TK509: Senjata Futuristis Terbaru Rusia

Михаил Дегтярёв/kalashnikov.ru
Senapan AR-15 Amerika terlahir kembali di Rusia.

TK509 adalah senapan semiotomatis dengan blowback ‘semburan ke belakang’. Senjata ini dipasarkan sebagai laras halus (smoothbore, senjata yang tak memiliki ulir pada larasnya) berkat selongsong peluru .345 TK terbaru dan laras 305 mm bergaya Paradox (dengan lekukan untuk menstabilkan peluru dan memutarnya ketika ia ditembakkan).

Senjata ini dibuat oleh Molot Arms dan Tekhkrim dari Vyatskiye Polyany (800 km di sebelah timur Moskow). Molot Arms memproduksi laras aluminium sekelas pesawat untuk selongsong peluru .345 TK, sedangkan Tekhkrim merakit senjata dan melapisinya dengan krom dan lapisan pelindung dekoratif.

Menurut Vadim Kozyulin, seorang profesor di Akademi Ilmu Militer Rusia, TK509 adalah kelanjutan ideologis dan pengembangan platform AR-15 AS, pesaing utama AK di pasar senjata kecil.

“Selama 50 tahun terakhir, orang-orang memperdebatkan mana yang lebih baik: AK atau AR-15. Di Rusia, keduanya sama-sama diminati. Namun, setelah pasokan senapan AS dibatasi pada 2014, beberapa perusahaan Rusia membeli lisensi untuk membuat AR-15 dan turunannya. Jadi, TK509 adalah kelanjutan ideologis senjata Amerika dalam desain Rusia modern yang bergaya,” katanya.

TK509 memasukkan sebanyak mungkin fitur standar AR-15, termasuk fitur pegangan serta mekanisme penembakan dan komponen penyerangan.

Senjata ini dirancang untuk pengguna kinan ataupun kidal. Dengan demikian, si penembak dapat mengokang secara manual dari kedua sisi.

Selain itu, tak seperti senapan serbu seri AK, TK509 tidak memiliki alat bidik mekanis. Sebaliknya, senjata ini dilengkapi dengan rel Picatinny pada bagian atas dan pelindung aluminium untuk memasang alat optik.

Kini, sepucuk TK509 dibanderol seharga $1.300 (sekitar 18,4 juta rupiah).

Selanjutnya, kedua senjata ini yang terkenal bengis dalam berbagai konflik militer di seluruh dunia!

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki