Lima Pesawat MiG yang Menggentarkan NATO

Sergey Krivchikov/Global Look Press
MiG selalu menjadi ancaman bagi NATO selama lebih dari 70 tahun. Pakta pertahanan itu tak pernah berhasil menemukan jawaban atas kekuatan dan keefektifan pesawat tempur Rusia ini.

1. MiG-15

MiG-15, salah satu pesawat tempur MiG yang terbaik, adalah “leluhur” jet tempur Soviet. Dengan hampir 18 ribu pesawat yang dibangun di seluruh dunia, MiG-15 merupakan jet tempur yang paling banyak diproduksi sepanjang sejarah.

Dirancang tak lama setelah Perang Dunia II, jet ini ikut andil selama Perang Korea. Kala itu, MiG-15 bertempur melawan F-85 Sabre Amerika dalam sejumlah duel angkasa. Kedua jet ini adalah lawan yang sepadan untuk satu sama lain. Sementara Sabre lebih efektif pada ketinggian rendah, MiG lebih unggul di langit yang tinggi.

MiG-15 bertanggung jawab dalam salah satu bab paling kelam dalam sejarah AU AS, yang dikenal sebagai “Selasa Kelabu”. Pada 23 Oktober 1951, pilot-pilot Soviet menembak jatuh delapan bomber strategis B-29A Superfortress dan dua pesawat tempur pengawal F-84. Sementara, Soviet hanya kehilangan satu pesawat selama pertempuran sengit itu.

2. MiG-21

Dengan 11.496 pesawat yang dibangun, MiG-21 adalah jet supersonik yang paling banyak diproduksi sepanjang sejarah. Karena diproduksi secara massal, harganya pun murah. Satu unit MiG-21 dihargai kurang dari satu kendaraan tempur infanteri BMP-1.

MiG-21 sangat populer di seluruh dunia dan telah beroperasi di 65 negara. Meski meluncur lebih dari 60 tahun yang lalu, beberapa negara (Angola, Mesir, Vietnam, dll.) masih menggunakannya hingga kini.

Dari sejumlah konflik dan perang yang pernah diikuti MiG-21, Perang Vietnam menjadi saksi kejayaan pesawat tempur ini. Meski kalah jumlah dari skuadron AS, pilot-pilot Vietnam menunjukkan hasil yang luar biasa: 165 kemenangan udara dengan 65 pesawat jatuh. Pada 3 Januari 1968, pilot Ha Van Chuc bertempur seorang diri melawan 36 pesawat tempur Amerika dengan MiG-21 dan menembak jatuh seorang komandan sayap.

3. MiG-25

Pencegat supersonik ini dirancang sebagai respons terhadap bomber B-58 Amerika yang mampu menerobos pertahanan Soviet dan melancarkan serangan nuklir. MiG-31 juga dimaksudkan untuk mencegat pesawat pengintai Lockheed SR-71, yang sulit diimbangi MiG-21 dan Su-15 yang lambat, yang beroperasi pada pertengahan 1960-an.

Munculnya pencegat Soviet dengan kecepatan maksimal 3.000 km/jam menjadi kejutan yang tak menyenangkan bagi Amerika. Alhasil, Kongres AS mengadakan sidang luar biasa, dan memutuskan untuk mempercepat pengerjaan pesawat tempur F-14 dan F-15.

Salah satu pengkhianatan terbesar dalam sejarah Soviet justru menyangkut MiG-25. Pada September 1976, Letnan Senior Viktor Belenko membelot ke Jepang dengan pesawat ini. Pencegat itu dibongkar dan dipelajari oleh para pakar Amerika dan kemudian kembali ke Soviet. Karena semua rahasia pesawat itu telah diketahui musuh potensial, seluruh peralatan MiG-25 harus segera diganti.

4. MiG-31

MiG-31, salah satu jet tempur tercepat di dunia (hingga 3.000 km/jam), dibuat berdasarkan MiG-25. Tidak seperti pendahulunya, pesawat ini memiliki dua kursi: untuk pilot dan navigator operator.

Pencegat ini mampu secara bersamaan menembak enam dan melacak hingga sepuluh target sekaligus. Empat jet MiG-31 bisa mengawasi ruang udara sejauh 1.100 km.

Pada akhir 1980-an, MiG-31 secara efektif menghentikan aktivitas pesawat pengintai SR-71 Blackbird Amerika di dekat perbatasan Soviet. Kini, MiG-31 bertugas di Suriah, mengawal pesawat-pesawat pengebom, dan sebagian telah menggantikan pesawat AWACS A-50 menemukan target serangan udara.

5. MiG-29

MiG-29, salah satu jet tempur modern terbaik, kini aktif bertugas pada 28 negara. Pesawat Soviet ini bahkan dapat ditemukan di pangkalan udara AS — Moldova menjual 21 unit MiG-29 ke Amerika pada 1997. Setelah diperiksa, beberapa pesawat itu dipajang.

MiG-29 berfungsi sebagai model dasar untuk berbagai modifikasinya, termasuk MiG-29K yang berbasis dek. Pesawat-pesawat ini adalah kekuatan utama kapal induk India, Vikramaditya, dan Rusia (bersama Su-33), Admiral Kuznetsov.

Pertempuran yang melibatkan jet-jet tempur Rusia masih bisa dihitung jari. Yang paling terkenal terjadi selama Perang Eritrea-Ethiopia (1998 – 2000). Pada beberapa duel udara, Su-27SK Ethiopia yang lebih modern (dibeli dari Rusia) mengalahkan MiG-29 Soviet Eritrea dari tahun 1980-an yang dibeli dari Belarus.

Pesawat tempur-pencegat supersonik MiG-31 — yang disebut Foxhound oleh NATO — adalah pesawat tempur generasi keempat pertama Soviet. Tontonlah videonya!

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki