AK-74M vs AS Val: Mana yang Lebih Unggul?

Alexander Vilf/Sputnik
Kami menguji senapan AK-74M dan AS Val di lapangan tembak untuk membandingkan kedua senjata tersebut secara mendetail.

Senapan AK-74M diadopsi oleh militer pada awal 1970-an. “Adik” AK-47 ini dilengkapi dengan amunisi 5,45 x 39 mm yang lebih ringan dan lebih cepat. Senapan itu lebih akurat dan memiliki lebih sedikit rekoil dibandingkan AK-47 standar.

Seiring waktu, pasukan penerjun payung dan unit-unit khusus membutuhkan versi AK-74M yang lebih pendek, yang mampu melenyapkan musuh dari jarak dekat secara senyap. AS Val ternyata satu-satunya yang dapat menjawab kebutuhan ini.

Karena itu, kami pergi ke lapangan tembak untuk menguji keduanya dan mencari tahu bagaimana perbedaan antara kedua senapan ini.

Tak diragukan lagi, AS Val unggul dalam kompatibilitasnya dengan aksesori modern, seperti penanda inframerah, alat bidik, dan lain-lain. Anda dapat dengan mudah memasang pegangan dan aksesori lainnya pada senapan dalam hitungan detik.

Selain itu, AS Val juga lebih ringan dan lebih pendek daripada AK-74M dan ternyata lebih akurat pada jarak 50 dan 100 meter.

Karena peredam dan amunisi subsonik senapan Val, penembak sama sekali tak membutuhkan pelindung telinga. Meski begitu, senapan itu ternyata dua kali lebih kuat daripada AK-74M.

Kami menguji bagaimana AS Val menghancurkan target “lunak”, balok beton, dan seberapa baik amunisinya menembus air. Ternyata, AK-74M tetap lebih unggul sekalipun peluru Val lebih besar dan lebih berat dibandingkan amunisi Kalashnikov.

Lubang pada target “lunak” hampir lima kali lebih besar daripada peluru 5,45 x 39 mm. Para insinyur di lapangan tembak mengatakan bahwa bagian belakang peluru AK mulai “menjuntai” di dalam target sehingga merobek bagian yang lebih besar. Sementara itu, amunisi 9 x 39 mm membuat lubang yang lebih kecil dan lebih jelas sehingga mengurangi kerusakan pada target “lunak”.

Hal serupa terjadi pada pengujian terhadap lima botol air ukuran llima liter. Lintasan penerbangann amunisi Val berubah ketika menembus botol air pertama dan terbang keluar dari sisi botol kedua. Sementara itu, amunisi 5,45 x 39 mm meledakkan kelima botol dan terus melesat. Ternyata, dibutuhkan setidaknya tujuh botoh yang dibariskan untuk menghentikan laju peluru AK-74M (atau setidaknya berada 1,5 meter di bawah air untuk bertahan hidup atau untuk menghindari peluru 5,45 x 39 mm).

Yang mengejutkan, kedua senapan tersebut secara efektif menembus balok beton dari jarak 100 meter. Kami tidak terkejut dengan AK yang dapat menembus balok beton setebal 30 cm. Kami justru heran ketika AS Val juga berhasil melakukan hal serupa, padahal senapan ini kalah pada sejumlah uji coba sebelumnya.

Keunggulan dan Kelemahan AS Val

AS Val adalah senapan serbu senyap Rusia pertama yang dibuat pada akhir 1980-an. Senapan ini mampu menembus pelat pelindung tubuh kelas II pada jarak 200 meter dengan peluru subsonik 9 x 39 mm.

AS Val adalah senjata ringkas yang dapat dengan mudah dibongkar dan disembunyikan ke dalam penutup biasa sehingga memberi keuntungan selama uji coba militer.

Senapan serbu ini banyak digunakan semasa operasi militer di Chechnya. Unit Pasukan Khusus Rusia menggunakannya dalam pertempuran dengan teroris dan bahkan melenyapkan salah satu bos mafia Rusia, Aslan Usoyan, dengan senapan ini.

Dengan bobot 2,5 kilogram, senapan ini ringkas dan nyaman saat ditembakkan. Selain itu, peluru subsonik 9 mm membuat senjata ini tak memiliki rekoil.

Tak hanya itu, AS Val pun Lebih ringan dan lebih mudah dioperasikan dan dibersihkan daripada AK. Desainnya mungkin terbilang standar, tetapi perfomanya seperti jam Swiss.

Meski begitu, akurasi tembakan menjadi salah satu kekurangan utama senapan ini. Peluru yang ditembakkan bisa melenceng sangat lebar dengan rata-rata 10 sentimeter pada jarak 100 meter.

Sistem ini terlihat aneh dari dekat, tetapi tampilan bukan hal penting dalam industri senjata api Rusia.

Selanjutnya, inilah lima senjata api terbaik buatan Rusia yang mungkin belum Anda ketahui.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki