Saingi AS dan Eropa, Rusia Luncurkan Pesawat Sipil Baru

Sergei Kiselev/Moskva Agency
Rusia siap meluncurkan sejumlah model angkutan udara yang akan bersaing dengan kompetitor-kompetitor besar asal AS dan Eropa di seluruh dunia.

Dua transportasi udara itu adalah pesawat jarak menengah MS-21-300 dan helikopter Ansat dengan kabin Aurus.

Pesawat Jarak Menengah Pertama Rusia

Dengan kapasitas 163 hingga 211 penumpang, pesawat penumpang jarak menengah MS-21-300 adalah pesawat pertama Rusia dari kelas sejenis sejak keruntuhan Uni Soviet. Pesawat ini mampu terbang hingga jarak 6.000 km.

MS-21-300 sepenuhnya memenuhi standar tinggi IAC (Interstate Aviation Committee) dan dirancang untuk berbagai jenis kebutuhan dan keperluan. Sebagai contoh, diameter badan pesawat telah diperbesar sehingga interiornya bisa diatur ulang untuk memenuhi spesifikasi masing-masing maskapai.

Selain itu, mesin pesawat juga telah ditingkatkan untuk memenuhi standar teknologi modern. Penekanan desain mesin pesawat ini terdapat pada pengurangan kebisingan dan emisi berbahaya, sehingga dampak negatifnya terhadap lingkungan pun berkurang. Karena itu, MS-21-300 menggunakan lebih sedikit bahan bakar daripada pesaingnya, tetapi mampu terbang dengan kecepatan yang lebih tinggi.

Pesawat ini pun lebih ringan daripada kompetitor dari kelas yang sama karena proporsi bahan komposit ringan yang digunakan lebih banyak (40 persen dari seluruh komposisi material).

Sementara, sistem tata udara atau pengatur suhu di dalam kabin juga kian canggih — tekanan internal ditingkatkan, sistem kelembapan udara dan filter biologis canggih dipasang, terdapat peralatan untuk tiga zona pengontrol suhu, dst.

Pihak pengembang berharap bahwa sertifikasi pesawat akan selesai pada 2020 dan produksi massal MS-21-300 dapat dimulai pada 2021.

Para pengunjung pertunjukan udara MAKS di Zhukovsky berkesempatan melihat ke dalam pesawat dan menyaksikannya “beratraksi” di angkasa.

Helikopter Ansat dengan Kabin Aurus

Helikopter Ansat yang murah dan dapat diandalkan sudah digunakan di Rusia. Helikopter ini sama-sama mendapat respons positif baik dari kalangan sipil maupun militer. Helikopter ini tak berisik, mudah dikendalikan, dan cepat.

Ini adalah helikopter ringan dengan kapasitas muatan 1,3 ton dan mampu mengangkut hingga sembilan orang.

Kini, Ansat mengembangkan Kini, Ansat mengembangkan helikopter dengan kabin untuk kelas bisnis. Bekerja sama dengan perancang limosin kepresidenan, Aurus, perbedaan utama helikopter ini dari versi standar terlihat jelas dari interiornya. Ini helikopter yang sama, tetapi dengan kabin khusus yang dilengkapi dengan pencahayaan individu, sistem tata udara, bar, meja, dan daftar fitur kelas premium penting lainnya.

Ansat memiliki baling-baling tunggal dan memiliki dua mesin berkekuatan 620 tenaga kuda. Sementara, badan helikopter terbuat dari bahan komposit yang ringan.

Helikopter ini bisa digunakan untuk transportasi sipil (penumpang, barang) dan patroli medan atau operasi pencarian dan penyelamatan. Dengan tangki terisi penuh, Ansat dapat menempuh jarak hingga 520 km dengan kecepatan jelajah 240 km/jam. Helikopter semacam ini mampu mendaki hingga 6.000 meter, tergantung pada “muatannya”.

Uni Soviet membuat banyak pesawat penumpang yang luar biasa. Kini, setelah tidur panjang akibat kejatuhan Soviet, Rusia memulihkan tradisi aviasinya.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki