Media Rusia Rilis Video ‘Slow Motion’ Pelucuran Rudal Penembus Lapis Baja

Hasil tangkapan layar video
Rekaman peluncuran rudal sistem infanteri antitank Kornet kini tersedia dalam versi gerak lambat.

Melalui video yang dirilis stasiun TV Zvezda, Anda bisa menyaksikan peluncuran rudal dari atas kendaraan lapis baja dan peluncur roket Kornet. Rekaman berkualitas tinggi tersebut tersedia dalam versi slow motion ‘gerak lambat’.

Tak seperti sistem antitank sebelumnya (Fagot, Konkurs, dan Metis), sistem kontrol Kornet menggunakan sinar laser alias nirkabel. Selain itu, tembakan salvo dengan dua rudal sekaligus mampu menembus jenis perlindungan tank modern mana pun. Karena karakteristiknya yang unik, Kornet dijuluki Pembunuh Tank.

Pada 2019, sistem pembidikan termal Kornet mulai digunakan unit-unit penerjun payang. Sistem itu mampu menyasar target udara berkecepatan tinggi (250 m/s) pada jarak hingga 10 km dan ketinggian hingga 9 km.

Beroperasi sejak 1998, Kornet dirancang untuk menghancurkan tank dan target lapis baja lainnya, termasuk yang dilengkapi dengan teknologi lapis baja reaktif.

“Ini adalah lapis baja khusus yang bereaksi ketika terkena proyektil musuh sehingga meniadakan atau meminimalisasi dampak serangan. Baik tank maupun kru di dalamnya tetap utuh, mereka mampu melanjutkan misi tempur di medan perang,” kata Viktor Murakhovsky, Pemimpin Redaksi Majalah Arsenal Otechestva, kepada Russia Beyond.

Modifikasi terbaru Kornet beroperasi berdasarkan prinsip “tembak dan lupakan”, kata sang pakar. Menurutnya, sistem pelacak model terbaru memiliki teknologi penguncian dan pelacakan target otomatis. “Namun, ada satu cacat yang sedang diperbaiki para insinyur — musuh harus berada dalam jangkauan visual peluncur, itulah yang memandu rudal ke sasaran,” kata Murakhovsky.

Kemampuan tempur BMP-2M akan berlipat ganda sehingga membuatnya setara dengan sebagian besar kendaraan infanteri sejenis buatan asing.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki