Pemrogram Rusia Buat Aplikasi Sejenis Clubhouse untuk Pengguna Android

Legion Media
Dalam sehari, seorang pemrogram asal Sankt Peterburg, Rusia, membuat versi takresmi aplikasi Clubhouse untuk pengguna Android.

Hanya dalam 24 jam, Grigory Klyushnikov, seorang pemrogram asal Sankt Peterburg, mengembangkan versi Android Clubhouse, jejaring sosial berbasis audio yang tengah digandrungi di seluruh dunia, dan membagikannya di GitHub (layanan hos web bersama untuk proyek pengembangan perangkat lunak) kemarin, Sabtu (20/2).

Secara resmi, aplikasi Clubhouse hanya tersesia untuk pengguna iOS. Melalui akun Twitter-nya, Klyushnikov mengaku bosan menunggu pengembang Clubhouse merilis versi Android. Karena itu, ia memutuskan untuk membuatnya sendiri. Klyushnikov menyebut aplikasi takresminya itu Houseclub.

Untuk memasang aplikasi tersebut pada ponsel Android Anda, Anda hanya perlu mengunduh file APK (berkas paket aplikasi Android) pada tautan ini.

Menurut Klyushnikov, pengguna seharusnya dapat meregisrasikan dirinya, tetapi untuk menghindari kemungkinan galat (error), dia menyarankan untuk meregistrasi melalui perangkat iOS, baru setelah itu masuk melalui aplikasi Android.

Dalam aplikasi ini, Anda dapat mencari dan bergabung dalam ruang diskusi, “mengangkat tangan” (fitur yang memungkinkan Anda untuk berbicara di ruang diskusi orang lain), melihat profil pengguna lainnya, mengikuti mereka, dan mengubah profil Anda. Pada dasarnya, hampir sama seperti aplikasi Clubhouse yang resmi.

Bedanya, versi Android yang dikembangkan Klyushnikov tidak memiliki notifikasi dan fitur untuk membuat dan memoderasi ruang diskusi. Selain itu, Klyushnikov tidak menjamin bahwa manajemen Clubhouse yang resmi tak akan memblokir pengguna yang menggunakan aplikasinya.

Klyushnikov mengeklaim bahwa dia tidak tertarik untuk memonetisasi aplikasi tersebut atau menjadi terkenal. Sebaliknya, dia mengatakan bahwa dia “hanya ingin membuat dunia lebih baik”.

Sebelumnya, Klyushnikov pernah membuat versi Android aplikasi jejaring sosial Rusia VK. Ia bahkan pernah bekerja di Telegram, aplikasi layanan pengirim pesan instan multiplatform berbasis awan, bersama pendirinya, Pavel Durov, tetapi kemudian keluar. Di salah satu ruang diskusi Clubhouse, Klyushnikov mengatakan bahwa ia keluar karena perbedaan pendapat dengan Durov. Pria kelahiran 1993 itu juga mengatakan bahwa dia tengah mengerjakan jejaring sosialnya sendiri, yang “secara teknis tak akan pernah ketinggalan zaman”.

Selanjutnya, inilah beberapa aplikasi pesan instan dan jejaring sosial buatan Rusia yang dapat Anda jajal.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki