Pesawat An-26 Jatuh, Seluruh Penumpang Tewas

An-26

An-26

Global Look Press
Kementerian Transportasi Rusia mengonfirmasi tidak ada penumpang selamat.

Pesawat penumpang An-26 milik maskapai Petropavlovsk-Kamchatsky Airline jatuh sepuluh menit sebelum mendarat di Bandara Palana, dekat Kamchatka, Timur Jauh Rusia, Selasa (6/7). Seluruh penumpang dan awak pesawat dikabarkan tewas.

“Tidak ada yang selamat,” kata Menteri Transportasi Rusia Vitaly Savelyev yang mengepalai komite investigasi kecelakaan tersebut.

Menurut pihak maskapai, pesawat dengan nomor penerbangan PTK251 itu mengangkut 22 penumpang dan enam awak. Belakangan, tiga pejabat Pemerintah Kota Palana dan sang wali kota, Olga Makhireva, diketahui berada di antara daftar penumpang.

Wakil direktur Petropavlovsk-Kamchatsky Airline mengatakan bahwa pesawat bisa jadi menabrak tebing karena angin kencang. “Pesawat kemungkinan menabrak tebing dari sisi laut. Tebing itu tidak berada di lintasan pendaratan pesawat,” ujarnya seraya menambahkan bahwa sebagian besar puing pesawat ditemukan di sekitar kaki tebing, sementara sisanya di laut.

Sekitar dua jam setelah laporan hilang kontak, tim SAR mengumumkan bahwa lokasi jatuhnya pesawat baling-baling bermesin ganda itu telah ditemukan. Beberapa kapal langsung dikerahkan untuk mengecek lokasi tersebut. Pada 12.06 waktu Moskow, puing-puing An-26 ditemukan.

“Menurut informasi dari tim SAR, pada 12.06 waktu Moskow, lokasi jatuhnya An-26 ditemukan ... setelah sebelumya hilang kontak. Lokasi jatuh sekitar 4—5 kilometer dari landasan pacu di sisi garis pantai,” kata Badan Transportasi Udara Federal Rusia Rosaviatsiya.

Saat ini, berdasarkan keterangan Gubernur Kamchatka Vladimir Solodov, tim penyelamat telah berhasil menemukan beberapa mayat korban kecelakaan pesawat An-26.

Selanjutnya, inilah sejumlah pesawat tua yang menolak pensiun — beberapa bahkan sudah ada sejak tahun '60-an!

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki