Perusahaan Rusia Buat Pesawat Bertenaga Surya untuk Kelilingi Dunia dalam 150 Jam

sk.ru
Petualang tanpa rasa takut, Fyodor Konyukhov — yang baru-baru ini mengelilingi Bumi dengan balon — kini memiliki petualangan baru. Ia berencana terbang mengelilingi dunia dengan pesawat bertenaga surya yang dibuat oleh pengembang asal Rusia. Naik Pesawat Solar Buatan Rusia, Petualang Fyodor Konyukhov Berencana Kelilingi Dunia dalam 150 Jam

Sebuah proyek baru yang disebut Albatross bertujuan untuk menciptakan pesawat terbang yang akan melakukan penerbangan nonstop mengelilingi Bumi pertama dengan energi matahari. Dijadwalkan selesai pada 2020, para peneliti harus terlebih dahulu mengumpulkan lebih banyak data sebelum proyek dimulai.

Petualang Rusia Fyodor Konyukhov, yang telah menaklukkan Kutub Utara dan Kutub Selatan dan tujuh puncak tertinggi di dunia, sekarang berencana terbang mengelilingi seluruh dunia dengan pesawat bertenaga surya.

Sebagai bagian dari proyek, para pengembang meluncurkan lab terbang fotovoltaik, sebuah metode yang mengubah energi matahari menjadi energi listrik. Lab ini dilengkapi dengan modul surya fleksibel yang unik yang diproduksi oleh perusahaan berbasis Moskow, TEEMP.

"Modul surya ini lebih efisien 22 persen, dan mampu menangkap baik sinar matahari langsung mau pun yang terpantul," kata Sergey Kurilov, direktur TEEMP.

Modul surya yang fleksibel dipasang pada permukaan atas dan bawah sayap pesawat, serta pada tutup sasis dan bagian atas badan pesawat. Pemanas listrik mengizinkan pesawat untuk mempertahankan suhu yang nyaman di dalam selama penerbangan jarak jauh dan tinggi.

Lab fotovoltaik itu dipresentasikan pada akhir Oktober di Skolkovo, pusat teknologi terbesar Rusia, yang terletak di Moskow.

Seluruh solusi teknologi baru ini akan dibutuhkan untuk merealisasikan penerbangan mengelilingi dunia pertama untuk pesawat bertenaga surya, kata Mikhail Lifshits, kepala proyek Albatross. Ia menambahkan bahwa lab fotovoltaik adalah tahap paling penting dalam proses ini.

"Kami belum tahu berapa banyak energi matahari yang bisa diserap pesawat di garis lintang dan waktu yang berbeda pada," katanya, seraya menambahkan bahwa para pengembang perlu perhitungan yang lebih baik untuk merancang pesawat.

Penerbangan mengelilingi dunia akan berlangsung pada ketinggian 12-14 kilometer, dengan kecepatan rata-rata 210 km per jam. Pesawat itu diperkirakan akan menjangkau 35 ribu kilometer dalam 150 jam, terbang di atas Australia, Selandia Baru, Chili, Argentina, Brasil, dan Afrika Selatan.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki