Gennady Dmitriev dan Vitse-admiral Paromov: Dua Kapal Bantu Baru Armada Laut Rusia

Sergey Malgavko /TASS
Kapal-kapal ini mampu menyuplai bahan bakar dan amunisi ke kapal perang yang berada di wilayah laut lepas dan bahkan ke Kutub Utara yang dilapisi es tebal hingga sejauh ratusan kilometer dari pantai.

Kekuatan tempur setiap armada laut sangat bergantung pada kapal dan kapal selamnya yang membawa senjata. Akan tetapi,  kapal yang paling kuat dan modern sekalipun tetap membutuhkan "pembantu". Inilah dua kapal bantu terbaru untuk armada Angkatan Laut Rusia yang mulai beroperasi pada 2020 dan 2021.

'Gennady Dmitriev' untuk Arktik

Salah satu kapal terbaru Angkatan Laut (AL) adalah kapal pengangkut senjata 'Gennady Dmitriev', yang dikembangkan di bawah Proyek 20360M.

Kapal ini memiliki tinggi setara dengan rumah lima lantai, panjang 77,8 meter, lebar 15,8 meter, dan sarat air  4 meter.

Dengan berat yang mencapai 2.200 ton dan bobot benam 3.205 ton, kapal ini dapat melaju dengan kecepatan rata-rata 12 knot hingga sekitar 4.800 kilometer.

Menurut sang produsen, Galangan Kapal Ryabisnk, kapal Gennady Dmitriev memiliki 180 kamar. Selain itu, perusahaan yang telah menjadi bagian Kalashnikov Concern sejak 2015 ini juga menjelaskan bahwa panjang kabel yang ada di dalam kapal raksasa ini bisa dibentangkan dari galangan hingga Kota Yaroslavl dan kembali lagi (sekitar 174 kilometer). 

Gennadi Dmitriev akan bertugas membawa amunisi untuk pangkalan AL dan kapal yang sudah berada di laut lepas.

Menurut ahli militer dan kapten tingkat pertama Vasily Dadykin, kapal ini dapat bersaing dengan kapal-kapal asing sejenis dalam hal fungsinya.

Kelebihan lain yang dimiliki kapal ini adalah lambung yang tebal untuk memecah es, dasar dan sisi ganda, dua ruang kargo, platform untuk mengangkut kargo dalam wadah, derek dengan kapasitas angkut 20 ton, dan landasan pendaratan helikopter.

Menurut Dadykin, sama seperti raksasa laut baru Rusia lainnya, kapal ini dibangun dengan mempertimbangkan fakta untuk dapat menerobos es setebal beberapa meter di perairan Kutub Utara.

Kapal Multiguna ‘Vitse-admiral Paromov’

Kapal pendukung modern biasanya multiguna. Begitu pun dengan kapal tanker laut kecil ‘Vitse-admiral (Wakil Laksamana) Paromov’ yang baru bergabung dengan Armada Laut Hitam pada 7 Juni 2021.

Kapal yang dikembangkan di bawah Proyek 03182, dengan kode 'Platform-Arktik' ini digarap oleh Biro Desain Zelenodolsk. Kapal yang memiliki panjang 75 meter dan lebar 15,4 meter ini adalah satu dari empat kapal tanker untuk armada Laut Hitam dan Pasifik yang pembangunannya diperintahkan oleh Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Rusia pada 2014—2015.

Kapal tanker dengan bobot benam 3.500 ton ini memiliki tingkat penguatan tambahan Arc-4, yang memungkinkannya berlayar dengan ketebalan es hingga satu meter. 

Jika kapal tongkang dan tanker tua tahun 1980-an hanya bisa membawa satu jenis kargo, seperti bahan bakar, tanker Wakil Laksamana Paramov, yang dapat berlayar hingga 2.778 kilometer, dapat mengirimkan semua kargo cair sekaligus: bahan bakar kapal dan pesawat, solar, serta air tawar. Jika dibutuhkan, kapal ini juga bisa berpartisipasi dalam operasi penyelamatan dan membersihkan wilayah perairan dari polusi.

Menurut Biro Desain Zelenodolsk, landasan helikopter Wakil Laksamana Paromov dapat menampung helikopter kelas Ka-27 dan juga kendaraan udara nirawak. Kapal ini juga dilengkapi dengan baling-baling dan pendorong elektrik, yang memberikan kemampuan manuver tinggi dan pengendalian yang baik, bahkan di tengah badai.

Menurut laporan majalah Dukungan material dan teknis dari Angkatan Bersenjata Federasi Rusia, selama setahun terakhir, kapal-kapal bantu armada AL Rusia telah menempuh pelayaran sejauh 926.000 kilometer, mengirim 211 pasokan dengan total berat 337.000 ton kargo ke kapal-kapal di wilayah laut lepas, lebih dari 13.000 pengangkutan laut dan darat, serta mengirim 183 pasokan melintasi es. 

Dari pemadam api, kurir hingga pelayan masyarakat, inilah lima robot canggih buatan Rusia.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki