Cita-cita Setinggi Bintang: Di Mana Bisa Belajar Ilmu Antariksa di Rusia?

TBK-50 (ruang simulasi lingkungan termal dengan kapasitas 50 meter kubik) tengah digunakan di perusahaan penelitian dan produksi Zvezda untuk pelatihan kosmonaut dan astronaut serta pengujian pakaian antariksa.

TBK-50 (ruang simulasi lingkungan termal dengan kapasitas 50 meter kubik) tengah digunakan di perusahaan penelitian dan produksi Zvezda untuk pelatihan kosmonaut dan astronaut serta pengujian pakaian antariksa.

Sergey Pyatakov/RIA Novosti
Dewasa ini ada banyak profesi yang berhubungan dengan industri antariksa. Rusia, negara pertama yang mengirim manusia ke luar angkasa, memiliki banyak universitas yang siap mencetak pakar-pakar muda di bidang riset ruang angkasa.

Universitas paling terkenal dan bergengsi di Rusia, Universitas Negeri Moskow (MGU), telah masuk ke dalam jajaran perguruan tinggi yang memungkinkan seorang mahasiswa memperoleh keahlian untuk berkarir di bidang antariksa.

Pada 25 Januari lalu, MGU membuka Departemen Penelitian Antariksa yang siap menelurkan para ahli di bidang antariksa dan ilmu-ilmu terkait.

“Bidang-bidang ini termasuk kedokteran antariksa, biologi, persiapan penerbangan kosmonaut, serta bertahan dalam gravitasi nol,” ujar Rektor MGU Viktor Sadovnichy dalam rapat komisaris.

“Melalui teknologi informasi dan juga pengerjaan perlengkapan dan instrumen baru, para mahasiswa akan mempelajari berbagai macam fenomena antariksa yang belum terpecahkan.”

Menjadi Profesional di Bidang Antariksa

Penjelajah antariksa pertama di dunia, Yuri Gagarin, terpilih setelah mengalahkan lebih dari 200 ribu pesaing lainnya. Banyak yang sudah berubah sejak Gagarin pertama kali ke luar angkasa. Kini, setiap orang memiliki peluang untuk bekerja di industri antariksa. Profesi ini tak berarti harus terbang ke luar angkasa. Ada banyak profesi yang dibutuhkan di industri antariksa.

“Antariksa menyatukan orang-orang dari berbagai latar belakang ilmu pengetahuan dan keahlian untuk dapat memanfaatkan ilmunya,” ujar Direktur Hubungan Masyarakat di Institut Aviasi Moskow (MAI) Irina Storozheva.

“Memilih universitas dengan latar belakang ilmu antariksa yang kuat dan memiliki hubungan erat dengan industri tersebut dapat membantu Anda mencari kerja bahkan sejak tahun pertama studi tanpa harus lulus terlebih dahulu.”

Para mahasiswa dari institut-institut teknik ternama, seperti Bauman atau MAI, akan mendapatkan keutamaan ini. Sangat penting untuk memiliki dasar pendidikan yang kuat untuk dapat bekerja di industri antariksa.

“Profesi ini membutuhkan ahli teknologi informasi dan matematika, insinyur termal, ilmuwan material, manajer produksi dan konstruksi, serta berbegai jenis spesialis lainnya,” kata Storozheva menambahkan.

Namun, dari seluruh profesi menjanjikan di bidang antariksa yang bisa ditekuni di Rusia, bidang apa yang paling dibutuhkan di masa depan? Dmitry Sudakov, direktur dari proyek Atlas of New Professions, mengatakan bahwa pertimbangan masa depan sangat penting ketika memilih profesi.

“Tanya dirimu sendiri, ‘Saya ingin kerja di bidang seperti apa? Apakah ada perusahaan yang menawarkan pekerjaan seperti ini, atau saya harus membuatnya?’ Jika ada perusahaan itu, Anda dapat mengatakan kepada mereka bahwa Anda ingin bekerja di perusahaan itu di masa depan. Karena itu, tanyakan universitas mana yang harus Anda masuki.”

Perusahaan saat ini membutuhkan spesialis yang mampu mengembangkan teknologi baru dan berorientasi pada hasil.

“Ada manajemen proyek, komputasi, dan profesi yang berkaitan dengan teknologi. Orang-orang di bidang ini akan selalu diminati,” ujar Storozheva. “Para insinyur profesional juga selalu diminati. Semakin rumit suatu teknologi atau tugasnya, semakin diminati pula spesialis yang berkualitas.”

Industri Antariksa di Masa Depan

Beberapa tren di industri antariksa sudah jelas. Sebagai contoh, pengembangan kosmonaut komersial akan menciptakan berbagai jenis profesi baru, kata banyak pakar.

“Kini, tak lagi cukup bagi seorang insinyur inovatif untuk hanya menciptakan sesuatu atau sekadar mengetahui bagaimana meningkatkan efektivitas teknologi produksi,” kata Storozheva.

“Ia juga harus menjadi seorang pengusaha yang mampu melihat pasar di masa depan, seorang teknisi sistem yang mampu mengontrol perputaran produk, seorang yang mampu mengurus proses produksi, serta seorang akuntan yang mampu menghitung biaya penemuannya.”

Terkait profesi-profesi potensial di bidang antariksa di masa depan, Atlas of New Professions mencantumkan dua macam profesi. Pertama, manajer wisata luar angkasa, yaitu seseorang yang mampu mengembangkan program kunjungan di sekitar orbit Bumi. Kedua, teknisi transportasi antariksa, yaitu seseorang yang dapat menyediakan jaringan jasa transportasi luar Bumi, mengembangkan koridor transportasi, serta mengoordinasikan peluncuran dari Bumi.

“Antariksa adalah ilmu masa depan. Jika seorang mahasiswa memilih bidang ini, pilihannya sudah tepat,” ujar Storozheva menyimpulkan.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.