Pasukan Aerobatik Rusia Pamerkan Kemampuan Jet Tempur Baru Su-30MKI

Sukhoi Su-30MKI yang diterbangkan Russian Knights dalam Pameran Kedirgantaraan dan Maritim Internasional (LIMA) 2017 di Langkawi, Malaysia.

Sukhoi Su-30MKI yang diterbangkan Russian Knights dalam Pameran Kedirgantaraan dan Maritim Internasional (LIMA) 2017 di Langkawi, Malaysia.

Marina Lystseva/TASS
Kegesitan jet tempur terbaru Rusia ini membuatnya sempurna untuk pertempuran udara jarak dekat. Rusia berharap dapat menjualnya ke Indonesa, Aljazair, dan Timur Tengah.

Ia mengerem dengan dramatis di udara, melakukan manuver, dan bergegas terbang dengan cepat. Pasukan aerobatik Rusia Russian Knights (bagian dari Angkatan Bersenjata Rusia) sedang memamerkan jet tempur terbarunya, Sukhoi Su-30MKI, dalam Pameran Kedirgantaraan dan Maritim Internasional (LIMA) 2017 di Langkawi, Malaysia.

Apa yang Membuat Pesawat Itu Bagus?

Su-30MKI memiliki kemampuan tempur dan karakteristik performa yang jauh lebih baik dibanding Su-27, yang Russian Knights sering gunakan untuk mengudara. Su-30 sendiri saat ini dianggap sebagai salah satu jet tempur multifungsi terbaik di dunia.

Su-30MKI juga merupakan jet tempur gesit pertama di dunia: ia memiliki bentuk aerodinamik terpadu yang sangat efisien, mesin AL-31FP dengan kemampuan thrust vectoring, dan kanard yang dapat bergerak.

Para pilot mengatakan bahwa fitur ini memberikan Su-30MKI (huruf ‘I’ berarti pesawat ini menarget ekspor ke India) kemampuan lebih dalam pertempuran jarak dekat.

“Su-30MKI adalah jet tempur ekspor pertama di dunia yang dilengkapi dengan radar susunan berfase aktif, yang membuatnya mampu mendeteksi, melacak, dan bertempur dengan target-target yang banyak secara bersamaan,” ujar Valery Averyanov, pilot uji coba Irkut, produsen Su-30.

Menurutnya, Su-30MKI juga merupakan jet tempur Rusia pertama dengan komponen avionik terbuka: “Ini memudahkan pembaruan-pembaruan berikutnya dan memungkinkan pesawat itu dimodifikasi sesuai kebutuhan pelanggan.”

Averyanov mengatakan bahwa kegesitan sang jet tempur memberikannya kemampuan lebih dalam pertempuran jarak dekat: “Ini memungkinkan pilotnya untuk lebih sering bermanuver dengan aman, dan mengeluarkan senjata lebih cepat dari musuhnya.”

Berbeda dengan jet tempur Rusia lainnya, Su-30SM dapat menampung dua pilot. “Kenapa pilih Su-30SM dibanding Su-35, ketika keduanya mirip? Su-30SM berkursi ganda, supaya pilot lebih merasa nyaman. Dalam penerbangan jarak jauh, pilot pertama akan mengendarai jetnya, sedangkan pilot kedua memberikan informasi navigasi,” ujar Letnan Jendral Andrey Yudin, Wakil Komandan Pasukan Kedirgantaraan Rusia, kepada TASS.

Kampanye Promosi

Pavel Bulat, yang mengepalai Laboratorium Sistem Energi dan Mekanika Internasional di Universitas ITMO Sankt Petersburg, mengatakan bahwa Russian Knights datang ke Malaysia untuk mendemonstrasikan kemampuan sang jet tempur untuk calon pelanggan asing.

“Rusia ingin menjual Su-30MK ke Timur Tengah, Indonesia, dan Aljazair,” ujar Bulat. “Russian Knights memeragakan kemampuan udaranya kepada calon pelanggan Irkut dan Rosoboronexport (eksportir senjata milik negara Rusia).”

Menurut Bulat, kompetitor utama Su-30 adalah Dassault Rafale milik Perancis. 

Russian Knights adalah pasukan aerobatik penerbang jet pertama di dunia yang mempertahankan kemampuan serangan jet tempur kelas berat. Pesawat-pesawat dari tim ini mudah diingat karena berwarna bendera Rusia.Tim yang dibentuk pada 1991 sebagai bagian dari 1st Aviation Squadron tersebut awalnya menerbangkan jet tempur kelas berat Su-27. Tahun itu, enam pesawat milik Russian Knights mengadakan tur ke Inggris sebagai pertunjukan pertama mereka di luar Rusia. Mereka terbang di langit perumahan Queen Mother di Skotlandia dalam sebuah acara seremoni, dan ikut serta dalam beberapa pertunjukan udara, termasuk di Stasiun Leuchars dan Stasiun Finningley, di mana mereka beraksi dengan Red Arrows, pasukan aerobatik Inggris.Setelah itu, dalam sebuah pertunjukan udara di dekat Praha, Ceko, Russian Knights mendemonstrasikan pertunjukan aerobatik tunggal. Hasilnya, pesawat Amerika F-15, yang akan beraksi setelahnya, tidak jadi terbang karena pilotnya takut performa mereka akan timpang dengan Russian Knights.Russian Knights tiap tahun berpartisipasi di pameran kedirgantaraan internasional, pertunjukan-pertunjukan udara, dan parade-parade militer.