Rusia, Kirgizstan, Kazakhstan, dan Tajikistan Kalahkan Kelompok Militan dalam Latihan Rubezh 2021

Kementerian Pertahanan Rusia/YouTube
Prajurit-prajurit kontingen militer Rusia, Kirgizstan, Kazakhstan, dan Tajikistan mengalahkan formasi bersenjata ilegal yang melintasi perbatasan negara dengan dukungan artileri dan kekuatan udara selama latihan gabungan Rubezh 2021 di Kirgizstan, Kamis (9/9).

Menurut desain latihan tersebut, detasemen militan bersenjata melintasi perbatasan negara secara ilegal dengan kendaraan off-road untuk merebut permukiman, mendirikan kamp, dan selanjutnya melakukan tindakan sabotase demi mengacaukan situasi di wilayah tersebut.

Kompleks drone Orlan-10 Rusia melakukan pengintaian udara di daerah tersebut dan menemukan konvoi persenjataan serta persembunyian kelompok militan.

Koordinat kedua lokasi tersebut kemudian dikirim kepada subunit senapan mesin dan kendaraan lapis baja yang mendirikan pertahanan di sepanjang rute militan bersenjata.

Setelah ditembak, “musuh” berusaha berkumpul kembali untuk memasuki kawasan permukiman. Data di lapangan kemudian ditransfer kepada pasukan meriam dan artileri roket Kirgizstan. Mereka melancarkan tembakan terpusat dan berhasil menghancurkan pasukan utama kelompok bersenjata ilegal.

Unit-unit senapan mesin di atas kendaraan lapis baja Tigr, pengangkut personel lapis baja BTR-82A, kendaraan tempur infanteri BMP-1, dan diperkuat oleh tank T-72 dari ketiga negara menyerang dari sisi sayap dan menuntaskan misi tersebut.

Untuk mencari dan menghancurkan kelompok-kelompok musuh yang tersebar dan mencegah bala bantuan mereka menembus perbatasan negara, unit-unit penyerang diturunkan dan bekerja sama dengan unit-unit lain untuk mengalahkan kelompok bersenjata yang tersisa.

Melihat level interaksi militer antara Rusia dan Tiongkok, kedua negara seharusnya sudah memiliki blok militer yang resmi.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki