Mahasiswa Rusia Kembangkan Drone yang Bisa Dioperasikan dengan Kaki

Sistem ini menghubungkan interaksi manusia dengan pesawat tanpa awak, membantu mengarahkan drone hanya dengan melangkah di atas gambar yang diproyeksikan sang pesawat di permukaan.

Sistem ini menghubungkan interaksi manusia dengan pesawat tanpa awak, membantu mengarahkan drone hanya dengan melangkah di atas gambar yang diproyeksikan sang pesawat di permukaan.

Vostock-Photo
Belum lama ini, beberapa mahasiswa Rusia memamerkan teknologi terbaru karya mereka yang mengubungkan interaksi manusia dengan pesawat tanpa awak (drone). Pengemudi drone bisa menginjak-injak peta yang terproyeksi untuk mengarahkan sang pesawat tanpa awak ke tujuan tertentu.

Dalam Forum SIGGRAPH 2016 (Komunitas Teknik Grafik dan Interaktif Internasional) yang digelar di California akhir Juli lalu, mahasiswa dari Institut Sains dan Teknologi Skolkovo (Skoltekh) memamerkan teknologi terbaru besutan mereka, Light Air. Sistem ini menghubungkan interaksi manusia dengan pesawat tanpa awak, membantu mengarahkan drone hanya dengan melangkah di atas gambar yang diproyeksikan sang pesawat di permukaan. 

“Beberapa waktu lalu, Apple menciptakan teknologi gestur untuk iPhone yang membuat pengguna dapat mempersepsikan teknologi sebagai bagian dari dirinya sendiri, bahkan seorang bayi dapat mengandalkan intuisinya untuk belajar menggunakan sebuah gadget. Pada dasarnya, kami mengembangkan konsep yang sama, yakni menghubungkan interaksi manusia dengan pengendalian moda transportasi,” terang Kepala Laboratorium Robotik Antariksa Intelektual di Skolkovo sekaligus Direktur Proyek Light Air Profesor Dzmitry Tsetserukou.

Sumber: Dzmitry Tsetserukou / YouTube

Injak dan Tendang

Setelah muncul teknologi pengendalian drone melalui radio, Skoltekh mengembangkan sistem pengoperasikan pesawat tanpa awak melalui sebuah proyektor dan sensor 3D yang bisa memindai area di hadapan drone tersebut dan mengenali gestur manusia. Untuk memberi perintah, operator hanya perlu melangkah di atas gambar yang diproyeksikan sang pesawat.

Mikhail Matrosov, seorang mahasiswa Skoltekh yang ikut mengembangkan proyek ini, menyebutkan bahwa gambar ini bisa diproyeksikan ke semua permukaan datar, seperti di atas aspal atau lapangan terbuka.”Kita bisa mengubah berbagai permukaan menjadi layar sentuh. Namun, kami belum mencoba teknologi ini di atas rumput,” kata Matrosov. “Secara teoretis, Anda bisa mengetuk gambar yang terproyeksi di dinding atau di meja, tapi di mana Anda bisa menemukan meja di lapangan terbuka? Oleh karena itu, teknologi ini lebih mudah dioperasikan menggunakan kaki Anda.”

Bermain Piano dan Menendang Bola

Menurut Dzmitry Tsetserukou, pengembangan baru ini akan membuat pengoperasian pesawat tanpa awak lebih efektif dan menyenangkan. “Sebagai contoh, pesawat tanpa awak bisa memproyeksikan peta sebuah area yang dapat diubah skalanya, dan kita cukup menginjak tombol tertentu untuk memperbesar peta serta mengindikasikan tujuan akhir pesawat tanpa awak tersebut,” terang Profesor Tsetserukou.

Ketika pesawat tanpa awak tiba di tujuannya, dengan bantuan gambar yang diproyeksikan, penerima dapat mengetahui apa isi paket, memeriksanya dari berbagai sisi, membaca deksripsinya, dan memutuskan akan menerima atau menolaknya. Demikian cara kerja salah satu sistem aplikasi yang dikembangkan Skoltekh.

Terdapat pula aplikasi piano interaktif. Pesawat tanpa awak akan memproyeksikan gambar sebuah keyboard di permukaan dan pengguna dapat meloncat di atas tuts untuk memainkan melodi dan memaksa pesawat untuk ‘menari’. 

Aplikasi ketiga ialah sepak bola interaktif DroneBall. Pesawat menentukan posisi pemain dan kakinya, memproykesikan gambar sebuah bola dan bergerak ke area di mana pemain akan menendangnnya, lalu drone akan merespons dan menangkap bola tersebut.

Menurut Profesor Tsetserukou, kelak robot manusia juga bisa berinteraksi dengan pesawat tanpa awak ini.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.