Kerahkan Peralatan Militer ke Perbatasan Korut, Apakah Rusia Siap Perang?

Para pakar percaya bahwa Rusia tidak mungkin mengerahkan unit-unit dan pasukannya untuk terlibat perang langsung dengan Korea Utara.

Para pakar percaya bahwa Rusia tidak mungkin mengerahkan unit-unit dan pasukannya untuk terlibat perang langsung dengan Korea Utara.

Evgeny Yepanchintsev/RIA Novosti
Seiring meningkatnya tensi di Semenanjung Korea, Rusia dikabarkan telah meningkatkan kesiagaan sistem pertahanan udaranya. Sementara, beberapa media bahkan memberitakan bahwa Rusia mengerahkan perangkat-perangkat militernya ke perbatasan Korea Utara. Akankah Rusia terlibat dalam ketegangan di Semenanjung Korea?

“Rusia memantau dengan saksama perkembangan di Korea Utara,” ujar Ketua Komisi Pertahanan Majelis Tinggi Parlemen Rusia (Dewan Federasi) Viktor Ozerov. Ia menambahkan bahwa pemerintah yakin bahwa wilayah Rusia tidak akan menjadi target peluncuran misil Korea Utara.

“Di satu sisi, senjata tetaplah senjata, dan militer kami melakukan segala yang mereka bisa untuk mencegah serangan misil yang tak sengaja ke wilayah Rusia seandainya hal semacam itu terjadi,” ujar Ozerov.

Untuk mengatasi ini, Rusia mengadakan latihan militer tambahan di Timur Jauh serta mengecek kesiapan personel tentara yang ditempatkan di perbatasan negara.

‘Peningkatan’ Kesiapan Tempur Pertahanan Udara

“Sebuah misil Korea Utara bisa menghantam wilayah kita ‘karena tertiup angin’. Untuk menghindari kemungkinan ini, seluruh petugas di unit-unit pertahanan udara di Timur Jauh yang sedang cuti dipanggil lagi. Mereka siap siaga bila harus kembali ke tempat bertugas dalam waktu sekejap,” ujar pengamat militer harian Izvestia Alexei Ramm kepada RBTH.

Rusia juga telah menambahkan jumlah sistem misil pertahanan udara S-400 di Timur Jauh. Sistem ini mampu menghancurkan misil balistik musuh dengan jarak hingga 400 kilometer.

Menurut Ramm, S-400 sebelumnya sudah disiagakan di Timur Jauh. Sistem itu digunakan untuk memantau langit dan melacak target. Namun kini, S-400 sudah berada dalam posisi siaga, dan dapat langsung digunakan untuk menembak jatuh misil musuh yang mengarah ke Rusia.

“Amunisi tambahan untuk pertahanan antimisil juga sudah disiapkan dan dikeluarkan dari gudang-gudang amunisi. Seluruh sistem dan mekanisme pertahanan udara juga dicek secara rutin,” tutur Ramm.

Pengerahan Peralatan Militer ke Perbatasan Korut

Bulan lalu, warga Timur Jauh mulai membagikan video yang kelihatannya menunjukkan pergerakan militer Rusia yang tengah memindahkan alat-alat berat ke Primorsky Krai, yang berbatasan dengan Korea Utara, melalui Khabarovsk.

“Anda mengatakan bahwa bahwa setiap berita dari Korea hanya omong kosong. Namun pada Minggu Paskah (16/4) ini, sudah ada tiga kereta yang membawa alat berat. Jadi situasinya memang tidak sesederhana itu. Sepertinya ada sesuatu yang sedang terjadi di perbatasan dengan Korea,” ujar sang pengunggah video. Sumber: Ольга Доманова / YouTube

“Anda mengatakan bahwa bahwa setiap berita dari Korea hanya omong kosong. Namun pada Minggu Paskah (16/4) ini, sudah ada tiga kereta yang membawa alat berat. Jadi situasinya memang tidak sesederhana itu. Sepertinya ada sesuatu yang sedang terjadi di perbatasan dengan Korea,” ujar pengunggah video itu.

Namun, menurut Kepala Humas Distrik Militer Timur Alexander Gordeyev, alat-alat berat itu digunakan untuk latihan yang telah selesai pada 29 April.

“Saya tidak bisa menerangkan apa saja isi keretanya, tapi saat ini alat-alat berat itu pada umumnya dipindahkan dari satu daerah ke daerah lain karena ada pengecekan terkait hasil latihan musim dingin,” ujar Gordeyev, seperti yang dikutip media setempat di Primorsky Krai.

Ia mengatakan bahwa tentara dipindahan menuju tempat latihan baru dan berlatih tempur di medan yang asing bagi mereka. “Kami baru-baru ini mengadakan latihan serupa di Transbaikal. Kemungkinan besar kereta itu sedang mengembalikan alat-alat berat itu ke tempatnya semula,” ujar Gordeyev.

Apakah Rusia Akan Terlibat Perang?

Para pakar percaya bahwa Rusia tidak mungkin mengerahkan unit-unit dan pasukannya untuk terlibat perang langsung dengan Korea Utara. Namun begitu, menurutnya Rusia perlu mengecek kesiapan tempur pasukannya demi menghadapi skenario yang dapat terjadi di perbatasan.

“Pengecekan seperti itu dilakukan melalui berbagai cara: mobilisasi, pengerahan sistem, pemantauan massal target udara, serta transmisi data di pos komando supaya dapat mengambil keputusan. Ini adalah langkah militer yang lazim dilakukan saat latihan atau operasi di dekat perbatasan negara,” ujar Vadim Kozyulin, profesor di Akademi Ilmu Militer, kepada RBTH.

Pada saat yang sama, sang pakar percaya bahwa sendainya Rusia harus menembak jatuh misil Korea Utara, Moskow tetap tidak akan berperang di Semenanjung Korea.

“Rusia akan mengirim surat protes serta mengambil langkah diplomatis dan politis yang biasa diambil dalam situasi serupa. Rusia akan tetap menghindari perang besar,” ujarnya meyakini.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.