Tahun Ini, Perlengkapan Militer Apa Saja yang Akan Asia Beli dari Rusia?

Kontrak “besar” yang ditunggu-tunggu dengan Indonesia terkait jet tempur Sukhoi Su-35 akan menjadi yang pertama di jenisnya untuk Rusia dan Indonesia.

Kontrak “besar” yang ditunggu-tunggu dengan Indonesia terkait jet tempur Sukhoi Su-35 akan menjadi yang pertama di jenisnya untuk Rusia dan Indonesia.

Kementerian Pertahanan Rusia
Permintaan terhadap perlengkapan militer Rusia mungkin meningkat tahun ini, kata Viktor Kladov, direktur kerja sama internasional dan kebijakan regional perusahaan negara Rostec. Rusia berencana bekerja sama dengan mitra lama dan baru di Asia.

Negara-negara Asia berencana memiliki “lebih banyak kontrak-kontrak mesin militer tahun ini dibanding tahun lalu,” demikian diungkap Viktor Kladov, direktur kerja sama internasional dan kebijakan regional perusahaan negara Rostec, kepada para wartawan di sela-sela Pameran Kedirgantaraan dan Maritim (LIMA) 2017 di Langkawi, Malaysia.

“Komitmen pengiriman (negara-negara Asia) dengan Rusia mencapai 45 miliar dolar AS (sekitar 598 triliun rupiah), sehingga pabrik-pabrik perlengkapan pertahanan Rusia akan punya banyak pekerjaan untuk tiga tahun ke depan,” ujarnya kepada TASS.

Kerja sama dengan mitra lama

Rusia dan Tiongkok sedang mengerjakan proyek helikopter angkutan berat canggih yang dibuat khusus untuk pasar Tiongkok. “Tiongkok yang memproduksi dan menjual, sedangkan Rusia menjadi kontraktornya,” ujar Kladov.

Sang eksekutif Rostec menambahkan bahwa India akan membeli empat kapal fregat Proyek 11356, yang akan dibangun dengan formula ‘2+2’. Dua kapal akan dikirim dari Rusia ke India, sedangkan dua lainnya akan dibangun di India dengan izin dari Rusia. Kladov mengatakan bahwa ada juga proyek aviasi, seperti produksi bersama untuk 200 unit helikopter Ka-226T dan pembelian 48 unit helikopter Mi-17V5.

Untuk proyek Rusia – Vietnam, kapal misil Proyek 12418, Kladov mengatakan itu tergantung pihak Vietnam. Ia mengutip Oleg Belkov, Kepala Eksekutif perusahaan galangan kapal Vympel Shipyard JSC.

Menurut Kladov, Belkov mengatakan bahwa Rusia pada tahun 2015 telah menyelesaikan syarat-syarat kontrak enam kapal misil untuk dikirim ke Vietnam. Jika Vietnam tertarik membeli lebih banyak kapal, “Kami siap,” kata Kladov.

Rusia juga telah mengajukan tawaran ke Malaysia terkait modernisasi 18 unit jet tempur MiG-29N, yang disuplai pada 1994. Malaysia sebelumnya menolak tawaran tersebut karena tingginya biaya, namun mereka “lebih fleksibel” terhadap jet baru, ujar Kladov.

Pemain baru di Asia

Kontrak “besar” yang ditunggu-tunggu dengan Indonesia terkait jet tempur Sukhoi Su-35 akan menjadi yang pertama di jenisnya untuk Rusia dan Indonesia, ujar Kladov, seraya menambahkan bahwa Jakarta juga tertarik membeli perlengkapan maritim dan pesawat amfibi multifungsi Be-200.

Beberapa potensi kontrak lainnya di Asia Tenggara adalah dengan Thailand, ujar Kladov. Menurutnya, Bangkok “tertarik dengan kendaraan bersenjata Rusia serta helikopter Mi-17, Yak-130, Su-30, dan Be-200”.

Rusia, menurutnya, sedang berfokus pada proyek tiga pesawat SSJ-100 ke Thailand.

Rostec, yang sebelumnya menggunakan nama Rostekhnologii, adalah perusahaan negara Rusia yang berdiri pada 2007 yang mengembangkan, memproduksi, dan mengekspor produk industri canggih untuk keperluan sipil dan pertahanan. Tujuan utama Rostec adalah untuk mendukung perusahaan Rusia di pasar asing dan domestik, serta meningkatkan investasi di berbagai sektor industri.

Pameran Kedirgantaraan dan Maritim Internasional (LIMA) adalah salah satu pameran pertahanan terbesar di Asia Pasifik yang diadakan setiap dua tahun sekali di Langkawi, Malaysia.