Segala Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang ‘Sekakmat’, Jet Tempur Baru Pesaing F-35

Sergei Fadeichev/TASS
Rencananya, jet tempur ini akan dijual ke negara-negara Afrika dan Timur Tengah, serta India, Vietnam, dan Amerika Latin mulai 2026.

Jet tempur ringan bermesin tunggal generasi kelima terbaru, Sekakmat, dipamerkan kepada publik pada Selasa (20/7). BUMN Rostec menyingkap prototipe jet tersebut selama pameran penerbangan dan ruang angkasa MAKS 2021 yang diadakan di dekat Moskow mulai 20 hingga 25 Juli mendatang. Sebelum itu, proyek ini sama sekali dirahasiakan.

Sekakmat terutama dirancang untuk diekspor ke pasar Timur Tengah, Amerika Latin, Asia Pasifik, dan Afrika.

Saingan F-35

Sekakmat dirancang oleh Sukhoi Corporation, bagian dari United Aircraft Corporation Rusia (milik Rostec). Oleh karena itu, pesawat ini dibuat berdasarkan teknologi yang digunakan untuk membangun salah satu jet tempur Rusia yang paling canggih, Sukhoi Su-57.

“Jet Sekakmat dirancang berdasarkan data ilmiah dan teknis yang diperoleh selama pembuatan jet tempur generasi kelima Su-57 dan dengan penggunaan teknologi superkomputer yang ekstensif,” kata Mikhail Strelets, kepala perancang pesawat tempur Sekakmat.

Berbeda dengan Su-57 bermesin ganda yang lebih berat, Sekakmat diklasifikasikan sebagai jet tempur bermesin tunggal yang ringan, sebanding dengan F-35 buatan AS atau Saab JAS 39 Gripen buatan Swedia.

Perancang jet Sekakmat yang baru mengatakan keunggulan utama pesawat itu dibandingkan dengan F-35 buatan AS adalah biaya operasi dan pemeliharaan yang lebih rendah.

“Biayanya akan enam hingga tujuh kali lebih rendah daripada F-35 dan sebanding dengan Gripen NG,” kata perancang jet kepada RBK.

Jika biaya F-35 per jam terbang adalah sekitar $33.000, jet Rusia ini diperkirakan hanya akan menghabiskan $5.000 per jam terbang. Dengan demikian, Sekakmat akan menjadi alternatif yang menarik bagi negara-negara yang ingin meningkatkan armadanya dengan jet tempur terbaru dan tetap menghemat uang.

Jet Rusia ini juga dikatakan jauh lebih murah dibandingkan dengan perkiraan harga F-35 sebesar 80 juta dolar AS per jet.

“Ini adalah pesawat tempur ringan generasi kelima. Saat ini, ada beberap analog asing sebagai berikut: F-35, Gripen, dan Rafale. Namun, hanya kami yang memiliki pesawat yang sangat murah dan efisien. Harga kami, saya harap, antara $25 juta hingga $30 juta, sementara pesawat buatan negara lain dibanderoal antara $60 juta hingga $90 juta,” kata Sergey Chemezov, Kepala Rostec, di sela-sela pertunjukan udara MAKS 2021.

“Dengan mempertimbangkan karakteristik penerbangan yang serius dan kemampuan serangan dan pengintaian yang cukup luas, serta visibilitas radar yang rendah, kami berharap pesawat tempur ini akan menjadi pesaing serius bagi produsen pesawat tempur ringan multifungsi generasi kelima bermesin tunggal yang terkemuka buatan Barat,” kata Dmitry Shugaev, Direktur Layanan Federal untuk Kerjasama Teknis Militer.

Jet tempur yang berorientasi ekspor ini sudah memiliki pelanggan yang tidak disebutkan namanya yang sudah membuat pesanan, kata wakil ketua pemerintah Rusia Yuri Borisov. Meski pemerintah tidak menyebut nama pelanggan tersebut, dia menyebutkan bahwa itu adalah angkatan udara negara asing.

Lini masa ekspor jet Sekakmat tampaknya akan dilakukan dalam empat tahun karena pemerintah mengatakan tes penerbangan pertama akan dilakukan dalam dua tahun ke depan, pada tahun 2023, dan dalam dua tahun lagi, perusahaan akan siap untuk meluncurkan produksi massal, dan mengekspor jet tempur baru itu.

Persenjataan Sekakmat

Begitu siap nanti, jet Sekakmat akan digunakan untuk melawan target udara, serta menyerang target darat. Beban tempur maksimumnya mencapai 7.400 kilogram, sementara jarak terbang tanpa tangki bahan bakar tempel adalah 2.900 kilometer.

Jet tempur ini mampu membawa hingga lima rudal udara-ke-udara untuk mendeteksi dan menghancurkan jet generasi kelima musuh dalam pertempuran jarak jauh dan jarak dekat, demikian bunyi deskripsi jet tersebut di situs web perusahaan produsen. Selain itu, jet ini dapat dilengkapi dengan meriam untuk menghancurkan target darat.

Secara keseluruhan, pesawat ini memiliki visibilitas radar yang rendah dan sistem deteksi pasif jarak jauh yang ditingkatkan.

Sistem pendukung logistik otomatis, yang disebut Matreshka, untuk jet Sekakmat dikembangkan dari awal. Sistem ini dirancang untuk mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi layanan purnajual dengan memanfaatkan teknologi analitik prediktif yang memungkinkannya memprediksi semua tindakan perawatan yang diperlukan untuk setiap pesawat di armada terlebih dahulu.

Salah satu keunggulan kompetitif utama jet tempur khusus ini adalah kemungkinan personalisasi untuk pelanggan tertentu. Selain itu, United Aircraft Corporation sedang bekerja untuk membuat versi jet tempur tak berawak berdasarkan prototipe saat ini.

Dibangun pada akhir 1960-an, Su-27 menjadi dasar bagi pengembangan dan modifikasi puluhan pesawat tempur lainnya pada masa selanjutnya.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki