Rosoboronexport Pertimbangkan Ekspor Pesawat Tempur Su-57E ke Negara Tertentu

mars.online
Rosoboronexport siap menawarkan pesawat tempur multiperan generasi kelima Su-57E kepada mitra-mitra strategis Moskow.

Pesawat tempur generasi kelima Su-57 dapat mulai dikirim ke pembeli asing yang, dalam arti sempit, mewakili mitra-mitra strategis Rusia, lapor  Interfax.

“Rosoboronexport siap menawarkan pesawat tempur multiperan generasi kelima Su-57E kepada mitra-mitra strategis Moskow jika mereka tertarik untuk membelinya,” kata Rosoboronexport selama pameran Aero India 2021. Perusahaan tersebut menambahkan bahwa pihaknya kini tengah menegosiasikan penjualan kendaraan tempur modern lainnya, seperti pesawat tempur generasi ke-4++ Su-35, kepada sejumlah negara Asia.

Pesawat Su-57E telah menerima izin ekspor pada Agustus 2019. Dengan demikian, Rosoboronexport dapat mulai menawarkan pesawat tempur canggih tersebut ke negara lain, tulis Interfax. Direktur Rostec Sergey Chemezov mengatakan, India adalah salah satu mitra yang secara serius mempertimbangkan kemungkinan pembelian Su-57E. Selain itu, Turki juga telah menyatakan keinginannya untuk membeli Su-57E. Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan bahkan telah melihat langsung pesawat tersebut selama pameran udara MAKS.

Pada saat yang sama, Kepala Layanan Federal untuk Kerja Sama Teknik Militer Rusia (FSMTC) Dmitry Shugaev dan Wakil Perdana Menteri Rusia Yuri Borisov menegaskan bahwa penjualan pesawat tempur Su-57 baru akan dilakukan setelah Pasukan Kedirgantaraan Rusia menerima pasokan pesawat baru tersebut.

Su-57 adalah pesawat tempur generasi kelima terbaru yang dirancang untuk menyaingi pesawat Amerika F-22 Raptor dan F-35 Lightning II. Dikembangkan sejak awal abad ke-21, pesawat ini pertama kali mengudara pada 2010. Pada awal 2018, Su-57 dikerahkan ke Suriah untuk menguji performa aerodinamis dan senjata baru yang dibuat khusus untuk pesawat tersebut.

Empat pesawat tempur Rusia masuk di antara sepuluh pesawat tempur paling populer di dunia. Bacalah selengkapnya!

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki