Senjata Apa yang Kelak Menggantikan Senapan Serbu AK?

Sergey Bobilev/TASS
Bisakah senapan mesin Kalashnikov — begitu juga dengan AR-15 buatan Amerika — diganti sepenuhnya dengan senjata lain?

Senapan serbu AK telah digunakan oleh tentara Soviet dan Rusia sejak 1947. Senapan ini dianggap sebagai senjata paling andal di dunia, tidak dapat dihancurkan, dan telah digunakan dalam operasi militer dan antiterorisme di seluruh dunia selama lebih dari 75 tahun. Namun, semua, termasuk senapan AK sekali pun, pasti ada umurnya.

Kami berbicara dengan Andrey Kirisenko, mantan penasihat direktur umum Kalashnikov Concern, tentang senapan serbu yang dapat mulai digunakan angkatan bersenjata dunia dalam peperangan masa depan.

Semua menggunakan senjata usang

Meskipun perkembangan teknologi terbilang stabil, semua senjata otomatis yang digunakan di seluruh dunia saat ini sudah ketinggalan zaman.

AR-15 Amerika telah digunakan sejak 1960-an, sedangkan AK telah menjadi andalan militer Rusia sejak 1947. Sementara itu, keduanya masih merupakan dua platform utama yang digunakan di seluruh dunia.

Hal serupa terjadi pistol Colt 1911 Amerika, Browning 1919, dan banyak senjata lainnya. Gagasan bahwa senjata-senjata ini sudah ketinggalan zaman sangat jelas dibandingkan dengan sektor penerbangan yang telah membuat kemajuan teknologi yang luar biasa selama seabad terakhir. Pesawat udara bahkan kini memiliki kemampuan untuk berperang di orbit bumi rendah serta mencapai target yang berada ratusan kilometer. Sementara itu, senapan mesin masih menggunakan amunisi yang sama seperti lebih dari seratus tahun yang lalu.

Apa alasan perbedaan antara kedua sektor tersebut?

Masalah pengembangan senapan mesin baru

Senapan kaliber baru sebetulnya tengah dikembangkan sejak 2010, tetapi tidak ada satu pun negara yang memproduksi massal senapan serbu baru tersebut, apalagi mempersenjatai kembali militernya.

Amerika telah mengalkulasikan biaya mempersenjatai kembali dan menstok senapan mesin kaliber baru untuk militernya. Ternyata, uang yang dialokasikan dapat digunakan untuk membangun beberapa kapal induk baru. Pertanyaannya kemudian: “Apakah kita benar-benar membutuhkan senapan mesin kaliber baru?”

Perang pada abad ke-21 tidak lagi melibatkan baku tembak antara ribuan tentara di sepanjang garis depan yang terbentang berkilo-kilo meter seperti semasa Perang Dunia II.

Sebaliknya, peperangan modern dilakukan menggunakan detasemen operasi khusus yang sering kali berada di luar garis musuh. Kalaupun senapan mesin baru diperkenalkan dalam waktu dekat, senjata itu tidak akan diproduksi secara massal, tetapi diproduksi secara terbatas untuk pasukan khusus saja. Pada dasarnya, senapan yang ada saat ini sudah lebih dari cukup, sementara mempersenjatai kembali satu juta tentara terlalu mahal.

Senapan mesin jenis baru dapat muncul di pasar dalam 5—10 tahun

Kelak, senapan mesin akan menjadi lebih ringan. Ini penting karena tentara kini hanya dapat mengangkut beban terbatas, tak lebih dari 20—30 kilogram. Karena itu, para pengembang kini berupaya memperluas kapasitas ini dengan menerapkan eksoskeleton, robot pembawa, dan sebagainya. Namun, sejauh ini, belum berhasil.

Akibatnya, dalam merancang senjata api baru, para pengembang harus berjuang semaksimal mungkin mengurangi bobot senjata. Massa total biasanya berkurang berkat bahan komposit dan polimer, yang sebenarnya tidak menghalangi karakteristik tempurnya — kualitas bahan polimer dan plastik kini bahkan melebihi kualitas logam.

Tak hanya itu, keakurasian senapan juga harus ditingkatkan. Demi mencapai tujuan tersebut, senjata masa depan akan dilengkapi berbagai penemuan baru dalam teknologi pembidikan. Dengan demikian, penembak dapat melihat medan perang melalui kacamatanya, seperti titik merah di tengah layar dalam permainan video dengan. Amerika sudah bereksperimen dengan teknologi ini, tetapi belum diterapkan secara luas. Meski begitu, seorang warga Amerika biasa sudah dapat membeli gawai semacam ini dan menggunakannya di lapangan tembak atau peternakan.

Selain itu, senjata tersebut akan memiliki amunisi jenis baru. Ilmuwan Rusia dan Amerika telah (secara terpisah) menentukan bahwa kaliber 6,5 mm untuk senapan mesin dan kaliber 6,8 mm untuk senapan runduk. Amunisi tersebut akan menggantikan amunisi yang saat ini digunakan oleh militer di seluruh dunia — 7,62 х 54 mm, 5,45 х 39 mm, 5,56 х 45 mm, dan seterusnya, yang usianya sudah seratus tahun!

Peperangan tanpa manusia di medan perang

Pada masa depan, jika kita berbicara jangka waktu 20—30 tahun, senjata api yang kita kenal sekarang bisa hilang sepenuhnya, digantikan oleh drone mini yang membawa sejumlah kecil bahan peledak yang, mirip dengan peluru, akan ditembakkan ke pasukan musuh dan meledak ketika terbentur. Amerika telah memperkenalkan teknologi semacam itu.

Ada kemungkinan bahwa, dalam 30 tahun, para prajurit akan sepenuhnya beralih menjadi pilot pesawat nirawak, yang mengoperasikan teknologi kecerdasan tinggi. Ini adalah tujuan ideal yang diinginkan semua tentara — menyingkirkan manusia sepenuhnya dari medan perang dan menggantinya dengan mesin.

Selanjutnya, senjata ini telah dibuat khusus untuk operasi siluman pada malam hari dan sudah melalui tes pertempuran dalam unit-unit pasukan khusus.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Baca selanjutnya

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki