidur (ada juga kompartemen mewah seharga 55.000 [Rp12 juta] — tampaknya diperuntukkan bagi orang kaya yang takut terbang). Sementara itu, penerbangan langsung ke sana dan kembali membutuhkan biaya 23.000 rubel (jika dibeli jauh hari sebelum penerbangan).

Jurnalis foto Rusia, Sergey Ponomarev, yang meraih Penghargaan Pulitzer atas laporan mengenai pengungsi di Eropa, melakukan perjalanan di sepanjang rute kereta terpanjang di dunia, Trans-Siberia, untuk membuat serangkaian foto dan video di iPhone. Inilah sepuluh pemandangan sehari-hari dari dalam Kereta Trans-Siberia.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki